Perketat Pengawasan Hewan Kurban, Gunungkidul Kerahkan 120 Petugas
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Warga bekerja bakti memindahkan rumah Winarno yang berada di Perbukitan Kembang di Padukuhan Suru, Kampung, Ngawen. Rabu (18/10/2023)./Istimewa
Harianjogja.com. GUNUNGKIDUL—Sebanyak tiga keluarga di Bukit Kembang yang berada di Padukuhan Suru, Kampung, Kapanewon Ngawen sudah mulai pindah ke lokasi yang lebih aman dari serangan monyet ekor panjang. Masing-masing keluarga yang direlokasi tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta dari Pemkab Gunungkidul.
Lurah Kampung, Suparna mengatakan proses pemindahan rumah ketiga warga sudah dilakukan sejak Rabu (18/10/2023). Total ada 200 orang yang membantu proses pemindahan dengan cara membongkar bangunan lama, untuk kemudian didirikan di lokasi baru. “Sudah mulai dan antusias warga untuk membantu sangat tinggi,” kata Suparna kepada wartawan, Rabu siang.
Dia menjelaskan, untuk tahap awal yang dibongkar dua rumah milik Winarno dan menantunya Edi. Sedangkan milik Tupar yang lokasinya paling atas menunggu kedua rumah selesai dibangun. “Kami selesaikan yang dua rumah. Setelahnya baru memindahkan milik Pak Tupar,” katanya.
BACA JUGA: Cerita Penghuni Terakhir Bukit Kembang Gunungkidul
Menurut dia, relokasi bisa dilakukan berkat bantuan dari Pemkab Gunungkidul. Setiap keluarga menerima bantuan sosial sebesar Rp30 juta untuk pindah ke tempat aman dari serangan monyet maupun akses beraktivitas yang lebih gampang karena tidak lagi tinggal di lereng perbukitan. “Kalau di bukit susah dan sering berkonflik dengan monyet. Makanya dipindah ke tempat lebih aman sehingga aktivitas juga lebih mudah,” katanya.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, upaya relokasi tiga warga yang tinggal di Kawasan perbukitan Kembang di Kalurahan Kampung, Ngawen sudah mulai dilakukan. Untuk pelaksanaan, setiap keluarga mendapatkan bantuan relokasi sebesar Rp30 juta.
Menurut dia, sebelum bantuan diberikan sudah melakukan survei kelayakan. Adapun hasilnya, ketiga keluarga masuk dalam kategori layak dipindah karena berada di lokasi rawan longsor. “Sudah disurvei dan makanya bantuan bisa diberikan. Mudah-mudahan proses relokasi bisa cepat selesai dan warga terdampak segera menempati rumah baru,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, di wilayah RT 04/RW 07 di Padukuhan Suru terdapat 22 kepala keluarga yang tinggal di lerang Bukit Kembang. Namun dikarenakan akses yang sulit dan sering berkonflik dengan monyet ekor Panjang, warga di Kawasan tersebut memutuskan pindah hingga akhirnya hanya menyisakan tiga keluarga.
“Sebenarnya kami juga ingin pindah, tapi tidak ada biaya sehingga tetap bertahan. Mudah-mudahan ada bantuan untuk pindah sehingga tidak lagi berkonflik dengan kawanan monyet,” kata Tupar, salah seorang warga di Bukit Kembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Gunungkidul perketat pengawasan hewan kurban 2026 dengan 120 petugas dan pemeriksaan SKKH di pasar hewan.
Arsenal juara Liga Inggris 2026 setelah Manchester City ditahan Bournemouth 1-1. The Gunners akhiri penantian gelar selama 22 tahun.
SIM keliling Gunungkidul hari ini hadir di Patuk. Cek jadwal SIMMADE, SIMPITU, SIM Station, hingga layanan Satpas terbaru.
Bantul siapkan guru SD hadapi Bahasa Inggris wajib 2027. Pelatihan dan komunitas belajar mulai dibentuk.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.