Proyek Jembatan Kewek Dimulai, Target Rampung Akhir 2026
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Ilustrasi perahu nelayan di Pantai Baru, Bantul. /Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, BANTUL—Gelombang tinggi terjadi di pantai Selatan Jawa wilayah Bantul selama sekitar dua pekan terakhir. Para nelayan sebagian besar terpantau tidak melaut karena kondisi gelombang yang membahayakan.
Koordinator Satlinmas Rescue Istimewa Wilayah IV, Dwi Rias Pamuji, menjelaskan saat ini kondisi gelombang terpantau setinggi 4-5 meter. “Untuk nelayan minggu-minggu ini off. Paling ada cuma satu-dua nelayan yang memang berani. Tetapi kalau secara umum libur,” ujarnya, Selasa (26/9/2023).
Gelombang tinggi ini menurutnya sudah terjadi sejak dua pekan terakhir, yang disebabkan oleh siklus tahunan. “Faktornya karena siklus tahunan. Terus perputaran bulan itu juga berpengaruh di pasang-surutnya gelombang laut,” katanya.
BACA JUGA: Masih Banyak Nelayan di Gunungkidul Belum Punya Izin Menangkap Benur
Meski demikian ia memastikan kondisi ini masih aman untuk aktivitas wisata, sehingga wisatawan tetap diperbolehkan berkunjung ke pantai. Hal ini diseabkan jarak gelombang tinggi tidak sampai ke pinggiran pantai tempat wisata.
“Kalau wisatawan tetap. Aktivitas di pinggiran pantai selatan masih mandali [aman terkendali]. Cuma untuk kegiatan nelayan mereka tidak beraktivitas. Jarak naiknya air tidak terlalu jauh, cuma gelombangnya itu yang lumayan besar kalau untuk kehiatan nelayan,” ungkapnya.
Dia juga mengungkapkan gelombang tinggi diprediksi sudah akan berakhir pada minggu ini, sehingga kemungkinan nelayan sudah bisa kembali melaut. “Ini sudah mulai landai. Hari besok perkiraannya sudah mulai melandai,” kata dia.
Namun ia juga belum bisa memastikan kembalinya aktivitas nelayan, karena di samping gelombang tinggi, ada kendala lain bagi nelayan untuk melaut, seperti kabut. Kabut bisa mengganggu pandangan nelayan sehingga nelayan terkadang menghindarinya.
“Karena kalau aktivitas nelayan meskipun gelombang agak landai, tapi ada kendala lain yang menyebabkan tidak melaut. Seperti kalau pagi biasanya ada kabut tebal di pinggir pantai. Jadi jarak pandangnya tidak bisa jauh,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PJN DIY resmi mulai penggantian Jembatan Kewek Jogja senilai Rp19 miliar. Cek spesifikasi struktur girder baru dan target rampung Desember 2026.
Alfamidi mengoperasikan 49 PLTS Atap, memangkas 2.976 ton emisi karbon, dan menghemat 2,2 juta lembar kertas hingga Juni 2026.
Melalui Incess for Humanity, Dompet Dhuafa dan Syahrini mendorong kolaborasi antara lembaga filantropi dan figur publik untuk memperkuat kepedulian sosial.
Progres penggantian Jembatan Kewek mencapai 73,009% per 25 Oktober 2026. Proyek ini ditargetkan selesai pada 25 Desember 2026.
Vaksincom menemukan 69,6% host PHP di Indonesia menggunakan versi kedaluwarsa. Kenali risiko PHP2Shell dan langkah mencegah peretasan.
Hunter’s Moon 26 Oktober 2026 dapat diamati dengan mata telanjang. Simak jadwal kemunculan Bulan, asal-usul nama, dan kewaspadaan banjir rob.