20 Hektare Lahan di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Terbakar

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Senin, 16 Oktober 2023 20:17 WIB
20 Hektare Lahan di Perbukitan Menoreh Kulonprogo Terbakar

Kebakaran lahan/hutan - Freepik

Harianjogja.com, KULONPROGO—Lahan seluas 20 hektare di Perbukitan Menoreh, tepatnya di Hutan Gunungroto, Padukuhan Selo Timur, Kalurahan Hargorejo, Kokap, Kulonprogo terbakar, Minggu (15/10/2023). Kebakaran tersebut merembet ke Padukuhan Tejogan sehingga api baru bisa padam pada Senin (16/10/2023) sekitar pukul 14.00 WIB.

"Perkiraan seluas kurang lebih 20 hektare yang terbakar. Itu lahan milik Perhutani Jogja. Pohonnya macam-macam, ada mahoni, sonokeling, akasia," kata Dukuh Tejogan, Fauzan, Senin (16/10/2023).

Fauzan menambahkan kebakaran pertama kali terjadi di Padukuhan Selo Timur, Hargorejo. Dia mengaku api yang sangat besar akhirnya merembet sampai wilayahnya. "Cuaca juga panas dan anginnya kencang. Awalnya ya di Selo Timur terus naik ke Utara," katanya.

Padahal menurut Fauzan, lahan milik Perhutani tersebut penting untuk penghijauan dan penahan air.  Kasi Humas Polres Kulonprogo, Iptu Triatmi Noviartuti, mengatakan bahwa kebakaran di Padukuhan Selo Timur terjadi pukul 13.00 WIB. Kata dia, beberapa jam sebelumnya ada warga yang membersihkan lahan dengan membakar dahan-dahan kering.

BACA JUGA: Pendaftaran Kurang 3 Hari, Siapa Pendamping Ganjar? Megawati: Tenang, Saya Tidak Salah Pilih

"Salah satu warga membakar dahan kering pukul 08.00 WIB. Sekitar pukul 11.30 WIB warga tersebut pulang untuk isoma [istirahat, salat, dan makan]. Kondisi api saat ditinggal padam," kata Noviartuti.

Noviartuti menambahkan setelah kebakaran terjadi, warga berupaya memadamkan pukul 13.00 WIB dengan memisahkan sampah daun kering dari sumber api. Warga juga mencoba memukul-mukul api dengam batang pohon namun api tidak padam. Api lalu menjalar ke lahan Perhutani dan merembet ke titik-titik lain. Jauhnya sumber air membuat api lambat dipadamkan.

Kepala Seksi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kulonprogo, Budi Prastawa, mengatakan bahwa ada sekitar 150 personel gabungan yang dikerahkan untuk memadamkan api di Hargorejo. "Memang di sana itu sangat kering. Terkait sebab kebakaran bisa bermacam hal. Polres yang menangani," kata Budi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Maya Herawati
Maya Herawati Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online