Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Bayi perempuan hidup yang dibuang dalam tas belanja di Jalan Rongkop, Gunungkidul./ tangkapan layar video penemuan bayi hidup
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Sesosok bayi perempuan dibuang di tepi jalan raya di Padukuhan Suruh, Karangwuni, Rongkop, Sabtu (4/10/2025) malam. Hingga sekarang, jajaran Polsek Rongkop masih melakukan pencarian pelaku pembuangan.
Salah seorang warga, Sigit Yuli,51, mengatakan, dirinya sempat melihat sebuah mobil berhenti di rumah warga. Ia tidak mengira, tas belanja yang ditinggalkan berisikan bayi yang masih dalam keadaan hidup.
“Saya pulang dari kondangan, melihat ada tas yang diletakan di pinggir jalan. Berhubung di dekat rumah warga, saya tidak mengecek, tapi setelah sampai di rumah ada yang mengabari ada temuan bayi yang dimasukan dalam tas belanja,” kata Sigit, Minggu (5/10/2025).
Temuan ini juga sudah dilaporkan ke petugas di Polsek Rongkop. Pihak kepolisian juga sudah mendatangi lokasi temuan guna pemeriksaan lebih lanjut.
“Sudah diserahkan pihak berwajib dan proses pembukaan isi dalam tas juga dilakukan oleh petugas kepolisian dan petugas puskesmas,” katanya.
Kapolsek Rongkop, AKP Sartono mengatakan, bayi perempuan yang ditemukan sudah dibawa ke puskesmas untuk dirawat sementara. Adapun kondisinya dalam keadaan sehat dan tidak ada luka di tubuhnya.
“Didalam tas tidak hanya berisi bayi, tapi juga ada perlengkapan bayi seperti popok, baju, pampers hingga sejumlah kain,” kata Sartono.
Berdasarkan hasil pemeriksaan medis diketahui bayi yang ditemukan berusia sekitar tiga hari. Adapun proses kelahiran diduga juga dilakukan di salah satu fasilitas kesehatan, meski belum diketahui Dimana tempat tersebut.
“Tidak dilahirkan sendiri. Jadi, kemungkinan besar dilakukan di salah satu tempat persalinan,” katanya.
Pihaknya masih berupaya mencari pelaku pembungan. Hasil keterangan dari warga mengetahui pelaku yang membuang mengendarai mobil jenis sedan.
“Kami masih menyelidiki untuk menempukan pelaku pembuangan. Hingga sekarang kami masih mencarinya,” kata Sartono.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
PSEL DIY ditargetkan mengolah 1.000 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 18-20 MW untuk sekitar 15.000 rumah.
KY memastikan seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 transparan. Publik bisa memantau proses dan memberi informasi rekam jejak calon.
Jadwal KRL Jogja-Solo Rabu 12 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Kereta pertama berangkat 05.05 WIB, tarif tetap Rp8.000.
PSEL Piyungan ditargetkan groundbreaking Desember 2026. Proyek senilai Rp2,5 triliun-Rp3 triliun ini mulai dibangun Januari 2027.
Polisi menyiagakan puluhan personel setelah massa membakar sejumlah kantor pemerintah di Ilaga, Puncak, Papua Tengah.