Serapan Anggaran Pemkab Bantul Baru 69,64%, DPUPKP Terendah
Serapan anggaran belanja Bantul per 30 Oktober 2026 mencapai 69,64%. DPUPKP menjadi OPD dengan realisasi terendah, yakni 48,14%.
Ilustrasi pengangguran/Pixabay
Harianjogja.com, BANTUL – Fenomena banyaknya lulusan sarjana yang menganggur tak hanya terjadi di tingkat nasional, tetapi juga tercermin di daerah. Di Kabupaten Bantul, sarjana menempati urutan kedua kelompok penganggur terbanyak setelah lulusan SMA/SMK.
Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Bantul, Istirul Widilastuti mengatakan, data BPS pada 2024 lalu menunjukkan bahwa sebanyak 246 sarjana masuk ke dalam banyaknya pencari kerja yang terdaftar di instansinya, tapi angka itu turun dari 2023 di angka 272 orang.
BACA JUGA: Angka Pengangguran di Bantul Capai 3,62 %, Paling Banyak Lulusan SMA/SMK
“Kalau dilihat dari angkatan kerja di Bantul, memang lulusan sarjana S1 itu urutan kedua setelah SMA/SMK dalam jumlah pengangguran,” ujar Istirul, Selasa (15/7/2025).
Meski demikian, ia menyebut arah kebutuhan industri di Bantul mulai menunjukkan tren positif terhadap tenaga kerja lulusan sarjana. “Formasi lowongan pekerjaan yang dibutuhkan industri sekarang juga sudah banyak mengakomodir tenaga sarjana, tidak hanya level operasional seperti dari SMA atau SMK,” jelasnya.
Di sisi lain, Istirul mencermati tren minat generasi muda yang kian bergeser. Banyak anak muda yang kini memilih berwirausaha secara online dari rumah, memanfaatkan perkembangan teknologi dan digitalisasi. “Mereka tidak perlu keluar rumah, tapi tetap menghasilkan uang,” katanya.
Untuk menekan angka pengangguran, Disnakertrans Bantul telah menjalankan berbagai program penempatan kerja. Hingga pertengahan tahun ini, sekitar 3.000 tenaga kerja dari Bantul telah berhasil ditempatkan di berbagai sektor, baik di dalam maupun luar negeri.
“Kami terus berinovasi dan membantu bupati menurunkan angka pengangguran. Fokus kami adalah memberikan peluang kepada angkatan kerja produktif untuk bekerja sesuai minat dan kompetensinya,” tambah Istirul.
Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Bantul per akhir Juni 2025 tercatat mengalami penurunan dari 3,7 persen menjadi 3,63 persen. Disnakertrans berharap angka ini terus turun seiring dengan upaya perluasan kesempatan kerja dan minimnya kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) akibat tekanan ekonomi global.
Sebelumnya, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli menyatakan bahwa 1,01 juta sarjana di Indonesia masih menganggur, dan hal ini menjadi tantangan besar pemerintah dalam menyusun arah kebijakan ketenagakerjaan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Serapan anggaran belanja Bantul per 30 Oktober 2026 mencapai 69,64%. DPUPKP menjadi OPD dengan realisasi terendah, yakni 48,14%.
Oki Rengga meminta maaf setelah videonya berdebat dengan suporter PSMS soal spanduk kritik karhutla di Stadion Utama Sumatera Utara viral.
Asita DIY meminta koordinasi pengamanan Titik Nol diperkuat agar kenyamanan wisatawan dan citra wisata Jogja tetap terjaga.
Bryan Adams merilis How’s It Goin’, album yang mengangkat sejarah Kanada sekaligus menyindir kebijakan Donald Trump terhadap negaranya.
CFMoto 125SC-S 2027 debut di EICMA 2026 dengan mesin 124,95 cc, ABS, traction control, layar TFT, dan bagasi 30 liter.
Benfica, Bournemouth, dan Ferencváros mengoleksi 12 poin di Liga Europa. Juventus naik ke lima besar, sedangkan AC Milan terpuruk di posisi ke-28.