Target RPJMD DIY Dikejar di Tahun Terakhir, Kemiskinan Jadi Tantangan
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
Ilustrasi perahu nelayan di Pantai Baru, Bantul. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Gelombang tinggi terjadi di pantai Selatan Jawa wilayah Bantul selama sekitar dua pekan terakhir. Para nelayan sebagian besar terpantau tidak melaut karena kondisi gelombang yang membahayakan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah IV, Dwi Rias Pamuji, menjelaskan saat ini kondisi gelombang terpantau setinggi 4-5 meter. “Untuk nelayan minggu-minggu ini off. Paling ada cuma satu-dua nelayan yang memang berani. Tetapi kalau secara umum libur,” ujarnya, Selasa (26/9/2023).
Gelombang tinggi ini menurutnya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, yang disebabkan oleh siklus tahunan. “Faktornya karena siklus tahunan. Terus perputaran bulan itu juga berpengaruh di pasang-surutnya gelombang laut,” katanya.
BACA JUGA: Masih Banyak Nelayan di Gunungkidul Belum Punya Izin Menangkap Benur
Meski demikian ia memastikan kondisi ini masih aman untuk aktivitas wisata, sehingga wisatawan tetap diperbolehkan berkunjung ke pantai. Hal ini diseabkan jarak gelombang tinggi tidak sampai ke pinggiran pantai tempat wisata.
“Kalau wisatawan tetap. Aktivitas di pinggiran pantai selatan masih mandali [aman terkendali]. Cuma untuk kegiatan nelayan mereka tidak beraktivitas. Jarak naiknya air tidak terlalu jauh, cuma gelombangnya itu yang lumayan besar kalau untuk kehiatan nelayan,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan gelombang tinggi diprediksi sudah akan berakhir pada minggu ini, sehingga kemungkinan nelayan sudah bisa kembali melaut. “Ini sudah mulai landai. Hari besok perkiraannya sudah mulai melandai,” kata dia.
Namun ia juga belum bisa memastikan kembalinya aktivitas nelayan, karena di samping gelombang tinggi, ada kendala lain bagi nelayan untuk melaut, seperti kabut. Kabut bisa mengganggu pandangan nelayan sehingga nelayan terkadang menghindarinya.
“Karena kalau aktivitas nelayan meskipun gelombang agak landai, tapi ada kendala lain yang menyebabkan tidak melaut. Seperti kalau pagi biasanya ada kabut tebal di pinggir pantai. Jadi jarak pandangnya tidak bisa jauh,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
RPJMD DIY 2022-2027 masuk tahun terakhir. Pemda optimistis capai target meski kemiskinan dan ketimpangan masih jadi tantangan.
SPMB Jateng 2026 resmi diluncurkan. Daya tampung SMA/SMK negeri hanya 40 persen, gubernur tegaskan tak ada titip-menitip.
UGM dan KAGAMA berupaya manfaatkan rumah Prof Sardjito untuk kegiatan akademik di tengah isu penjualan aset bersejarah.
Kasus penembakan pemuda di Candisari Semarang terungkap. Polisi beberkan kronologi, motif pelaku, hingga peluang restorative justice.
Polda Jabar bongkar penipuan titik dapur MBG, 13 korban rugi Rp1,9 miliar. Pelaku jual akses palsu program pemerintah.
RD Kongo umumkan skuad Piala Dunia 2026, Yoane Wissa jadi andalan. Simak daftar lengkap pemainnya di sini.