Geopark Gunungsewu Bersiap, Asesor UNESCO Kunjungi Gunungkidul
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Warga bekerja bakti memindahkan rumah Winarno yang berada di Perbukitan Kembang di Padukuhan Suru, Kampung, Ngawen. Rabu (18/10/2023)./Istimewa
Harianjogja.com. GUNUNGKIDUL—Sebanyak tiga keluarga di Bukit Kembang yang berada di Padukuhan Suru, Kampung, Kapanewon Ngawen sudah mulai pindah ke lokasi yang lebih aman dari serangan monyet ekor panjang. Masing-masing keluarga yang direlokasi tersebut mendapatkan bantuan sebesar Rp30 juta dari Pemkab Gunungkidul.
Lurah Kampung, Suparna mengatakan proses pemindahan rumah ketiga warga sudah dilakukan sejak Rabu (18/10/2023). Total ada 200 orang yang membantu proses pemindahan dengan cara membongkar bangunan lama, untuk kemudian didirikan di lokasi baru. “Sudah mulai dan antusias warga untuk membantu sangat tinggi,” kata Suparna kepada wartawan, Rabu siang.
Dia menjelaskan, untuk tahap awal yang dibongkar dua rumah milik Winarno dan menantunya Edi. Sedangkan milik Tupar yang lokasinya paling atas menunggu kedua rumah selesai dibangun. “Kami selesaikan yang dua rumah. Setelahnya baru memindahkan milik Pak Tupar,” katanya.
BACA JUGA: Cerita Penghuni Terakhir Bukit Kembang Gunungkidul
Menurut dia, relokasi bisa dilakukan berkat bantuan dari Pemkab Gunungkidul. Setiap keluarga menerima bantuan sosial sebesar Rp30 juta untuk pindah ke tempat aman dari serangan monyet maupun akses beraktivitas yang lebih gampang karena tidak lagi tinggal di lereng perbukitan. “Kalau di bukit susah dan sering berkonflik dengan monyet. Makanya dipindah ke tempat lebih aman sehingga aktivitas juga lebih mudah,” katanya.
Kepala Bidang Perumahan, Dinas Pekerjaan Umum Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPRKP) Gunungkidul, Nur Giyanto mengatakan, upaya relokasi tiga warga yang tinggal di Kawasan perbukitan Kembang di Kalurahan Kampung, Ngawen sudah mulai dilakukan. Untuk pelaksanaan, setiap keluarga mendapatkan bantuan relokasi sebesar Rp30 juta.
Menurut dia, sebelum bantuan diberikan sudah melakukan survei kelayakan. Adapun hasilnya, ketiga keluarga masuk dalam kategori layak dipindah karena berada di lokasi rawan longsor. “Sudah disurvei dan makanya bantuan bisa diberikan. Mudah-mudahan proses relokasi bisa cepat selesai dan warga terdampak segera menempati rumah baru,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, di wilayah RT 04/RW 07 di Padukuhan Suru terdapat 22 kepala keluarga yang tinggal di lerang Bukit Kembang. Namun dikarenakan akses yang sulit dan sering berkonflik dengan monyet ekor Panjang, warga di Kawasan tersebut memutuskan pindah hingga akhirnya hanya menyisakan tiga keluarga.
“Sebenarnya kami juga ingin pindah, tapi tidak ada biaya sehingga tetap bertahan. Mudah-mudahan ada bantuan untuk pindah sehingga tidak lagi berkonflik dengan kawanan monyet,” kata Tupar, salah seorang warga di Bukit Kembang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Asesor UNESCO mengunjungi Luweng Jomblang dan Hutan Wanagama untuk pra-revalidasi Geopark Gunungsewu menjelang penilaian ulang 2027.
Bulog menargetkan pengadaan 1 juta ton jagung pada 2026 dengan mengoptimalkan gudang, fasilitas pengeringan, dan jaringan petani.
Ketum PBNU Gus Kikin mengimbau warga Sukoharjo menjaga kerukunan dan tidak terprovokasi kasus pembakaran warung mi babi serta penggeledahan ponpes.
Dinas Pariwisata DIY meluncurkan Calendar of Events 2027 dengan 203 agenda wisata untuk meningkatkan kunjungan dan lama tinggal wisatawan
Kemlu memverifikasi kabar WNI berinisial MT yang diduga tewas setelah direkrut militer Rusia dan diterjunkan berperang di Ukraina.
Veda Ega Pratama naik ke peringkat ketujuh klasemen Moto3 2026 setelah finis kedua di GP Malaysia dengan koleksi 131 poin.