Penerbangan Tertunda, WNI Berulah di KLIA hingga Ditangkap Polisi
WNI berusia 25 tahun ditahan di KLIA Malaysia setelah mengamuk akibat penerbangan tertunda lima jam dan mengancam staf maskapai.
Pemakaman mayat dua bayi perempuan yang ditemukan di Berbah oleh petugas di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan, Jumat (15/9/2023)/ Ist-Polsek Berbah
Harianjogja.com, SLEMAN—Kepolisian Sektor Berbah dan Polres Sleman bersama dengan Pemkab Sleman akhirnya memakamkan dua mayat bayi perempuan yang diduga kembar dan ditemukan di Sungai Buntung, Jogotirto, Berbah, Kamis (14/9/2023) lalu. Kedua mayat bayi tersebut dimakamkan dalam satu liang di UPTD Pemakaman Umum (TPU) Seyegan.
Kapolsek Berbah, Kompol Parliska Febrihanoto, yang dikonfirmasi membenarkan perihal pemakaman dua mayat bayi perempuan tersebut. Dua mayat tersebut telah dimakamkan di TPU Seyegang pada Jumat (15/9/2023).
"Sudah dimakamkan kemarin. Kami telah berkirim surat ke Dinsos untuk mohon izin memakamkannya di situ," kata Kapolsek, Sabtu (16/9/2023).
Terkait dengan penyelidikan, kepolisian mengungkapkan, sampai kini pihaknya masih memburu pelaku pembuang bayi. Selain menggali informasi dari bidan seputar Berbah, pihak kepolisian juga berupaya memeriksa rekaman kamera pengintai atau CCTV yang mengarah diseputar lokasi kejadian.
Kasihumas Polresta Sleman AKP Edy Widaryanta mengatakan, dugaan sementara kedua bayi tersebut sengaja dibuang dan bukan berasal dari warga sekitar lokasi kejadian. "Yang jelas kami terus berusaha mencari pelakunya," terangnya.
Terpisah, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku prihatin atas dua jenazah bayi yang ditemukan. Sebagai seorang perempuan dan ibu, Kustini merasa sedih dan miris atas kejadian ini
"Sebagai seorang perempuan dan ibu, saya merasa miris juga sedih dengan kejadian itu. Bayi yang sudah dibiarkan hidup dalam kandung selama sembilan bulan tapi begitu lahir dibuang hingga meninggal seperti itu. Ini sangat tidak masuk akal, bukan tindakan yang manusiawi lagi," kata Kustini.
BACA JUGA: Dua Mayat Bayi di Sungai Berbah Berjenis Kelamin Perempuan, Diduga Kembar
Terlepas siapa pun pelakunya, Kustini khawatir adanya penurunan moral masyarakat yang jadi penyebab terjadinya kasus pembuangan bayi di Sleman. "Kebijakan dan program yang berkaitan dengan perempuan dan anak selalu kita upayakan. Kita juga punya psikolog, pendampingan hukum, sosialisasi ke sekolah, door to door juga terus menerus kita lakukan," ujar dia.
Kustini menilai fenomena pembuangan bayi semacam ini jelas tidak baik. Ia mengaitkan fenomena ini dengan penurunan moral. "Kalau masih ada tindakan seperti [pembuangan bayi] itu, tentu ada fenomena yang tidak baik, yaitu penurunan moral di masyarakat kita," lanjutnya.
Berangkat dari kejadian ini, Kustini berharap agar seluruh masyarakat yang tinggal di Sleman agar melindungi hak anak untuk hidup. "Karena Sleman adalah kabupaten layak anak, ramah anak. Saya harap warga Sleman untuk selalu melindungi anak-anak yang lahir, karena anak yang lahir harus dilindungi." katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
WNI berusia 25 tahun ditahan di KLIA Malaysia setelah mengamuk akibat penerbangan tertunda lima jam dan mengancam staf maskapai.
Jadwal KRL Jogja-Solo Senin 4 Agustus 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif Commuter Line tetap Rp8.000.
Alibaba resmi meluncurkan Qwen3.8-Max, model AI 2,4 triliun parameter dengan kemampuan coding otonom, multimodal, dan context window 1 juta token.
Forbes memperbarui daftar orang terkaya dunia per 3 Agustus 2026. Elon Musk masih memimpin dengan kekayaan Rp12.416 triliun, diikuti Larry Page dan Jeff Bezos.
Massive Attack mengaku ditahan dan diinterogasi di Singapura setelah mengibarkan bendera Palestina saat konser. Dua anggota juga dicekal masuk kembali.
5 aplikasi Google seperti YouTube, Chrome, Maps, Gmail, dan Google Home disebut paling banyak menguras baterai HP. Simak cara mengatasinya.