Pegadaian dan POGI Gelar Program Merdeka Stunting 2026 di 36 Kota
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Pertunjukkan fashion show pada gelaran Gebyar Batik Sleman di Atrium Jogja City Mall, Kamis (2/11)./Harian Jogja-Alfi Annissa Karin
SLEMAN—Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Sleman menggelar Gebyar Batik Sleman di Atrium Jogja City Mall, Kamis (2/11/2023). Sebanyak 43 pelaku industri kecil menengah (IKM) fesyen dan nonfesyen yang digandeng dalam kegiatan ini memamerkan produk mereka masing-masing.
Gelaran ini dibuka dengan fashion show. Beberapa model berlenggak-lenggok membawakan produk batik milik IKM yang bernaung di bawah Dekranasda Sleman. Seluruhnya, mengenakan batik yang didominasi motif khas Sleman, yakni motif Parijoto Salak dan motif Daun Salak.
Ketua Panitia Gebyar Batik Sleman, Nyudi Dwijo Susilo menuturkan kegiatan ini menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Batik Nasional dan gelaran Jogja International Batik Biennale (JIBB).
Agenda ini sekaligus menjadi salah satu upaya Dekranasda Sleman untuk memperkenalkan batik kepada Gen-Z. Untuk itu, kebanyakan produk batik pada Gebyar Batik Sleman terbilang kekinian. Motif batik yang dipamerkan telah diinovasi. Pada satu lembar kain batik tak hanya ada satu motif, tetapi dipadupadankan dengan motif-motif lainnya.
"Kami juga menggandeng sejumlah desainer muda. Mereka tidak melulu mendesain baju batik untuk seragam, dan cutting-nya lebih jelas. Misalnya ada outer kekinian yang bisa di mix and match dengan pakaian apa saja," kata Nyudi yang juga salah satu desainer muda di Sleman.
BACA JUGA: Anak Muda Diajak Peduli Kelestarian Batik Lewat Diskusi di Hotel The 1O1 Yogyakarta Tugu
Menurut Nyudi, Gen-Z dan generasi muda cenderung menggemari motif batik kombinasi. Pembuatannya juga dipadupadankan dengan kain polos ataupun lurik. Warnanya pun cenderung mengarah pada warna soft dan pastel. "Anak-anak sekarang lebih suka yang satu tone dan desainnya simpel," ujar pemilik Elganbynyudi itu.
Ketua Dekranasda Sleman, Sri Purnomo menyebut gelaran Gebyar Batik Sleman menjadi salah satu program kerja Dekranasda Sleman masa kerja 2021-2026. Kegiatan ini menjadi program berkelanjutan dalam rangka melestarikan warisan budaya tak benda, sekaligus menjadi ajang promosi dan branding bagi produk-produk batik di Sleman. Diharapkan, kegiatan ini mampu mewujudkan Dekranasda yang menembus lintas generasi.
"Sehingga IKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing dan menjadikan hasil produknya bisa didapatkan dengan mudah," ujar Mantan Bupati Sleman ini.
Sementara, Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo mengaku mengapresiasi gelaran ini. Baginya, agenda ini menjadi upaya kolaborasi Dekranasda bersama pembatik dan masyarakat untuk bersama-sama menjaga kelestarian batik. Dia juga mengimbau batik bisa dikenakan di lingkungan Pemkab Sleman dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sleman secara rutin. "Saya siap memberi edaran tentang penggunaan batik khas Sleman," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PT Pegadaian (Persero) berkolaborasi dengan Perkumpulan Obstetri dan Ginekologi Indonesia (POGI) meluncurkan Program Merdeka Stunting 2026
Jadwal KSPN Jogja 2 September 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini, dengan tarif mulai Rp12.000.
Jadwal KRL Palur-Jogja Rabu 2 September 2026 tersedia dalam 12 perjalanan, dengan keberangkatan dari Palur mulai 05.00 hingga 20.42 WIB.
259 santri Pondok Pesantren Manbaul Hikmah Sidoarjo dirawat setelah diduga keracunan usai menyantap makanan MBG.
BGN menetapkan dua sesi jam kerja wajib kepala SPPG MBG, yakni pukul 17.00-19.00 WIB dan 02.00-08.00 WIB.
Pemkab Bantul merotasi tujuh pejabat PTP. Sejumlah jabatan strategis diisi pejabat baru setelah melalui uji kompetensi dan persetujuan BKN.