Omzet IKM Kota Jogja Tembus Rp4.018 Triliun, Serap 40.905 Pekerja
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Ilustrasi minyak (Freepik)
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah (Dinkop UKM) Kabupaten Kulonprogo dorong pelaku UMKM untuk megolah limbah minyak jelantah. Pengolahan tersebut menjadi upaya pengendalian limbah untuk menjaga kelestarian lingkungan hidup selain juga menciptakan peluang usaha baru.
Kepala Dinas Koperasi UKM Kulonprogo, Iffah Mufidati, mengatakan masyarakat memiliki peran penting dalam upaya pengendalian limbah seperti minyak jelantah. Sebab itu, pihaknya mengadakan bimbingan teknis (bimtek) pengolahan minyak jelantah beberapa hari lalu.
"Pemanfaatan limbah minyak jelantah yang merupakan limbah anorganik rumah tangga ini karena penggunaan minyak goreng merupakan salah satu kebutuhan primer masyarakat," kata Iffah dihubungi, Sabtu (21/10/2023).
Pemanfaatan limbah tersebut juga diharapkan dapat menjadi kesempatan untuk membuka usaha yang menguntungkan. Pasalnya limbah minyak jelantah dapat diolah menjadi sabun dan lilin dengan jenis yang bermacam-macam seperti aroma terapi.
"Selain membuat sabun cuci, peserta bimtek juga membuat lilin aroma terapi yang memiliki beberapa manfaat yaitu mengatasi insomnia, mengatasi tekanan dan nyeri pada otot, mengurangi stres, dan mempertahankan konsentrasi," katanya.
Lebih jauh, Iffah menegaskan pelaku UMKM harus lebih inovatif terhadap zaman yang bergerak maju. Dia berharap ada ide-ide kreatif ramah lingkungan yang dapat diwujudkan dalam produk bernilai ekonomis.
Kepala Bidang Tata Lingkungan DLH Kulonprogo, Tristijanti, mengatakan limbah minyak jelantah dapat mencemari lingkungan apabila dibuang tanpa diolah terlebih dahulu.
“Memang bisa mencemari lingkungan. Makanya di tingkat rumah tangga idealnya ada bak kontrol yang isinya ada ijuk dan lain sebagainya. Itu bisa untuk nahan minyak, dari situ air limbah domestik sudah tidak mengandung minyak,” kata Tristijanti.
Tristijanti juga mengatakan DLH memiliki peran untuk mengedukasi atau mendorong masyarakat untuk mengolah limbah minyak jelantah menjadi produk bernilai jual seperti sabun dan lilin.
“Kami juga menjembatani masyarakat dengan perusahaan swasta yang mengelola limbah minyak jelantah. Kami juga mendorong agar minyak itu dijual ke bank sampah atau pengepul minyak jelantah yang ada di masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Omzet IKM Kota Jogja mencapai Rp4.018 triliun dan menyerap 40.905 tenaga kerja. Pelaku usaha masih menghadapi kendala bahan baku, modal, dan pasar.
Erika Richardo, Tasya Farasya, dan Atta Halilintar masuk daftar 11 kreator yang mewakili Indonesia di TikTok Awards Southeast Asia 2026.
UU 27/2026 mengatur hak pekerja yang terkena PHK akibat perusahaan tutup. Simak perbedaan pesangon dan penghargaan masa kerja.
Persijap Jepara menjamu Garudayaksa FC pada pekan kesembilan Super League. Laskar Kalinyamat memburu kemenangan perdana musim ini.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengintegrasikan program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan Dokter Spesialis Keliling (Speling) untuk memperluas akses layanan
OpenAI menghadirkan Images 2.6 yang memungkinkan ChatGPT mengubah gambar atau foto menjadi GIF animasi pendek.