Belanja Bantul Naik Rp50 Miliar, Defisit APBD Jadi Rp154 Miliar
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
JJLS Kelok 18 - Foto ilustrasi Freepik
Harianjogja.com, JOGJA—Pembangunan jalan Jalur Jalan Lintas Selatan (JJLS) ruas Kretek-Girijati di Gunungkidul dan Bantul atau yang biasa disebut Kelok 18 saat ini sudah masuk tahapan land clearing.
Satker Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) DIY menyebutkan kini pengerjaan yang tengah berlangsung dengan proyek yang biasa disebut Kelok 18 itu yakni membersihkan ruas jalan penghubung di kedua sisi sepanjang 5,6 kilometer.
Koordinator Lapangan JJLS Satker PJN DIY, Wahyu Widyantoro mengatakan pengerjaan fisiknya ditargetkan rampung sekitar 720 hari atau selama dua tahun. Pihaknya juga harus mengatasi kontur alam yang kurang baik di sepanjang jalur.
"Untuk pengerjaan fisik nanti langsung keseluruhan sekitar 720 hari atau dua tahun ya. Kira-kira selesai pada 2025 atau 2026 baru bisa digunakan. Kendala mungkin dari sisi kontur alam saja, karena jurang, bukit dan aksesnya terbatas. Untuk masuk alat berat juga cukup sulit," ujar Wahyu, Rabu (25/10/2023).
Sementara Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 1.2 Satker PJN DIY Ridwan Subarkah menyebutkan, pengerjaan jalan baru akan dimulai dari STA 0+000 sampai 4+975 atau yang membentang 4.975 ruas.
BACA JUGA: Update Terbaru Proyek JJLS Kelok 18: Memasuki Tahap Land Clearing dan Pemagaran
Adapun, lebar jalan yang akan dikerjakan yakni tujuh meter dengan bahu jalan mencapai 1,5 meter. Pihaknya juga akan melakukan pelebaran jalan eksisting di STA 4+975 sampai 5+640 atau yang membentang 664 meter ruas di Kabupaten Gunungkidul.
"Di ruas itu sebenarnya sudah ada yang diaspal dengan lebar enam meter. Nanti itu akan kami lebarkan menjadi tujuh meter dengan bahu jalan 1,5 meter, sehingga seluruh ruas JJLS Kelok 18 itu punya lebar ruas yang sama," katanya.
JJLS Kelok 18 juga akan dilengkapi dengan saluran boks drainase untuk mengalirkan air dan mengantisipasi terjadinya banjir saat musim hujan berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
APBD Perubahan Bantul 2026 menaikkan pendapatan Rp28 miliar dan belanja Rp50 miliar, membuat defisit bertambah menjadi Rp154 miliar.
Erupsi Gunung Sinabung berdampak pada 21 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu pada 31 Agustus-1 September 2026.
Jalur pendakian Gunung Kerinci ditutup sementara mulai 1 September 2026 untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Anggota DPR RI Vita Ervina mendesak pemerintah segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN)
Dokter bedah saraf menjelaskan tumor otak tak selalu berakhir buruk. Deteksi dini dan ukuran tumor turut menentukan hasil penanganan.
Warga mengadukan kolam koi di Villa Banguntapan ke DPRD Bantul. Sejumlah persoalan disorot, dari kolam jebol hingga perizinan.