Apa Itu Gelombang Panas? BMKG Jelaskan Fenomena yang Landa Eropa
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
SW pelaku pembuangan mayat bayi perempuan kembar di Berbah/ Harian Jogja-Jumali
Harianjogja.com, SLEMAN—Polsek Berbah menetapkan SW, 31, warga Piyungan, Bantul sebagai tersangka pembuangan dua mayat bayi kembar perempuan di Kali Buntung, Krasakan, Jogotirto, Berbah, Kamis (14/9/2023) lalu.
Pria yang kesehariannya sebagai driver travel itu adalah pacar dari EW, 19, mahasiswi asal Lampung yang kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Sleman.
EW melahirkan dua bayi perempuan tersebut di kamar indekos di kawasan Depok, Sleman, Selasa (12/9/2023) sekitar 23.00 WIB.
"Sementara kami tetapkan SW sebagai tersangka dan dilakukan penahanan. Untuk EW, saat ini masih berada di RS Bhayangkara dan akan dilakukan pemeriksaan intensif. Sementara EW masih jadi saksi," kata Kapolsek Berbah Kompol Parliska Febrihanoto di Mapolres Sleman, Senin (18/9/2023).
Panik
Adapun motif dari SW melakukan pembuangan mayat bayi, lanjut Kapolsek adalah takut ketahuan orangtua dan hamil di luar nikah. "Selain itu, pelaku juga panik, karena hari mulai pagi. Awalnya bayi akan dimakamkan di depan rumahnya, namun karena panik maka dibuang ke sungai," lanjutnya.
Pengungkapan kasus pembuangan mayat bayi kembar perempuan, masih kata Kapolsek berawal dari hasil olah tempat kejadian perkara dan identifikasi atas penemuan mayat bayi tersebut. Di lokasi kejadian, petugas menemukan baju pembungkus bayi yang berada di dasar sungai. Selain itu berdasarkan hasil pemeriksaan atas mayat bayi kembar perempuan didapatkan informasi bayi meninggal lebih dari 24 jam. Sedangkan kedua mayat bayi tersebut berusia 8 bulan kandungan.
"Dari informasi ini kami tindak lanjuti dengan mencari informasi di sekitar Berbah, Banguntapan, Kalasan, Piyungan dan daerah lainnya," katanya.
Dalam perkembangannya, Jumat (15/9/2023), Polsek Berbah mendapaykan informasi jika ada seorang perempuan, EW, 19, mahasiswi yang indekos di kawasan Depok mendatangi sebuah klinik di Maguwoharjo dalam kondisi pendarahan tanpa bayi.
"Kami lalu bergerak dan mengamankan EW dari indekos di Depok. EW, 19, mahasiswi asal Lampung, pada Sabtu (16/9/2023) malam. EW langsung kami bawa ke RS Bhayangkara. Dan, ternyata EW punya pacar SW yang beralamat di Piyungan, Bantul. Kami bergerak amankan SW pada
Minggu (17/9/2023) dini hari," ungkap Kapolsek.
BACA JUGA: Mayat Dua Bayi Perempuan yang Diduga Kembar Dimakamkan di TPU Seyegan
Bayi Kembar Dilahirkan di Kamar Indekos
Kapolsek memaparkan, di kamar indekos EW ditemukan baju setelan yang sama di dasar sungai-lokasi pembuangan mayat. Sedangkan dari keterangan EW, kedua bayi tersebut dilahirkan EW pada Selasa (12/9/2023) sekitar 23.00 WIB di indekos.
"Awalnya bayi pertama tidak bergerak. Bayi kedua bergerak tapi napasnya tersengal-sengal," kata Kapolsek.
Atas kondisi tersebut, EW kemudian menghubungi pacarnya, SW. Oleh SW, bayi tersebut kemudian ditaruh di kamar mandi indekos. Pada Rabu (13/9/2023) dinihari, kedua bayi tersebut dibawa keluar dengan dimasukkan kedalam kardus dan dimasukkan ke dalam mobil.
"Setelah itu, EW dan SW mencari makan. Setelah makan, EW dibawa ke kos lagi. Sedangkan bayi masih di mobil tak bergerak," jelas Kapolsek.
Dalam perkembangannya, SW keluar dari indekos EW dan hendak memakamkan bayi tersebut di rumahnya. Namun dalam perjalanan, SW berhenti di berbah. Karena panik, bayi tersebut kemudian dibuang di sungai.
"Bayi dibuang di sekitar dam air. Kardus yang digunakan untuk bayi dibuang tempat sampah," ucap Kapolsek.
Atas perbuatannya, SW terancam pasal 80 ayat 3 UU RI No 35/2014 tentang perubahan atas UU No.23/2022 tentang Perlindungan Anak dan Atau Pasal 306 ayat 2 KUHP dengan ancaman penjara paling lama 10 tahun.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gelombang panas Eropa: 1.300 tewas, Jerman 41,7°C. BMKG jelaskan penyebab dan dampaknya. Indonesia tak alami heat wave, tapi tetap waspada!
Nickelodeon rayakan Hari SpongeBob 14 Juli dengan event global, maraton episode, hingga konten baru di Roblox dan YouTube.
Survei tunjukkan kepercayaan publik ke Prabowo tembus 74%. Qodari tegaskan pemerintah tak berpuas diri dan tetap evaluasi kinerja.
Kemenhub siapkan 39 bandara baru untuk memperkuat konektivitas nasional dan dorong pertumbuhan ekonomi Indonesia.
Perpres ojol resmi terbit, potongan aplikasi maksimal 8 persen mulai Juli 2026, driver dapat perlindungan lebih kuat.
Pemerintah siapkan peluncuran GovTech Oktober 2026, integrasi 27 ribu aplikasi dan dukungan AI untuk layanan publik..