Terdampak Tol Jogja-Solo, Pembangunan SDN Nglarang Dikebut Mei
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Gunung Merapi Jogja meluncurkan lava pijar. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, SLEMAN—Ratusan guguran lava terjadi di Gunung Merapi dalam sepekan. Masyarakat diharap tidak melakukan aktivitas apa pun di area potensi bahaya.
Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Agus Budi Santoso mengungkapkan pada periode 8-14 September 2023 terjadi 162 guguran lava ke arah selatan hingga barat.
Dengan rincian10 kali ke arah hulu Kali Boyong sejauh1500 meter, 151 kali ke hulu Kali Bebeng sejauh 2000 meter dan satu kali ke hulu Kali Sat/Putih sejauh 1200 meter. "Suara guguran terdengar 15 kali dari Pos Babadan dengan intensitas kecil hingga sedang," jelas Agus, Jumat (15/9/2023) malam.
Morfologi kubah barat daya teramati adanya perubahan akibat aktivitas pertumbuhan dan guguran lava. Sedangkan untuk kubah tengah tidak teramati perubahan yang signifikan.
"Volume kubah barat daya terukur sebesar 2.858.600 meter kubik dan kubah tengah sebesar 2.355.100 meter kubik," katanya.
Dalam sepekan, tercatat ada 39 kali gempa vulkanik dangkal (VTB). Selain itu tercatat pula 2374 kali gempa Fase Banyak (MP), 24 kali gempa Frekuensi Rendah (LF), 1015 kali gempa Guguran (RF) dan 11 kali gempa Tektonik (TT).
"Intensitas kegempaan pada Minggu [ini] lebih tinggi dibanding Minggu lalu. Terutama gempa MP yang mengindikasikan adanya kenaikan aktivitas magmatik di kedalaman kurang dari 1,5 kilometer dari puncak," jelasnya.
BACA JUGA: Awas, Duduk Lebih dari 10 Jam per Hari Meningkatkan Risiko Demensia
Cuaca di sekitar Gunung Merapi dalam sepekan pengamatan umumnya cerah pada pagi dan malam hari. Sedangkan siang hingga sore berkabut. Asap berwarna putih dengan ketebalan tipis hingga tebal bertekanan lemah hingga sedang dan tinggi 450 meter teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Babadan pada 9 September 2023 pukul 11.30 WIB.
"Pada pekan ini tidak terjadi hujan di Pos Pengamatan Gunung Merapi dan tidak dilaporkan adanya aliran maupun lahar dari sungai-sungai yang berhulu di Gunung Merapi," tegasnya.
Berdasarkan hasil pengamatan visual dan instrumental, disimpulkan bahwa aktivitas vulkanik Gunung Merapi masih cukup tinggi berupa aktivitas erupsi efusif. "Status aktivitas ditetapkan dalam tingkat Siaga," jelas Agus
Masyarakat diminta agar tidak melakukan kegiatan apa pun di daerah potensi bahaya. "Jika terjadi perubahan aktivitas Gunung Melati yang signifikan maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pembangunan gedung baru SDN Nglarang terdampak Tol Jogja-Solo di Sleman ditarget mulai Mei 2026 setelah pematokan lahan rampung.
Kemenag menetapkan 1 Zulhijah 1447 H jatuh pada 18 Mei 2026 sehingga Idul Adha 2026 dirayakan Rabu, 27 Mei 2026.
Keraton Jogja gelar konser YRO di Jakarta bertajuk Gregah Nusa. Angkat semangat kebangkitan budaya dan identitas bangsa.
Pemkot Jogja bedah rumah warga dengan genting daur ulang. Ramah lingkungan, tahan lama, dan bantu kurangi sampah kota.
Kasus penyakit kronis kini banyak menyerang usia muda akibat gaya hidup. Simak penyebab dan upaya pencegahannya.
Veda Ega Pratama finis ke-8 Moto3 Catalunya 2026 usai start dari posisi 20. Tampil impresif dan raih poin penting untuk Indonesia.