Benarkah Dunia Kiamat 13 November 2026? Ini Isi Makalah Ilmiah yang Terbit pada 1960
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Pemakaman mayat dua bayi perempuan yang ditemukan di Berbah oleh petugas di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan, Jumat (15/9/2023)/ Ist-Polsek Berbah
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepolisian Sektor Berbah dan Polres Sleman bersama dengan Pemkab Sleman akhirnya memakamkan dua mayat bayi perempuan yang diduga kembar dan ditemukan di Sungai Buntung, Jogotirto, Berbah, Kamis (14/9/2023) lalu. Kedua mayat bayi tersebut dimakamkan dalam satu liang di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan.
Kapolsek Berbah, Kompol Parliska Febrihanoto, yang dikonfirmasi membenarkan perihal pemakaman dua mayat bayi perempuan tersebut. Dua mayat tersebut telah dimakamkan di TPU Seyegang pada Jumat (15/9/2023).
"Sudah dimakamkan kemarin. Kami telah berkirim surat ke Dinsos untuk mohon izin memakamkannya di situ," kata Kapolsek, Sabtu (16/9/2023).
Terkait dengan penyelidikan, kepolisian mengungkapkan, sampai kini pihaknya masih memburu pelaku pembuang bayi. Selain menggali informasi dari bidan seputar Berbah, pihak kepolisian juga berupaya memeriksa rekaman kamera pengintai atau CCTV yang mengarah diseputar lokasi kejadian.
Kasihumas Polresta Sleman AKP Edy Widaryanta mengatakan, dugaan sementara kedua bayi tersebut sengaja dibuang dan bukan berasal dari warga sekitar lokasi kejadian. "Yang jelas kami terus berusaha mencari pelakunya," terangnya.
Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku prihatin atas dua jenazah bayi yang ditemukan. Sebagai seorang perempuan dan ibu, Kustini merasa sedih dan miris atas kejadian ini
"Sebagai seorang perempuan dan ibu, saya merasa miris juga sedih dengan kejadian itu. Bayi yang sudah dibiarkan hidup dalam kandung selama sembilan bulan tapi begitu lahir dibuang hingga meninggal seperti itu. Ini sangat tidak masuk akal, bukan tindakan yang manusiawi lagi," kata Kustini.
BACA JUGA: Dua Mayat Bayi di Sungai Berbah Berjenis Kelamin Perempuan, Diduga Kembar
Terlepas siapa pun pelakunya, Kustini khawatir adanya penurunan moral masyarakat yang jadi penyebab terjadinya kasus pembuangan bayi di Sleman. "Kebijakan dan program yang berkaitan dengan perempuan dan anak selalu kita upayakan. Kita juga punya psikolog, pendampingan hukum, sosialisasi ke sekolah, door to door juga terus menerus kita lakukan," ujar dia.
Kustini menilai fenomena pembuangan bayi semacam ini jelas tidak baik. Ia mengaitkan fenomena ini dengan penurunan moral. "Kalau masih ada tindakan seperti [pembuangan bayi] itu, tentu ada fenomena yang tidak baik, yaitu penurunan moral di masyarakat kita," lanjutnya.
Berangkat dari kejadian ini, Kustini berharap agar seluruh masyarakat yang tinggal di Sleman agar melindungi hak anak untuk hidup. "Karena Sleman adalah kabupaten layak anak, ramah anak. Saya harap warga Sleman untuk selalu melindungi anak-anak yang lahir, karena anak yang lahir harus dilindungi." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Makalah di jurnal Science pada 1960 memproyeksikan populasi mendekati tak terhingga pada 13 November 2026. Simak konteks dan penjelasan prediksinya.
Jadwal KA Bandara YIA Minggu 20 September 2026 tersedia 24 perjalanan. Cek jadwal YIA-Tugu dan Tugu-YIA lengkap.
Cukup Rp8.000, Ini Jadwal Lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo Hari Ini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Minggu 20 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal KRL Jogja-Solo Minggu 20 September 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif KRL Rp8.000.
MilkLife Soccer Challenge Yogyakarta 2026 diikuti 1.294 atlet. Satoru Mochizuki melihat peluang lahirnya bibit timnas dari turnamen usia dini.