Berkat Beasiswa Pemprov Jateng, Santri Ini Bisa Kuliah Kedokteran Gigi
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Muhammad Faris Asfihany pengguna BPJS Kesehatan.
SLEMAN—Sudah tiga kali Muhammad Faris Asfihany menggunakan penjaminan dari Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan untuk pengobatan sakit giginya. Penyakit yang sudah lama dia derita memang perlu penanganan secara berkala.
Sepertinya beberapa kalangan masyarakat punya penyakit menahun. Bisa karena alergi atau kondisi beberapa bagian tubuh yang memang perlu penanganan khusus. Faris salah satunya. Dia sudah lama punya penyakit gigi. Tentu tidak setiap hari terasa sakit, tetapi kadang kala kumat di waktu-waktu yang tidak tepat.
Menjadi fleet coordinator di salah satu perusahaan ekspedisi di Jogja, membuat tanggung jawabnya cukup besar. Perlu fokus dan totalitas dalam menjalankan pekerjaan, sehingga kondisi sakit sebisa mungkin diminimalkan.
Meski pada akhirnya sakit tetap bisa singgah di tubuh Faris. “Selama sakit gigi kumat, saya menggunakan fasilitas JKN kurang lebih sudah tiga kali. Kebetulan dapat fasilitas BPJS dari kantor,” kata Faris, Rabu (4/10/2023).
BACA JUGA: Dampak Kekeringan Air Tanah di DIY Menyusut, Wilayah Ini Terancam Krisis Air
Menurut laki-laki yang tinggal di Sleman ini, penjaminan JKN membantu kehidupan masyarakat, terutama dengan ekonomi kelas menengah. Ruang pendapatan untuk berobat bisa digunakan untuk kebutuhan lain.
Terlebih belum lama ini Faris baru saja menikah dan membangun rumah tangga. Di samping perlu kebutuhan yang besar untuk mengurus banyak hal, perlu semakin menjaga kesehatan agar bisa mencari nafkah untuk keluarganya. Dan apabila sakit, maka ada BPJS Kesehatan yang dapat ia gunakan untuk mengakses pengobatan tanpa khawatir biaya.
Selama mengakses pengobatan dengan penjaminan JKN, Faris merasa pelayanannya cukup baik. “Waktu itu berobat di Klinik Bangun Husada di Depok, Sleman. Pelayanannya baik, dari segi pemberian obat sampai sisi konsultasi. Dokter memberikan saran serta solusi bagi penderita gigi yang sedang tidak baik-baik saja,” kata laki-laki berusia 25 tahun ini.
Pelayanan juga tergolong cepat dan sama dengan pasien umum. Faris berharap sakit giginya ke depan tidak kumat lagi. Misal terpaksa sakit dan harus berobat, dia memanfaatkan aplikasi Mobile JKN.
“Pernah juga untuk mengambil antrean, jadi cukup memudahkan, karena semua layanan dalam satu genggaman,” katanya. “Cepet dan enggak ribet menggunakan aplikasi Mobile JKN.” (BC)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Program beasiswa santri dan pengasuh pondok pesantren tahun 2026 yang digulirkan oleh Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, membuka peluang dan harapan
Baznas Kulonprogo telah menyalurkan 40 tangki air bersih ke 11 titik kekeringan. Sebanyak 200 tangki disiapkan selama musim kemarau.
Bareskrim mengungkap MV King Sun tiga kali menyelundupkan ketamin. Pengiriman ke Indonesia sebanyak 1.298 kg berhasil digagalkan.
KPK belum menahan Yuddy Renaldi dalam kasus dugaan korupsi iklan Bank BJB karena mempertimbangkan kondisi kesehatannya.
Jadwal KRL Jogja-Solo Jumat 14 Agustus 2026 tersedia 15 perjalanan. Simak jadwal lengkap tiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Karhutla Gunung Bromo di kawasan TNBTS berhasil dipadamkan. Luas area terbakar mencapai 1.120 hektare di empat kabupaten.