Festival Kampung Wisata 2023 jadi Ajang Unjuk Potensi Pariwisata

Media Digital
Media Digital Senin, 23 Oktober 2023 21:57 WIB
Festival Kampung Wisata 2023 jadi Ajang Unjuk Potensi Pariwisata

Kepala Dinas Pariwisata dan Staf Ahli Bidang Perekonomian dan Pembangunan Kota Yogyakarta, saat pembukaan Festival Kampung Wisata 2023 di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Minggu (22/10/2023). (Harian Jogja/Yosef Leon Pinsker)

JOGJA—Dinas Pariwisata (Dispar) Kota Yogyakarta Kembali menggelar Festival Kampung Wisata tahun ini. Selain menampilkan potensi kampung wisata di Kota Yogyakarta, event yang sudah keenam kalinya digelar ini juga dimaksudkan untuk memberikan lebih banyak pilihan berwisata kepada pelancong.

Dalam acara yang digelar di Monumen Serangan Umum 1 Maret, Minggu (22/10/2023) itu, ditampilkan sejumlah Potensi wisata dan produk UMKM dari empat kampung wisata yakni Kricak, Baciro, Bener, dan Bausasran.

Festival Kampung Wisata 2023 diselenggarakan untuk mengangkat potensi dan keunggulan masing-masing kampung. Lewat pelaksanaan ini, Dispar Kota Yogyakarta juga berupaya meningkatkan lama tinggal wisatawan yang berkunjung di Kota Jogja serta sebagai sarana hiburan maupun mempromosikan kampung wisata yang ada di wilayah setempat.

Kepala Dispar Kota Yogyakarta, Wahyu Hendratmoko menyampaikan keempat kampung wisata yang tampil dalam gelaran Festival Kampung Wisata tahun ini menunjukkan potensi aksi seni dan budaya sesuai dengan karakteristik wilayahnya masing-masing.

Selain itu juga didirikan stan khusus guna memajang produk UMKM dari masing-masing kampung wisata. “Keempat kampung itu merupakan kampung wisata baru yang punya segudang produk UMKM dan potensi budaya seperti seni pertunjukan, tari, dan lainnya. Mereka juga punya paket wisata yang tentunya bisa dijadikan pilihan saat berkunjung ke Jogja,” kata Wahyu.

Kampung Wisata Kricak menawarkan paket wisata susur sungai dan edukasi membatik. Selain itu ada pula edukasi urban farming dengan mengajak wisatawan berkeliling ke pusat pertanian perkotaan yang dikelola oleh warga.

Kampung Wisata Baciro menawarkan salah satu kreasi warga yang mengolah sampah menjadi barang kerajinan. Ini tentu menjadi hal yang menarik di tengah persoalan sampah yang dihadapi karena masyarakat bisa menjadikan barang tak terpakai menjadi punya nilai ekonomi.

“Sementara Kampung Wisata Bener menawarkan beragam makanan tradisional. Adapun, Kampung Wisata Bausasran mengangkat potensi urban farming, mengolah produk pertanian dari hulu ke hilir, ada yang dijadikan keripik, minuman olahan dan lain sebagainya,” kata Wahyu.

Penampilan keempat kampung wisata itu sudah dimulai sejak sore hari. Secara bergantian mereka menampilkan sajian tari-tarian kepada para pengunjung.

Barulah setelah magrib, suguhan yang diberikan berganti menjadi pertunjukan teater dan drama musik bertema sampah. Bagian ini dihadirkan untuk menggugah kesadaran warga soal mengolah sampah secara mandiri.

Layak Jual

Menparekraf RI Sandiaga Uno yang memberikan sambutan melalui tampilan video mengapresiasi upaya Pemkot Yogyakarta yang menghadirkan pilihan wisata berbasis kampung kepada wisatawan. Langkah ini menurut dia merupakan upaya untuk mempercantik dan mengangkat keunggulan kampung agar layak jual, sehingga bisa bersaing dengan destinasi wisata lainnya.

“Kami sangat mendorong “Kami sangat mendorong kampung wisata agar terus eksis menunjukkan potensi dan keunggulannya melalui produk seni, budaya dan UMKM, sehingga ke depan mampu membuat lama tinggal wisatawan serta ikon Jogja yang selalu ngangenin dan selalu ada yang unik di Jogja bisa diingat oleh wisatawan,” katanya.

Staf Ahli Bidang Ekonomi dan Pembangunan Setda Kota Yogyakarta, Patricia Heny Dian Anitasari menyebut sebagai Kota Pendidikan dan Kota Wisata, Kota Yogyakarta harus mendukung penciptaan wisata berbasis lingkungan. Hal-hal yang menarik dan membuat wisatawan terus berkunjung ke Kota Jogja harus selalu dibuat serta melibatkan lingkup wilayah terkecil seperti kampung.

“Pelaksanaan Festival Kampung Wisata ini adalah salah satu upaya yang bagus dalam mempromosikan sekaligus mengenalkan potensi kampung,” ucap dia.

Dengan total 25 kampung wisata yang sudah terbentuk di Kota Jogja, Patricia mengatakan hal ini tentu menjadi nilai tambah bagi masyarakat kampung agar wilayahnya lebih dikenal dan mampu menjadi magnet baru dalam mendatangkan wisatawan. (BC)

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online