Tiga Buah Lokal Jogja Diajukan untuk Sertifikasi Varietas
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
sosialisasi dan implementasi Perbawaslu Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tata Kerja dan Pola Hubungan Pengawas Pemilu./ Istimewwa.dok Bawaslu Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bantul melaksanakan kegiatan sosialisasi dan implementasi Perbawaslu Nomor 3 Tahun 2022 tentang Tata Kerja dan Pola Hubungan Pengawas Pemilu.
Ketua Bawaslu Bantul, Didik Joko Nugroho menjelaskan kegiatan sosialisasi dan implementasi ini mengundang seluruh pengawas pemilu kecamatan se-Kabupaten Bantul. Pengawasan dalam penyelenggaraan Pemilu 2024 saat ini dilakukan secara kolektif oleh masing-masing anggota Panwascam, karena hal ini menjadikan tanggungjawab pengawasan adalah tanggung jawab kolektif.
Lebih lanjut disampaikan bahwa saat ini di Bantul telah terbentuk 51 panwaslu kecamatan dan 75 pengawas kalurahan/desa. “Selanjutnya seluruh jajaran pengawas pemilu ini diminta melakukan identifikasi kerawanan tahapan pemilu di masing-masing wilayah,” ujarnya melalui siaran tertulis, Sabtu (23/9/2023)
Beberapa tahapan yang dilakukan identifikasi kerawanan antara lain kerawanan tahapan pemutakhiran data pemilih, kerawanan ditahapan kampanye, kerawanan tahapan dipersiapan logistik, kerawanan tahapan pada pemungutan dan penghitungan suara di Tempat Pemungutan Suara (TPS), kerawanan tahapan saat rekapitulasi hasil suara di Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) serta kerawanan tahapan pada saat ada pemungutan suara ulang atau pemungutan suara lanjutan.
BACA JUGA: Tim 8 Anies Bubar, Diganti BAJA AMIN, Ini Anggotanya
Pada kesempatan yang sama sosiolog Fisipol UGM, Fina Itriyati menyampaikan bahwa pengawas pemilu dalam melaksanakan tugasnya harus memahami kondisi sosial Masyarakat. Pengawas harus paham konteks masyarakat dimana ia bekerja.
Selain itu pengawas juga harus memetakan potensi konflik yang dimungkinkan timbul sehingga dapat melakukan upaya-upaya pencegahan sejak dini. Diharapkan ketika pengawas memahami kondisi social masyarakat maka akan dapat meningkatkan peran masyarakat terutama dalam pengawasan partisipatif.
“Pemahaman tentang situasi masyarakat diharapkan juga dapat membantu pengawas dalam membangun kerjasama dengan pihak-pihak terkait,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
“Tahun ini kita mau proses (sertifikasi) tiga tanaman lokal. Ada alpukat Surokarsan, pisang Morosebo dan pisang Gendruwo,”
361 jemaah haji Gunungkidul dipastikan sehat dan siap menjalani puncak ibadah di Arafah, Muzdalifah, dan Mina
Ducati jual fairing asli MotoGP GP25 Márquez dan Bagnaia lewat MotoGP Authentics untuk kolektor
Meta PHK 8.000 karyawan di tengah investasi besar AI meski perusahaan catat laba tinggi
Pembangunan akses keluar-masuk (ramp on/off) dan Gerbang Tol Trihanggo di area Simpang Kronggahan, Sleman terus bergulir. Proyek konstruksi yang menjadi bagian
Survei State of Motherhood 2026 ungkap rumah tangga bisa kacau dalam 1–2 hari tanpa peran ibu