Tawon Jadi Fauna Khas Gunungkidul, Bukan Belalang Goreng
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
Monyet Ekor Panjang - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Serangan monyet ekor panjang makin meresahkan warga di kawasan wisata Gunung Api Purba Nglanggeran, Patuk, Gunungkidul karena sampai masuk ke rumah-rumah.
Ketua Pengelola Desa Wisata Nglanggeran, Mursidi mengatakan konflik dengan monyet ekor panjang merupakan hal biasa dan terjadi setiap tahun. Ancaman makin meningkat khususnya pada saat musim kemarau.
“Kawanan monyet pada turun gunung. Ini dikarenakan sumber air dan makanan di atas gunung sudah habis,” kata Mursidi kepada wartawan, Selasa (24/10/2023).
Menurut dia, turunnya kawanan monyet tidak hanya berada di area wisata seperti pendopo atau pintu masuk Gunung Api Purba. Namun, keberadaannya juga sudah sampai ke rumah-rumah warga.
Diakuinya, kondisi ini jelas sangat meresahkan karena kawanan sudah merusak tanaman pangan dan buah-buahan seperti mangga dan lain sebagainya. Selain itu, hewan primata ini juga mulai berani masuk ke rumah-rumah dengan mengambil isinya.
“Dulu hanya barang dagangan milik pedagang. Tapi, sekarang sembarang diambil seperti telur di kandang ayam. Untuk jumlahnya sekali datang bisa mencapai ratusan ekor,” katanya.
Untuk antisipasi serangan sudah dilakukan penanaman bibit buah. Namun, belum sampai bibit pohon buah tumbuh besar sudah dicabuti oleh kawanan monyet.
Hal senada diungkapkan oleh Heru, warga Nglanggeran lainnya. Menurut dia, intesitas kedatangan monyet meningkat pada saat kemarau.
Nawan, salah seorang warga Padukuhan Plumbungan, Kalurahan Putat, Kapanewon Patuk, Gunungkidul mengaku beberapa waktu lalu ada seekor monyet ekor panjang sampai ke wilayahnya yang berada di kaki Gunung Api Purba Nglanggeran. Ia berpendapat, kawanan menjarah ke rumah warga karena tidak ada lagi area pertanian yang bisa dijarah. “Mungki stoknya sudah habis sehingga nekat ke rumah warga,” katanya.
Ia berharap ada solusi terkait dengan keberadaan kawanan hewan liar ini. Meski demikian, Heru memastikan keberadaan monyet-monyet tidak sampai menganggu aktivitas pariwisata di Nglanggeran. “Hingga sekarang belum ada laporan gangguan monyet ke pengunjung. Tapi, untuk serangan ke rumah-rumah warga sudah banyak,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Tawon resmi menjadi fauna khas Gunungkidul menggantikan anggapan belalang sebagai ikon daerah, sesuai Perda Nomor 3 Tahun 1999.
BMKG mengeluarkan peringatan dini hujan lebat disertai petir dan angin kencang di sejumlah kota besar Indonesia pada Minggu.
KA Prameks kembali padat penumpang Senin ini, cek jadwal lengkap rute Jogja–Kutoarjo.
Ketua BPD Hipmi Jatim Ahmad Salim Assegaf membantah narasi mayoritas BPD Hipmi menolak pelaksanaan Munas XVIII Hipmi di Lampung.
Selain mempermudah mobilitas, kehadiran bus KSPN juga diarahkan untuk mendorong penggunaan transportasi publik yang lebih ramah lingkungan di kawasan pariwisata
IHSG turun 8,35% sepanjang pekan 18-22 Mei 2026. Saham SMMA, SRAJ, CPIN, dan MYOR menjadi top leaders penahan pelemahan indeks.