Modus Minta Tolong Senter HP, Pria Gasak Ponsel Mahasiswi di Bantul
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
PSIM vs Persikab./Instagram psimjogja_official
Harianjogja.com, JOGJA—Laga lanjutan Liga 2 2023 antara PSIM Jogja vs Persikab Kabupaten Bandung dimenangkan oleh tuan rumah dengan skor 1-0. Pelatih PSIM Jogja, Kas Hartadi berterima kasih kepada skuad Laskar Mataram yang bekerja keras memenangkan laga terakhir putaran pertama yang digelar di Stadion Mandala Krida, Minggu (22/10/2023) tersebut.
Dalam pertandingan itu, satu-satunya gol Laskar Mataram dicetak oleh Indra Setiawan di menit ke-52.
Ada sejumlah hal yang menarik di laga ini salah satunya soal skuad PSIM yang mengenakan jersei tandang berwarna putihnya meski tengah menjalani laga kandang. "Ini memang kita sengaja karena di tiga laga tandang saat kami memakai jersei putih selalu menang, makanya kita pakai jersei tandang di laga ini," katanya.
Juru taktik asal Solo itu juga menekankan bahwa menjelang laga dimulai di setiap latihan rutin dirinya selalu meminta kepada pemain bahwasanya timnya harus menang di laga terakhir putaran pertama itu. Kemenangan ini juga menjadi yang pertama bagi anak asuhnya di laga kandang.
"Sudah saya sampaikan kepada pemain bahwa yang penting poin tiga, kalau tidak kan didemo lagi. Makanya setiap pertandingan selalu saya tekankan cukup setengah gol saja yang penting tiga poin," ujarnya.
BACA JUGA: Hasil PSIM Jogja vs Persikab Bandung: Laskar Mataram Catatkan Kemenangan Perdana di Kandang
Sementara Sukarja mengakui laga ini sejak awal bukankah laga yang mudah sebab Persikab merupakan tim yang tangguh. Terbukti beberapa kali serangan yang dilancarkan selalu mampu dimentahkan tim lawan. "Ini pertandingan yang cukup susah ya, Persikab juga bermain bagus, tapi kita mampu memenangkan pertandingan dan meraih tiga poin," katanya.
Pelatih Persikab Kabupaten Bandung, I Putu Gede kecewa dengan jalannya babak kedua. Menurut dia anak asuhnya belum mampu memainkan pola sesuai dengan intruksi yang diberikannya. Selain itu emosi pemain juga tidak stabil di laga ini sehingga mengakibatkan konsentrasi skuad sedikit buyar.
"Situasi babak kedua ga sesuai dengan yang saya harapkan karena pemain tidak konsisten, kontrol emosi dan pemain harus banyak belajar dari laga ini. Siituasinya ini kan sangat ketat ya, dibutuhkan juga kepintaran, tapi saya apresiasi pemain karena mereka berjuang dan banyak perubahan dari pemain yang kita percayai," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pria di Bantul ditangkap usai mencuri HP mahasiswi dengan modus minta bantuan. Pelaku pura-pura motor mogok untuk mengelabui korban.
Ekspor DIY Mei 2026 naik tipis, industri pengolahan dominan. Simak data lengkap ekspor, impor, dan surplus neraca perdagangan terbaru.
Bupati Sukoharjo Etik Suryani diperiksa KPK usai OTT. Simak kronologi kasus dan daftar lengkap OTT KPK sepanjang 2026 yang makin panjang.
RANS Entertainment resmi IPO dan langsung ARA di hari pertama. Simak kinerja saham, dana yang dihimpun, dan rencana ekspansi bisnisnya.
Kurs rupiah menguat tipis ke Rp18.065 per dolar AS. Simak faktor global dan domestik yang memengaruhi pergerakan rupiah hari ini.
Satu Dekade Mengukir Warisan: Wujudkan Pertumbuhan Berkelanjutan Melalui Bank Jateng Borobudur Marathon