DPMPTSP Kota Jogja Luncurkan Katalog Data Perizinan Digital
DPMPTSP Kota Jogja meluncurkan Katalog Data untuk mempermudah akses informasi perizinan, nonperizinan, OSS, dan investasi secara digital.
Pedagang beras di Pasar Beringharjo menimbang berasnya, Jumat (8/9/2023)./Harian Jogja-Stefani Yulindriani
Harianjogja.com, JOGJA—Memasuki masa paceklik akibat kemarau, Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) DIY memperkirakan harga beras terus melonjak hingga awal 2024.
Kepala Disperindag DIY Syam Arjayanti mengatakan kenaikan harga beras tersebut dipicu karena saat ini memasuki masa paceklik. Di masa tersebut menurut Syam produksi beras tidak dapat maksimal karena dipengaruhi berbagai faktor, salah satunya kemarau.
Syam mengatakan puncak panen padi di DIY berada pada rentang Maret-April. Saat itu menurutnya hasil panen beras akan melebihi jumlah kebutuhan, sementara setelah rentang tersebut menurutnya jumlah panenan akan mengalami penurunan.
“Apalagi ini diprediksi musim kemarau panjang, sehingga memang Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan [DPKP] DIY sudah menganjurkan di beberapa lokasi tanamannya bukan padi lagi, melainkan palawija untuk menghindari gagal panen,” katanya.
Menurut Syam kondisi tersebut pun menyebabkan harga beras dari petani sudah mengalami kenaikan. Sehingga harga beras dipasaran ikut merangkak naik. “Kemungkinan [harga] beras akan turun sekitar Februari [2024]. Harapan dengan adanya operasi pasar dan pasar murah harga beras tidak terus naik,” katanya.
Sebagai upaya pengendalian harga beras di pasaran, kata Syam, pihaknya berupaya melakukan operasi pasar dan melakukan penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) hingga akhir 2023 untuk memastikan ketersediaan beras tercukupi dan harga beras tidak melonjak tinggi.
BACA JUGA: Harga Beras Terus Naik, Kini Tembuh Rp12.670
Menurut Syam pada September 2023, Disperindag DIY bekerja sama dengan Bank Indonesia (BI) akan melakukan operasi pasar degan menggelontorkan 8 ton beras pada 4 pasar pantauan. Selain itu akan dilakukan pula penyaluran beras SPHP di beberapa titik pada kabupaten/kota DIY.
Salah satu pedagang beras di Pasar Beringharjo, Idris, 40, mengaku banyak pembeli yang mengeluhkan kenaikan harga beras. Idris mengaku beras premium yang dijualnya semula Rp.11.000 per kg, sementara dalam satu bulan belakangan naik menjadi Rp.14.500 per kg. “Ya harga terus naik, tapi masih mending naiknya naik terus daripada telur, naik turun. Kalau beras naiknya pelan-pelan, turunnya juga pelan-pelan, katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPMPTSP Kota Jogja meluncurkan Katalog Data untuk mempermudah akses informasi perizinan, nonperizinan, OSS, dan investasi secara digital.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 dari Stasiun Yogyakarta menuju Palur lengkap dengan waktu di setiap stasiun.
Komdigi menyalurkan Starlink ke Nagekeo untuk menjaga konektivitas posko bencana dan fasilitas kesehatan pascagempa NTT.
Prabowo meminta edukasi bahaya karhutla diperkuat hingga masyarakat bawah. Pemerintah juga menyiapkan alat berat untuk buka lahan tanpa membakar.
OMC di kawasan IKN dimulai dengan penyemaian 800 kg garam untuk memicu hujan dan menambah cadangan air di tengah musim kemarau.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 23 Agustus 2026 tersedia dari pagi hingga malam. Simak jadwal lengkap Yogyakarta-Palur di sini.