Bulan Dana PMI Gunungkidul 2026 Targetkan Rp600 Juta untuk Aksi Sosial
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Siswa di SDN Ngalang Alang Ombo di Kalurahan Serut, Gedangsari sedang bermain di halaman sekolah. Selasa (20/6/2023)./Harian Jogja-David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pendidikan Gunungkidul berjanji memperbaiki kerusakan di SD Negeri Candibaru 1 di Padukuhan Kerdon, Jatiayu, Karangmojo. Dinas mengaku sudah mengecek ke lokasi kejadian.
Kepala Dinas Pendidikan Gunungkidul, Nunuk Setyowati saat dikonfirmasi berkaitan dengan ambrolnya plafon di ruang belajar darurat di sekolah tersebut.
Menurut Nunuk, sudah ada pengecekan ke lokasi atap jebol. Peninjauan tidak dilakukan sendiri karena bersamaan dengan Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul.
BACA JUGA: Waduh! Separuh Pendaftar PPPK Tak Lolos Seleksi Administrasi di Gunungkidul
“Sudah ditinjau dan kerusakan di ruang UKS di SDN Candibaru 1 hanya di bagian atap,” katanya kepada wartawan, Rabu (18/10/2023).
Meski demikian, Nunuk mengakui kerusakan tersebut mengganggu kegiatan belajar, khususnya untuk siswa kelas 2. Hal ini dikarenakan ada kerusakan Gedung utama untuk ruang kelas sehingga terpaksa belajar di UKS.
“Ada tiga kelas yang rusak. Makanya, ruang UKS digunakan untuk kegiatan belajar mengajar,” katanya.
Ia memastikan perbaikan sudah masuk dalam program kerja. Hanya saja, pelaksanaannya tidak bisa tahun ini. “Tahun depan diperbaiki dan sudah masuk rencana kegiatan di 2024,” katanya.
BACA JUGA: Akhirnya! 3 Keluarga Penghuni Terakhir Bukit Kembang Gunungkidul Sudah Pindah
Kerusakan bangunan di SD Negeri Candibaru 1 di Padukuhan Kerdon, Jatiayu, Karangmojo semakin parah. Hal ini terlihat dari ambruknya atap ruang UKS yang dipergunakan untuk ruang belajar darurat bagi siswa kelas 2.
Tidak ada korban dalam peristiwa ini. Namun para siswa terpaksa mengungsi sementara waktu untuk belajar ke musala sekolah.
Kepala SDN Candibaru 1, Winarna mengatakan, peristiwa ambruknya atap ruang UKS terjadi pada Selasa (17/10/2023) sekitar pukul 12.00 WIB. Beruntungnya pada saat kejadian, para siswa sudah pulang sehingga tidak ada korban apapun dalam peristiwa ini.
“Sudah pulang dan saat kejadian siswa lain sedang menjalankan Salat Dhuhur, tiba-tiba terdengar suara gemuruh dan saat dilihat ternyata atap ruang UKS ambruk,” kata Winarna.
Menurut dia, ambruknya atap ruang kelas darurat ini terjadi karena kayu penyangga yang sudah lapuk. Untuk sementara sudah dilakukan kegiatan bersih-bersih bekas reruntuhan enternit di ruang tersebut.
“Sudah mulai dibersihkan hari ini dan para siswa untuk sementara belajar di Musala sekolah,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PMI Gunungkidul menargetkan donasi Rp600 juta dalam Bulan Dana PMI 2026 untuk mendukung donor darah, kebencanaan, dan berbagai aksi sosial.
Jadwal KRL Jogja-Solo Kamis 23 Juli 2026 lengkap dari Stasiun Yogyakarta hingga Palur. Tarif tetap Rp8.000 untuk sekali perjalanan.
Peringatan HAN 2026 di Prambanan libatkan ratusan siswa. Edukasi budaya, bantuan sosial, dan pesan penting untuk generasi muda.
Donald Trump dikabarkan ingin mendorong Presiden FIFA Gianni Infantino menjadi Sekjen PBB setelah masa jabatan António Guterres berakhir.
Kepala BGN Sudaryono menegaskan Program Makan Bergizi Gratis dijalankan secara transparan tanpa rapat rahasia dan konflik kepentingan.
Danantara membuka pendaftaran Lenders Panel untuk pembiayaan proyek pengolahan sampah menjadi energi listrik hingga 28 Juli 2026.