8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Monyet Ekor Panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Serangan monyet ekor panjang makin meresahkan warga di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul karena sampai masuk ke rumah-rumah.
Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Mursidi mengatakan konflik dengan monyet ekor panjang merupakan hal biasa dan terjadi setiap tahun. Ancaman makin meningkat khususnya pada saat musim kemarau.
“Kawanan monyet pada turun gunung. Ini dikarenakan sumber air dan makanan di atas gunung sudah habis,” kata Mursidi kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).
Menurut dia, turunnya kawanan monyet tidak hanya berada di area wisata seperti pendopo atau pintu masuk Gunung Api Purba. Namun, keberadaannya juga sudah sampai ke rumah-rumah warga.
Diakuinya, kondisi ini jelas sangat meresahkan karena kawanan sudah merusak tanaman pangan dan buah-buahan seperti mangga dan lain sebagainya. Selain itu, hewan primata ini juga mulai berani masuk ke rumah-rumah dengan mengambil isinya.
“Dulu hanya barang dagangan milik pedagang. Tapi, sekarang sembarang diambil seperti telur di kandang ayam. Untuk jumlahnya sekali datang bisa mencapai ratusan ekor,” katanya.
Untuk antisipasi serangan sudah dilakukan penanaman bibit buah. Namun, belum sampai bibit pohon buah tumbuh besar sudah dicabuti oleh kawanan monyet.
Hal senada diungkapkan oleh Heru, warga Nglanggeran lainnya. Menurut dia, intesitas kedatangan monyet meningkat pada saat kemarau.
Nawan, salah seorang warga Padukuhan Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul mengaku beberapa waktu lalu ada seekor monyet ekor panjang sampai ke wilayahnya yang berada di kaki Gunung Api Purba Nglanggeran. Ia berpendapat, kawanan menjarah ke rumah warga karena tidak ada lagi area pertanian yang bisa dijarah. “Mungki stoknya sudah habis sehingga nekat ke rumah warga,” katanya.
Ia berharap ada solusi terkait dengan keberadaan kawanan hewan liar ini. Meski demikian, Heru memastikan keberadaan monyet-monyet tidak sampai menganggu aktivitas pariwisata di Nglanggeran. “Hingga sekarang belum ada laporan gangguan monyet ke pengunjung. Tapi, untuk serangan ke rumah-rumah warga sudah banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Polres Gunungkidul kembali membuka layanan SIM Keliling pada hari ini.
Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) yang dikelola BPJS Kesehatan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, termasuk Lurah Sidomulyo, Hariyadi
Perpanjang SIM A dan C di Kulonprogo lebih mudah melalui SIM Keliling. Jadwal lengkap dan lokasi.
Polres Bantul kembali membuka layanan SIM Keliling untuk memfasilitasi masyarakat yang ingin melakukan perpanjangan SIM A dan SIM C.
Polresta Jogja menegaskan bahwa seluruh layanan SIM Keliling hanya melayani perpanjangan SIM A dan SIM C yang masih berlaku.