Tingkatkan Budaya Baca, Festival Literasi Gunungkidul 2026 Resmi Digelar
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
LPG 3 Kg di pangkalan. - Ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Perdagangan Gunungkidul memastikan stok gas elpiji bersubsidi kemasan tiga kilogram masih aman. Kepastian ini terlihat dari kuota yang telah terdistribusikan.
Sub Koordinator Pengawasan dan Pengendalian, Dinas Perdagangan Gunungkidul, Rindang Arifian Setiyaningsih mengatakan, tahun ini di Gunungkidul mendapatkan kuota gas melon sebanyak 5,73 juta tabung.
Hingga akhir Agustus, realisasi penyaluran gas bersubsidi ini sudah mencapai sekitar 4 jutaan tabung. “Jadi stoknya masih ada dan sekarang juga tersedia di pasaran,” katanya, Kamis (28/9/2023).
Menurut dia, ketersediaan stok maka proses distribusi di pasaran berjalan dengan lancar. Selain itu, juga tidak ada kelangkaan atau kesulitan warga mendapatkan gas bersubsidi.
“Terus kami pantau dan masih lancar pasokannya,” katanya.
Meski aman, Rindang mengakui upaya pengawasan di lapangan terus dilakukan. Selain untuk kepastian stok, juga sebagai upaya memastikan penyaluran dapat tepat sasaran.
“Pantauan ke lapangan dilakukan secara rutin,” katanya.
Untuk harga, Rindang mengakui masih mengacu pada Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500 per tabungnya. Namun demikian, ia tidak menampik ada usulan agar harga dinaikan.
“Usulan HET baru sebesar Rp18.000 per tabung. Namun hingga sekarang belum ada keputusan kenaikan ini disetujui atau tidak,” kata Rindang.
BACA JUGA: Agen di Gunungkidul Minta Kenaikan HET Gas Melon
Koordinator Paguyuban Agen LPG Gunungkidul, Kristianto Subekti mengatakan, Ada beberapa alasan yang mendasari permintaan untuk menaikan harga jual.
Selain karena tidak berubah dalam beberapa tahun terakhir, permintaan juga tidak lepas dari margin keuntungan yang didapatkan penjual di pangkalan. Sebagai rantai penditribusian terakhir dalam tata kelola penyaluran gas bersubsidi keuntungannya sangat kecil dan kurang menguntungkan dari sisi bisnis.
“Keuntungannya hanya Rp500 per tabung. Jadi, dari sisi bisnis sudah tidak prospek, makanya kami minta ada kenaikan. Apalagi uang subsidi yang diberikan juga sangat banyak,” katanya.
Dorongan untuk menaikan juga sebagai upaya memperbaiki tata kelola pendistibusian agar lebih tepat sasaran. Kristianto tidak menampik bahwa pendistribusian terakhir di tingkat pangkalan, namun fakta di lapangan masih ada pengencer atau warung-warung yang memperjualbelikannya.
“Biar bisa lebih terkontrol pendistribusian. Apalagi, ke depannya pembeliah juga melalui aplikasi dengan menggunakan KTP el. Jadi, dengan menaikan harapannya pembeli bisa langsung ke pangkalan,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gunungkidul menggelar Festival Literasi 2026 selama lima hari untuk memacu budaya membaca dan berkarya di masyarakat.
Jadwal Asian Games 2026 hari ini, Selasa 22 September. Indonesia tampil di 17 cabor, termasuk bulu tangkis beregu putra dan putri.
IHSG melemah 0,88% ke 6.384,73 jelang RDG BI. Simak area support IHSG dan rekomendasi saham BIPI, IRSX, GDST, serta SMRA.
Asita DIY menyebut Kelok 23 berpotensi membuka koridor wisata Bantul-Gunungkidul dan memperpanjang lama tinggal wisatawan di DIY.
Banjir bandang menerjang kompleks perkantoran Bupati Solok. Kantor PUPR, kesehatan, BKD hingga DPRD terdampak, warga juga dievakuasi.
Lebih dari 1.600 karyawan Apple Italia mogok kerja saat peluncuran iPhone 18 Pro. Serikat pekerja menuntut perbaikan kondisi kerja.