Fenomena Api Seyegan Ternyata Bukan Gas Alam, Ahli Serahkan ke Polisi
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Suasana Alumni Berbgai yang digelar FKKMK UGM pada Sabtu (30/9/2023) di Auditorium FKKMK UGM./Harian Jogja -- Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, SLEMAN—Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FKKMK) Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menggelar Meridian Alumni Berbagi. Kegiatan ini diharapkan dapat membagi pengalaman dan pengetahuan para alumni yang dapat dijadikan rujukan meniti karir para lulusan FKKMK UGM.
Ketua Panitia Meridian 2023, Riani Witaningrum menjelaskan Alumni Berbagi tahun ini mengusung tema Empowering Healthcare Professionals: A Journey to Purpose, Resilience and Impact. Tema itu dipilih merujuk bagaimana tenaga kesehatan bisa memiliki tujuan yang sama dan mengupayakan tujuan itu agar berdampak bagi kemaslahatan masyarakat. "Terutama pada bidang kesehatan secara umum di Indonesia," ungkapnya pada Sabtu (30/9/2023) di Auditorium FKKMK UGM.
BACA JUGA : Kejagung Dalami Keterlibatan Menteri Dito Ariotedjo di Kasus Korupsi BTS Kominfo
Alumni Berbagi sudah digelar sejak tahun 2017 dan selanjutnya rutin diselenggarakan setiap tahunnya. Kegiatan ini berada di bawah Unit Alumni bekerja sama dengan KAGAMA Kedokteran dan organisasi mahasiswa di FKKMK UGM. Alumni Berbagi tahun ini juga sekaligus menjadi momen peluncuran Career Development Center untuk alumni.
Kegiatan Alumni Berbagi mendatangkan alumni-alumni fakultas dari bidang keilmuan kedokteran, keperawatan, maupun gizi. Para alumni yang hadir selanjutnya berbagi pengalaman, masukan, saran, maupun memberi wawasan bagi mahasiswa mengenai target karir secara tepat. Acara ini terbuka bagi mahasiswa, lulusan FKKMK UGM juga untuk umum.
"Dengan harapan nanti narasumber dapat memberikan gambaran yang lebih jelas tentang pencapaian karir di bidang masing-masing," katanya.
Wakil Dekan Bidang Kerja Sama, Alumni dan Pengabdian Kepada Masyarakat FKKMK UGM, Sudadi menambahkan hal yang mendasari digelarnya Alumni Berbagi adalah kegamangan dari sejumlah mahasiwa pasca lulus. "Sehingga muncul ide Alumni Berbagi, untuk memberikan gambaran setelah lulus itu seperti apa," ujarnya.
Karenanya para alumni didatangkan untuk berbagi pengalaman serta beragam peluang pasca mahasiswa rampung studi. "Semoga nanti dari para pembimbing bisa memberikan masukan-masukan dan tentunya ini akan berguna bagi kelanjutan karir dari para alumni," ujarnya.
Sudadi berharap berbagai pengetahuan yang terbagi tidak hanya berhenti dalam kegiatan ini. "Semoga acara hari ini tidak hanya berhenti untuk berbagai pengalaman. Dari unit alumni sudah ada mentoring untuk karir juga sebetulnya dan ini adalah suatu kelanjutan yang terus menerus kita jalankan," tegasnya.
Career Development Center yang diluncurkan memuat program-program softskills seperti pelatihan mempresentasikan diri baik melalui media konvensional, maupun menggunakan teknologi seperti video dan media sosial. Softskills untuk meningkatkan kualitas lulusan juga sudah masuk sebagai mata kuliah seperti professional behaviour (PB), community and family health care (CFHC) dan kuliah kerja nyata (KKN). Ia berharap dengan adanya CDC program-program ini akan lebih terintegrasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Fenomena api Seyegan Sleman dipastikan bukan berasal dari gas alam. Polisi kini menyelidiki penyebab kemunculan api yang terjadi 126 kali.
Jadwal lengkap KRL Solo–Jogja dari Palur hingga Tugu. Simak jam keberangkatan terbaru dan imbauan KAI.
Lima peserta SPPI meninggal saat pelatihan bela negara. Pengamat mendesak investigasi independen dan audit total sistem pelatihan.
Manchester City resmi menunjuk Enzo Maresca sebagai pelatih kepala hingga 2029. Mantan asisten Pep Guardiola itu menghadapi tantangan besar menjaga dominasi The
Pemkab Kulonprogo berencana menghidupkan kembali Alwa GERR Nostalgia di Alun-alun Wates untuk menggerakkan UMKM, budaya, dan hiburan masyarakat.
Indonesia menempati peringkat kelima negara dengan tingkat obesitas tertinggi di ASEAN. Prevalensi mencapai 11,52% dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kro