Spanyol Lampaui Rekor Prancis dan Italia, Cuma Kemasukan 1 Gol
Spanyol juara Piala Dunia 2026 dengan rekor pertahanan terbaik: hanya kebobolan 1 gol dari 8 laga! Lampaui rekor Prancis, Italia, dan Spanyol 2010.
Pemakaman mayat dua bayi perempuan yang ditemukan di Berbah oleh petugas di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan, Jumat (15/9/2023)/ Ist-Polsek Berbah
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepolisian Sektor Berbah dan Polres Sleman bersama dengan Pemkab Sleman akhirnya memakamkan dua mayat bayi perempuan yang diduga kembar dan ditemukan di Sungai Buntung, Jogotirto, Berbah, Kamis (14/9/2023) lalu. Kedua mayat bayi tersebut dimakamkan dalam satu liang di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan.
Kapolsek Berbah, Kompol Parliska Febrihanoto, yang dikonfirmasi membenarkan perihal pemakaman dua mayat bayi perempuan tersebut. Dua mayat tersebut telah dimakamkan di TPU Seyegang pada Jumat (15/9/2023).
"Sudah dimakamkan kemarin. Kami telah berkirim surat ke Dinsos untuk mohon izin memakamkannya di situ," kata Kapolsek, Sabtu (16/9/2023).
Terkait dengan penyelidikan, kepolisian mengungkapkan, sampai kini pihaknya masih memburu pelaku pembuang bayi. Selain menggali informasi dari bidan seputar Berbah, pihak kepolisian juga berupaya memeriksa rekaman kamera pengintai atau CCTV yang mengarah diseputar lokasi kejadian.
Kasihumas Polresta Sleman AKP Edy Widaryanta mengatakan, dugaan sementara kedua bayi tersebut sengaja dibuang dan bukan berasal dari warga sekitar lokasi kejadian. "Yang jelas kami terus berusaha mencari pelakunya," terangnya.
Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku prihatin atas dua jenazah bayi yang ditemukan. Sebagai seorang perempuan dan ibu, Kustini merasa sedih dan miris atas kejadian ini
"Sebagai seorang perempuan dan ibu, saya merasa miris juga sedih dengan kejadian itu. Bayi yang sudah dibiarkan hidup dalam kandung selama sembilan bulan tapi begitu lahir dibuang hingga meninggal seperti itu. Ini sangat tidak masuk akal, bukan tindakan yang manusiawi lagi," kata Kustini.
BACA JUGA: Dua Mayat Bayi di Sungai Berbah Berjenis Kelamin Perempuan, Diduga Kembar
Terlepas siapa pun pelakunya, Kustini khawatir adanya penurunan moral masyarakat yang jadi penyebab terjadinya kasus pembuangan bayi di Sleman. "Kebijakan dan program yang berkaitan dengan perempuan dan anak selalu kita upayakan. Kita juga punya psikolog, pendampingan hukum, sosialisasi ke sekolah, door to door juga terus menerus kita lakukan," ujar dia.
Kustini menilai fenomena pembuangan bayi semacam ini jelas tidak baik. Ia mengaitkan fenomena ini dengan penurunan moral. "Kalau masih ada tindakan seperti [pembuangan bayi] itu, tentu ada fenomena yang tidak baik, yaitu penurunan moral di masyarakat kita," lanjutnya.
Berangkat dari kejadian ini, Kustini berharap agar seluruh masyarakat yang tinggal di Sleman agar melindungi hak anak untuk hidup. "Karena Sleman adalah kabupaten layak anak, ramah anak. Saya harap warga Sleman untuk selalu melindungi anak-anak yang lahir, karena anak yang lahir harus dilindungi." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Spanyol juara Piala Dunia 2026 dengan rekor pertahanan terbaik: hanya kebobolan 1 gol dari 8 laga! Lampaui rekor Prancis, Italia, dan Spanyol 2010.
Polri menangkap buronan Interpol asal Palestina Abdul Karim Raed Miqdad di Indonesia. Ia diketahui membawa tiga paspor, dua di antaranya diduga palsu.
PT Danantara Sumber Daya Alam bersiap mengimplementasikan pengelolaan ekspor SDA satu pintu pada 1 September 2026 untuk memperkuat pengawasan ekspor.
KPK mempersilakan Menteri PU Dody Hanggodo memberikan klarifikasi terkait polemik surat perjalanan dinas ke Amerika Serikat untuk menghindari simpang siur infor
BPBD Kabupaten Temanggung menerima permohonan bantuan air bersih dari lima dusun di Desa Gentan dan segera melakukan asesmen lapangan.
Menteri PU Dody Hanggodo membantah terlibat dugaan doxing terhadap dosen UGM Nabiyla Risfa Izzati dan menegaskan dirinya terbuka terhadap kritik.