11 Bayi Dievakuasi dari Sebuah Rumah di Pakem Sleman, 3 Sakit
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
Warga Padukuhan Sremo Tengah, Rubiyo, sedang menunjukkan nisan-nisan bekas makam yang muncul akibat surutnya air di Waduk Sermo, Rabu (4/10/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Sepetak lahan bekas makam terlihat di tengah Waduk Sermo setelah air di waduk tersebut surut hampir delapan meter. Dari kejauhan tampak beberapa nisan dan bekas rumahan nisan yang telah hancur meski masih ada yang utuh.
Warga Padukuhan Sremo Tengah, Rubiyo mengatakan bahwa kemunculan makam tersebut terjadi sejak Juli 2023. Munculnya makam terjadi secara perlahan seiring surutnya air waduk.
“Kalau hujan kuat [deras], air bisa sampai gazebo [sekitar 213 meter dari ujung makam]. Nama makamnya Jambu Mangli,” kata Rubiyo ditemui di warungnya, Rabu (4/10/2023).
Rubiyo menambahkan lahan yang muncul akibat surutnya air dapat mengakomodasi 150 tenda kapasitas empat orang. Namun, jika hujan deras dan debit air bertambah, lahan yang ada hanya mampu diisi lima belas tenda.
BACA JUGA: FKY 2023 Akan Dibuka di Waduk Sermo, Ketahanan Pangan Jadi Tema Utama
Pria yang juga bendahara wisata Taman Gudang tersebut mengaku mayoritas warga Sermo Tengah sudah menggunakan PDAM untuk kebutuhan sehari-hari. Jarang yang menggunakan sumur tanah. Pasalnya untuk mendapat air, seseorang perlu menggali sumur tanah sedalam kurang lebih 20 meter.

Pengambilan Data Instrumentasi Kantor Jaga Bendungan Sermo, Sayib, mengatakan bahwa air Waduk Sermo digunakan utamanya untuk irigasi dan air minum. Namun saat ini air yang ada surut 7,81 meter.
“Akibat kemarau, sekarang itu elevasi muka air waduk 129.23 mdpl atau 11.610.180 meter kubik. Itu posisi pintu air terbuka dengan kapasitas 300 liter per detik. Jadi surutanya sudah 7,83 meter,” kata Sayib.
Sayib mengaku pembukaan pintu air waduk sudah dilakukan sejak dua pekan lalu. Kamis (5/10/2023), pintu tersebut akan ditutup. Terangnya, pembukaan pintu air dilakukan untuk kebutuhan pertanian jagung di Daerah Irigasi (DI) Pekik Jamal
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 11 bayi dievakuasi dari rumah di Pakem Sleman. Tiga bayi sakit dan dibawa ke rumah sakit, polisi masih menyelidiki kasus tersebut.
KPK memeriksa pejabat Bea Cukai dan pengusaha terkait dugaan aliran uang korupsi serta pengembangan kasus suap impor barang di Kemenkeu.
SIM keliling Sleman 19 Mei 2026 hadir di Mitra 10, termasuk layanan malam di Sleman City Hall untuk perpanjangan SIM A dan C.
Wali Kota Jogja Hasto Wardoyo dorong skrining kesehatan mental siswa usai kasus klitih yang menewaskan pelajar di depan SMAN 3 Jogja.
Jadwal SIM keliling Jogja hari ini hadir di Alun-Alun Kidul dan layanan drive thru di Mal Pelayanan Publik Kota Jogja.
KAI Daop 6 Yogyakarta mencatat 246 ribu penumpang KAJJ selama libur Kenaikan Yesus Kristus, naik 189 persen dari pekan sebelumnya.