DPRD Bantul Minta Penghapusan Otomatis Naik Kelas Dikaji Matang
DPRD Bantul meminta wacana penghapusan otomatis naik kelas dikaji matang, dengan pendampingan siswa, kesiapan guru, dan sarana sekolah
Pekerja mengangkut karung pupuk urea di gudang lini 3 Jatibarang pupuk Kujang, Indramayu, Jawa Barat belum lama ini. - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Persoalan kartu tani masih menyulitkan sejumlah petani di Kabupaten Bantul.
Slamet, seorang petani jagung berusia 62 tahun asal Tanjung Karang, Patalan, Jetis, mengaku sudah tiga kali mencoba mengurus kartu tani, namun hingga kini tidak kunjung jadi.
“Pembuatannya suruh lewat kelompok tani, diminta ngumpulin KTP, KK, pajak bangunan untuk kartu tani, tapi udah bikin 3 kali ngga jadi-jadi,” ungkapnya saat ditemui di sawahnya, Rabu (20/8/2025).
BACA JUGA: Rp120 Triliun Uang Masyarakat Raib Karena Investasi dan Pinjol
Akibat tak memiliki kartu tani, Slamet kehilangan akses untuk membeli pupuk subsidi. Ia pun terpaksa membeli pupuk nonsubsidi yang harganya jauh lebih mahal.
“Kalau yang subsidi kan satu sak Rp200.000, kalau ngga pakai subsidi sekitar Rp300.000,” keluhnya.
Ia berharap ada penyuluhan dari dinas terkait agar para petani bisa menanyakan langsung perihal kendala pembuatan kartu tani yang tak kunjung rampung. Menurutnya, kebutuhan pupuk semakin sulit didapat, sementara harganya kian memberatkan petani kecil.
Penelaah Teknis Kebijakan Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Bantul, Retno Puji Astuti, menjelaskan bahwa syarat pembuatan kartu tani memang harus melalui kelompok tani. Pengajuan dilakukan lewat ketua kelompok, lalu diteruskan ke penyuluh pertanian di kapanewon masing-masing.
“Pengajuan kartu tani tidak bisa setiap hari, tapi di waktu-waktu tertentu karena nunggu dari pusat sistemnya dibuka,” jelas Retno saat ditemui di kantornya.
Ia menambahkan, pengajuan biasanya dibuka di akhir tahun, tepatnya pada November. Jika terlewat, petani bisa kembali mengajukan melalui ketua kelompok tani atau langsung ke penyuluh pertanian pada bulan Maret atau Juni.
“Itu mungkin miskomunikasinya disitu, mungkin berhenti di kelompok tani atau belum menanyakan ke penyuluh pertanian,” ucapnya.
Meski begitu, Retno menegaskan bahwa petani yang belum memiliki kartu tani tetap berhak mendapatkan pupuk subsidi, asalkan NIK mereka sudah terdaftar dalam sistem Elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (E-RDKK).
“Nanti petani yang tidak punya kartu tani tapi terdaftar E-RDKK bisa pakai KTP untuk menebus pupuk subsidi,” terangnya.
Retno juga mengingatkan bahwa sebagian petani sebenarnya sudah terdaftar di E-RDKK, hanya saja mereka tidak mengetahui status pendaftarannya. Untuk itu, ia menyarankan agar petani segera mengecek langsung ke kios pupuk subsidi apakah namanya sudah tercantum dalam E-RDKK atau belum.
“Petani bisa langsung mengecek ke kios pupuk subsidi apakah sudah terdaftar E-RDKK atau belum,” katanya.
Agar informasi bisa tersampaikan dengan baik, Retno berpesan kepada kelompok tani untuk aktif menyosialisasikan aturan pupuk bersubsidi dalam setiap pertemuan rutin.
Selain itu, petani juga bisa langsung berkonsultasi ke kantor penyuluhan pertanian di kapanewon masing-masing.
“Misalnya ketua kelompok taninya kurang aktif atau gimana bisa langsung ke penyuluhan minta informasinya,” tandasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta wacana penghapusan otomatis naik kelas dikaji matang, dengan pendampingan siswa, kesiapan guru, dan sarana sekolah
Cek jadwal KRL Jogja-Solo, 15 waktu keberangkatan dari Jogja ke Palur, daftar stasiun pemberhentian, dan tarif tiket Rp8.000.
Aigner merilis koleksi Munich di Indonesia melalui Adtime. Simak 18 tipe jam tangan terbaru dan strategi pengembangan bisnis merek ini.
Indonesia dan Singapura berencana membentuk satgas bersama untuk menindak korporasi yang diduga terlibat karhutla melalui pertukaran informasi dan bukti lintas
Ditjen Imigrasi mendeportasi warga Tiongkok berinisial SS yang masuk red notice Interpol dan DPO terkait dugaan pencucian uang di negara asalnya.
Kia Carens EV membuka pemesanan awal di Indonesia mulai 26 Oktober 2026. Simak empat varian, estimasi harga, dan fitur unggulannya.