Proyek Kantor Dinkes Rp7,1 Miliar Mulai Dikerjakan di Siraman
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Tenaga Kerja. - Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul menilai hubungan industrial di Bumi Handayani berjalan harmonis. Tolok ukur ini dilihat dari tidak adanya sengketa hubungan kerja yang melibatkan pengusaha dengan pekerja.
Analis Perlindungan dan Pemberdayaan Tenaga kerja Indonesia Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Budi Hartana mengatakan, tidak ada masalah dengan iklim kerja dunia usaha di Gunungkidul. Pasalnya, hubungan antara pekerja dengan pengusaha berjalan dengan baik.
Hal itu terlihat tidak adanya sengketa hubungan kerja yang terjadi dalam tiga tahun terakhir. “Nihil laporan dan tidak ada sengketa hubungan industrial yang melibatkan pekerja dengan pengusaha. Jadi, semua berjalan dengan lancar,” kata Budi kepada wartawan, Jumat (8/8/2025).
Menurut dia, dengan terciptanya hubungan yang harmonis antara pekerja dan pengusaha bisa mendorong produktivitas yang lebih baik. Meski demikian, Budi mengakui terus ada upaya monitoring secara berjalan guna memastikan tidak ada masalah dalam hubungan industrial di Bumi Handayani.
“Tentunya dengan adanya pengawasan berkala, sebagai salah satu upaya pencegahan yang kita lakukan,” ungkapnya.
Selain itu, upaya pencegahan dilakukan dengan sosialisasi tentang masalah hubungan industrial sehingga tidak terjadi sengketa antara kedua belah pihak. Di sisi lain, juga ada penyampaian tentang tata cara pelaporan hingga proses penyelesaian masalah hubungan kerja.
“Kalau memang ada masalah, laporkan dan kami akan menindaklanjutnya. Tapi, laporan yang dibuat harus diberikan secara resmi dan tertulis sebagai danas dalam penanganan,” katanya.
BACA JUGA: Uji Coba PSS Sleman vs Sumsel United untuk Takar Kemampuan
Senada diungkapkan oleh Kepala Bidang Tenaga Kerja, Dinas Perindustrian Koperasi UKM dan Tenaga Kerja Gunungkidul, Nanang Putranto. Menurut dia, upaya menjaga iklim dunia kerja tetap harmonis terus dilakukan karena dapat berdampak terhadap pengembangan dunia usaha.
“Adanya hubungan yang baik sangat mendukung untuk terciptanya optimalisasi dalam kinerja,” katanya.
Nanang menambahkan, upaya perlindungan terhadap tenaga kerja tidak hanya dilakukan untuk pekerja di wilayah Gunungkidul. Pasalnya, warga yang menjadi Pekerja Migran Indonesia (PMI) juga diperhatikan.
Sebagai contoh, kata dia, beberapa waktu lalu, pada PMI asal Kapanewon Paliyan yang meninggal dunia di Taiwan. Meski berstatus pekerja illegal, tapi tetap ada usaha untuk mengembalikan jasadnya ke kampung halaman.
“Berkat koordinasi dengan pihak-pihak terkait, maka jenazah dapat pulang ke Gunungkidul,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Kantor Dinas Kesehatan senilai Rp7,1 miliar mulai dibangun di kawasan kantor terpadu Pemkab Gunungkidul di Kalurahan Siraman, Wonosari mulai dibangun.
Menteri Hukum menyebut 300 WNI mengajukan pelepasan kewarganegaraan. Kenaikan tarif dinilai tidak berdampak bagi masyarakat umum
Investasi Sleman triwulan II 2026 mencapai Rp931,7 miliar. Sektor kelistrikan mendominasi dan menyerap 2.448 tenaga kerja baru.
Presiden Prabowo mengingatkan 1.177 perwira TNI-Polri menjaga integritas, menjauhi korupsi, narkoba, judi, dan mengabdi kepada rakyat.
Warga Kotagede mengikuti pelatihan susur Sungai Gajah Wong untuk mendeteksi dini potensi banjir dan memperkuat mitigasi bencana.
Polres Bantul mengungkap peredaran 1.602 pil berlogo Y di Pleret dan Banguntapan. Seorang pemasok ditangkap berkat laporan warga.