Kasus Baru HIV di Kota Jogja Turun, Ada Temuan 41 Kasus hingga Juni 2026
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Ilustrasi pendidikan - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL–Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul bekerja sama dengan Lingkar Daerah Belajar (LDB) Regional Yogyakarta menginisiasi Forum Penggerak Pendidikan Daerah (FPPD) Yogyakarta. Forum tersebut menjadi wadah berbagai stakeholder untuk bekerja sama peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Bantul.
Wakil Bupati Kabupaten Bantul, Joko Purnomo menyampaikan forum tersebut dibentuk dengan melibatkan akademisi, pelaku usaha, komunitas, pemerintah dan pers yang ada di wilayah DIY. Dia pun berharap keterlibatan berbagai elemen dalam forum tersebut diharapkan dapat turut meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Bantul.
“Forum ini adalah forum dalam rangka untuk berdiskusi menyamakan satu pola pikir untuk bagaimana memperbaiki kualitas pendidikan kita menuju suatu tujuan untuk membentuk anak didik kita yang berkarakter, cerdas, memiliki kepribadian Indonesia dan berakhlak mulia,” katanya di Ros In Hotel, Senin (16/10/2023).
Sementara Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kabupaten Bantul, Isdarmoko menyampaikan dalam implementasi pendidikan di Kabupaten Bantul masih ada beberapa hal yang perlu ditingkatkan, misalnya dalam implementasi kurikulum merdeka. Menurutnya perubahan kurikulum tersebut menuntut para guru mengubah paradigmanya dengan cepat.
BACA JUGA: 20 Hektare Lahan di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Terbakar
Dalam kurikulum tersebut siswa diharapkan dapat memiliki kemampuan berpikir kritis, kreativitas, kolaborasi, kemampuan memecahkan masalah dan literasi yang baik. Menurutnya guru harus mampu mendampingi peserta didik agar tujuan kurikulum tersebut dapat tercapai.
Selain itu menurut Isdarmoko adanya guru penggerak dalam kurikulum merdeka juga perlu mendapat perhatian. Menurutnya para guru perlu disiapkan agar guru dapat menghadirkan metode pembelajaran tidak konvensional yang disesuaikan dengan perkembangan anak saat ini.
“Dalam kebijakan guru penggerak, ini paradigma baru untuk guru. Sekarang pembelajaran tidak boleh konvensional, dinamis [pembelajaran]. Anak-anak sekarang berbeda dengan guru dalam kesiapan belajar, kemandirian belajar, maupun inovasi dalam belajar. Kalau guru tidak mau berubah ya tergeser [peran guru],” katanya.
Isdarmoko menilai pendidikan merupakan aspek yang dinamis. Sehingga implementasi pendidikan harus disesuaikan dengan perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, tuntutan, dan tantangan ke depan.
“Sehingga pendidikan begitu dinamis, tidak bisa kita mempertahankan suatu model pembelajaran atau kebijakan tertentu. Kita harus mengikuti dinamika zaman,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinkes Kota Jogja mencatat 41 kasus baru HIV hingga triwulan II 2026, turun dibandingkan 118 kasus pada 2024 dan 98 kasus pada 2025.
Produksi padi RI mencapai 43,89 juta ton GKG hingga Agustus 2026, naik 0,07 persen meski menghadapi ancaman El Nino.
Prabowo memanggil pimpinan Bakom di Hambalang dan meminta komunikasi pemerintah lebih sederhana, terbuka, serta dekat dengan masyarakat.
Jadwal SIM Keliling Polda DIY Senin 5 Oktober 2026 tersedia di Prambanan, JCM, dan Ramai Mall. Simak lokasi, jam layanan, dan syaratnya.
Sports tourism Indonesia dinilai punya potensi besar, didukung event internasional dan perubahan gaya hidup masyarakat.
Produksi mobil Indonesia mencapai 859.256 unit hingga Agustus 2026. BYD dan Jaecoo masuk 10 besar produsen dengan produksi terbesar.