Viral Bola Api Jatuh dari Langit Jogja, Ini Penjelasan BMKG

Sunartono
Sunartono Sabtu, 16 September 2023 07:27 WIB
Viral Bola Api Jatuh dari Langit Jogja, Ini Penjelasan BMKG

Tangkapan layar bola api yang jatuh dari langit. - TikTok.

Harianjogja.com, JOGJA—BMKG DIY merespons dengan memberikan penjelasan terkait hebohnya video visual yang menampakkan bola api jatuh dari langit Jogja. Bola api tersebut diperkirakan adalah meteor yang jatuh dari langit.

Sebelumnya Video jatuhnya bola api di langit Jogja viral di berbagai platform media sosial baik Instagram, Twitter, Facebook hingga TikTok. Salah satu akun yang mengunggah detik-detik jauhnya bola api itu adalah @wpgroup202 pada platfrom TikTok. Secara visual video tersebut tampak bola api meluncur dari langit. Bola api dengan posisi di bagian depan dari arus pergerakannya diikuti dengan cahaya api di belakangnya yang tampak menyambung.

BACA JUGA : Reaktivasi Jalur Kereta Api Jogja-Bodobudur Mandek, Berikut Hasil Studi Trasenya

Video tersebut diunggah pada Jumat dan telah ditonton sebanyak 166.300 kali dan dikomentari 1.093 warganet. Akun ini juga mengunggah video serupa dengan lokasi pengambilan gambar yang berbeda sebagai ajwaban terhadap warganet yang mempertanyakan keasliannya.

Kepala Stasiun Meterologi BMKG DIY Warjono mengatakan fenomena benda mirip bola api yang jatuh dari langit merupakan hal yang wajar. Karena benda yang jatuh seperti yang viral di medsos itu kemungkinan besar adalah meteor. Masyarakat sering menyebut fenomena itu dengan istilah bintang jatuh.

“Memang kelihatannya besar, tetapi ini [fenomena] wajar, biasanya meteor,” katanya kepada wartawan, Jumat (15/9/2023).

BMKG memang tidak melakukan pengamatan atau mendeteksi jatuh benda dari langit tersebut. Akan tetapi dengan melihat video yang beredar, ia memastikan bahwa benda tersebut meteor yang jatuh dari langit.

BACA JUGA : Heboh Bola Meteor Jatuh dan Meledak di Australia, Berikut Penjelasan Ahli

Selain itu tidak terpantau posisi jatuhnya karena seringkali sudah habis ketika sampai di bumi. “Bintang jatuh istilahnya, tetapi biasanya habis dan jarang sampai di bumi,” ujarnya. 

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online