Tarik Minat Wisatawan, Dispar Bantul Dorong Pengelola Desa Wisata Tingkatkan Pelayanan

Stefani Yulindriani Ria S. R
Stefani Yulindriani Ria S. R Kamis, 26 Oktober 2023 21:37 WIB
Tarik Minat Wisatawan, Dispar Bantul Dorong Pengelola Desa Wisata Tingkatkan Pelayanan

Wisatawan membajak sawah di Desa Wisata Candran, Bantul/Ist-Dinas Pariwisata Bantul

Harianjogja.com, BANTUL–Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Bantul mendorong desa wisata meningkatkan pelayanannya untuk meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara. Berdasarkan catatan Dispar Kabupaten Bantul jumlah kunjungan wisata pada 24 dari 49 desa wisata di Kabupaten Bantul pada Januari-Agustus 2023 mencapai 184.356 orang. 

Subkoordinator Kelompok Substansi Promosi Kepariwisataan Dispar Kabupaten Bantul, Markus Purnomo menyampaikan pelayanan menjadi prioritas bagi wisatawan dalam menentukan destinasi wisata yang akan dikunjungi. Menurut Markus, untuk dapat meningkatkan kunjungan wisatawan domestik dan mancanegara, pelaku wisata di desa wisata didorong untuk dapat meningkatkan pelayanannya. 

“Untuk pengelola desa atau destinasi wisata yang paling penting adalah pelayanan. Unsur utamanya keselamatan, kebersihan dan kenyamanan,” katanya saat dihubungi melalui telepon, Kamis (26/10/2023). 

Baca Juga: Wisata Bantul Pekan Ini Sepi, Berikut Datanya

Terkait dengan ketiga unsur tersebut, menurut Markus pengelola desa wisata saat ini harus dapat mengolah sampahnya masing-masing untuk menjaga kenyamanan wisatawan. 

“Khususnya untuk masalah sampah, diharapkan pengelola mengurangi pemakaian bahan anorganik dan mampu mengelola sampah anorganik. [pengelola desa wisata] juga diharapkan menggunakan bahan tidak sekali pakai,” katanya. 

Baca Juga: Ini Dia Destinasi Wisata di Bantul yang Jadi Langganan untuk Padusan

Selama ini menurut Markus, Dispar Kabupaten Bantul telah melakukan promosi desa wisata melalui berbagai platform untuk meningkatkan kunjungan wisatawan ke desa wisata, antara lain pembuatan konten dan posdcast dengan forum komunikasi desa wisata, melakukan berbagai lomba untuk mempromosikan potensi pariwisata di desa wisata, dan kerjasama dengan berbagai kelembagaan untuk membuat event pariwisata di desa wisata. 

“Dispar Kabupaten Bantul [turut] membantu menginfokan event atau paket yang ada di desa wisata lewat komunikasi dengan Association of The Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA) se-Jawa,” katanya. 

Baca Juga: Target PAD Sektor Wisata Bantul Baru Mencapai 33 Persen

Subkoordinator Kelompok Substansi Pelayanan Informasi dan Kerja Sama Kepariwisataan Dispar Kabupaten Bantul, Catarina Issri  Putranti mendorong agar pengelola desa wisata dapat bekerjasama dengan pelaku pariwisata serta kelembagaan lain untuk dapat menciptakan paket wisata yang saling melengkapi. 

“Sekarang yang lebih bagus penyusunan paket wisata tidak ego wilayah. Supaya lama tinggal wisatawan di Kabupaten Bantul tidak ego wilayah,” katanya. 

Menurut dia setiap desa wisata di Kabupaten Bantul memiliki potensinya masing-masing, sehingga dengan kerjasama antar pengelola desa wisata diharapkan dapat meningkatkan kunjungan wisatawan di daerah lainnya pula. Selain itu pengelola desa wisata diharapkan dapat melibatkan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Karang Taruna, dan komunitas warga setempat untuk dapat meningkatkan perekonomian warga setempat. 

“Kami khusus untuk desa wisata dari Pemkab Bantul, sesuai dengan visi misi Bupati, salah satunya peningkatan sektor ekonomi melalui pariwisata berbasis masyarakat. Kalau pariwisata berbasis masyarakat ini endingnya peningkatan perekonomian masyarakat,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Mediani Dyah Natalia
Mediani Dyah Natalia Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online