Kelok 23 Jadi Peluang Baru, Pemkab Bantul Diminta Tak Cuma Menunggu
DPRD Bantul meminta Pemkab bergerak cepat memanfaatkan Kelok 23 untuk mendorong pariwisata, investasi, dan kesejahteraan warga selatan.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL – Fenomena banyaknya lulusan sarjana yang menganggur tak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga tercermin di daerah. Di Kabupaten Bantul, sarjana menempati urutan kedua kelompok penganggur terbanyak setelah lulusan SMA/SMK.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan, data BPS pada 2024 lalu menunjukkan bahwa sebanyak 246 sarjana masuk ke dalam banyaknya pencari kerja yang terdaftar di instansinya, tapi angka itu turun dari 2023 di angka 272 orang.
BACA JUGA: Angka Pengangguran di Bantul Capai 3,62 %, Paling Banyak Lulusan SMA/SMK
“Kalau dilihat dari angkatan kerja di Bantul, memang lulusan sarjana S1 itu urutan kedua setelah SMA/SMK dalam jumlah pengangguran,” ujar Istirul, Selasa (15/7/2025).
Meski demikian, ia menyebut arah kebutuhan industri di Bantul mulai menunjukkan tren positif terhadap tenaga kerja lulusan sarjana. “Formasi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan industri sekarang juga sudah banyak mengakomodir tenaga sarjana, tidak hanya level operasional seperti dari SMA atau SMK,” jelasnya.
Di sisi lain, Istirul mencermati tren minat generasi muda yang kian bergeser. Banyak anak muda yang kini memilih berwirausaha secara online dari rumah, memanfaatkan perkembangan teknologi dan digitalisasi. “Mereka tidak perlu keluar rumah, tapi tetap menghasilkan uang,” katanya.
Untuk menekan angka pengangguran, Disnakertrans Bantul telah menjalankan berbagai program penempatan kerja. Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 3.000 tenaga kerja dari Bantul telah berhasil ditempatkan di berbagai sektor, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami terus berinovasi dan membantu bupati menurunkan angka pengangguran. Fokus kami adalah memberikan peluang kepada angkatan kerja produktif untuk bekerja sesuai minat dan kompetensinya,” tambah Istirul.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bantul per akhir Juni 2025 tercatat mengalami penurunan dari 3,7 persen menjadi 3,63 persen. Disnakertrans berharap angka ini terus turun seiring dengan upaya perluasan kesempatan kerja dan minimnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi global.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa 1,01 juta sarjana di Indonesia masih menganggur, dan hal ini menjadi tantangan besar pemerintah dalam menyusun arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
DPRD Bantul meminta Pemkab bergerak cepat memanfaatkan Kelok 23 untuk mendorong pariwisata, investasi, dan kesejahteraan warga selatan.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.
Veda Ega Pratama gagal lolos ke Q2 dan akan start dari posisi ke-19 Moto3 Austria 2026. Brian Uriarte merebut pole position dari David Almansa.
Etomidate merupakan obat anestesi yang disalahgunakan dalam vape. Kenali fungsi medis, status hukumnya di Indonesia, dan risiko kesehatannya.