Bahaya OOT Mengintai Remaja Jogja, BPOM Ungkap Fakta Mengerikan
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Ilustrasi pendidikan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bekerja sama dengan Lingkar Daerah Belajar (LDB) Regional Yogyakarta menginisiasi Forum Penggerak Pendidikan Daerah (FPPD) Yogyakarta. Forum tersebut menjadi wadah berbagai stakeholder untuk bekerja sama peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bantul.
Wakil Bupati Kabupaten Bantul, Joko Purnomo menyampaikan forum tersebut dibentuk dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan pers yang ada di wilayah DIY. Dia pun berharap keterlibatan berbagai elemen dalam forum tersebut diharapkan dapat turut meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bantul.
“Forum ini adalah forum dalam rangka untuk berdiskusi menyamakan satu pola pikir untuk bagaimana memperbaiki kualitas pendidikan kita menuju suatu tujuan untuk membentuk anak didik kita yang berkarakter, cerdas, memiliki kepribadian Indonesia dan berakhlak mulia,” katanya di Ros In Hotel, Senin (16/10/2023).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyampaikan dalam implementasi pendidikan di Kabupaten Bantul masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, misalnya dalam implementasi kurikulum merdeka. Menurutnya perubahan kurikulum tersebut menuntut para guru mengubah paradigmanya dengan cepat.
BACA JUGA: 20 Hektare Lahan di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Terbakar
Dalam kurikulum tersebut siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kemampuan memecahkan masalah dan literasi yang baik. Menurutnya guru harus mampu mendampingi peserta didik agar tujuan kurikulum tersebut dapat tercapai.
Selain itu menurut Isdarmoko adanya guru penggerak dalam kurikulum merdeka juga perlu mendapat perhatian. Menurutnya para guru perlu disiapkan agar guru dapat menghadirkan metode pembelajaran tidak konvensional yang disesuaikan dengan perkembangan anak saat ini.
“Dalam kebijakan guru penggerak, ini paradigma baru untuk guru. Sekarang pembelajaran tidak boleh konvensional, dinamis [pembelajaran]. Anak-anak sekarang berbeda dengan guru dalam kesiapan belajar, kemandirian belajar, maupun inovasi dalam belajar. Kalau guru tidak mau berubah ya tergeser [peran guru],” katanya.
Isdarmoko menilai pendidikan merupakan aspek yang dinamis. Sehingga implementasi pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, tuntutan, dan tantangan ke depan.
“Sehingga pendidikan begitu dinamis, tidak bisa kita mempertahankan suatu model pembelajaran atau kebijakan tertentu. Kita harus mengikuti dinamika zaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Penyalahgunaan obat-obatan tertentu di Jogja meningkat dan mengancam generasi muda. BPOM ungkap dampak serius hingga risiko kematian.
Relokasi SDN Nglarang Sleman dimulai dengan pengurukan lahan hingga September. Sekolah terdampak proyek Tol Jogja-Solo.
Polemik ibadah di Bantul dimediasi polisi. Sultan minta warga jaga toleransi dan tidak terprovokasi isu.
Mahkamah Agung kurangi vonis Zaini Arony jadi 5 tahun penjara dalam kasus korupsi LCC. Ini rincian amar putusan kasasi.
DPRD Jogja soroti klitih yang berulang. Pemkot diminta kaji akar masalah remaja, tak hanya penindakan hukum.
Daftar lokasi Salat Iduladha 1447 H Muhammadiyah DIY tersebar di ribuan titik. Cek sebagian lokasi di Bantul, Sleman, dan Jogja.