Pengadaan Tanah Kas Desa Palihan dan Glagah, Pemkab Ajukan Harmonisasi
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Pembukaan Festival Jogja Kota di Stadion Kridosono, Jogja, Jumat (3/11/2023). – Harian Jogja/Alfi Annissa Karin
JOGJA—Festival Jogja Kota (Festa) kembali digelar di Stadion Kridosono, Jumat (3/11/2023). Gelaran bertema Rewang ini dibuka dengan penampilan 1.500 penari yang terlibat dalam Kampung Menari. Semuanya kompak mengenakan pakaian adat Jawa dan membawa properti tongkat.
Festa menjadi salah satu upaya Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Jogja untuk mengingatkan kembali budaya rewang alias membantu orang yang punya hajat, yang mulai luntur utamanya di lingkungan perkotaan. Biasanya, masyarakat akan melakukan rewang atau membantu jika ada salah satu orang yang memiliki hajat. Misalnya pernikahan, kelahiran, khitanan dan lainnya. Rewang juga merupakan ciri khas kegotongroyongan masyarakat. Rewang merupakan buktikesadaran membantu orang lain tanpa pamrih.
Kepala Disbud Kota Jogja Yetti Martanti menuturkan budaya rewang erat kaitannya dengan kondisi sosial budaya masyarakat. Untuk itu, melalui gelaran Festa ini Yetti ingin kembali mengeksplorasi budaya rewang yang baginya telah jarang dilakukan di lingkungan perkotaan.
"Ini menjadi salah satu edukasi terkait tema Rewang yang kemudian dimaknai oleh 14 kemantren," katanya, Jumat (3/11).
Antar kemantren akan berkolaborasi. Mereka terklasterisasi di dalam 4 Kawasan Cagar Budaya (KCB). Di antaranya adalah 6 kemantren di KCB Keraton yang membawakan tema Rewang Hajad Dalem. Ada juga kolaborasi 3 kemantren di KCB Kotabaru dengan penampilan bertajuk Dumadining Tugu Golong Giling.
BACA JUGA: Kulonprogo Mewaspadai Persebaran Cacar Monyet
Sementara, kolaborasi 2 kemantren di KCB Kotagede membawakan penampilan berjudul Rewangan Rewang. Sedangkan, kolaborasi 3 kemantren di KCB Pakualaman membawakan tema Bali Rewang. "Ada juga warung kota yaitu pameran kuliner dan produk kerajinan bertema Rewang, menunjukkan KCB sesuai karakteristiknya," kata Yetti.
Yetti berharap Festa dapat memaksimalkan urban culture yang ada di Kota Jogja. Apalagi, Kota Jogja cenderung terbuka dengan budaya baru yang datang dari luar daerah dan menetap. "Budaya dari luar tumbuh dan berkembang du Kota Jogja menciptakan akulturasi," katanya.
Salah satu penari asal Ngampilan, Susana mengaku senang turut serta pada gelaran ini. Kampungnya menjadi salah satu bagian dari KCB Keraton. Bagi Susana, ini merupakan kali kedua dia meramaikan Festival Jogja Kota. Susana bersama anggota Kampung Menari lainnya berkali-kali melakukan latihan hingga matang. Dia berharap, agenda semacam ini bisa terus digelar, sehingga keberadaan KCB ke depannya bisa terus lestari. "Hari ini hanya perwakilan Kampung Menari saja yang ikut. Membawakan Tari Jampi dan Tari Sigrak," ujarnya.
Penjabat (Pj) Wali Kota Jogja Singgih Raharjo menuturkan rewang menjadi salah satu budaya yang wajib terus dilestarikan. Tak hanya rewang, masyarakat juga diharapkan bisa melestarikan kebudayaan lainnya.
Baik kebudayaan yang berwujud maupun yang tidak berwujud. Aktivitas menari dan berbagai kuliner khas yang ditampilkan pada Festival Jogja Kota ini baginya menjadi salah satu wujud refleksi pelestarian budaya yang dimanfaatkan untuk kesejahteraan masyarakat.
"Jogja baru saja diberi amanah oleh UNESCO menjadi World Heritage. Mati kita jaga bersama, kita isi budaya Ngayogyakarta Hadiningrat untuk terus lestari," ujar Singgih.
Salah satu penari asal Ngampilan, Susana mengaku senang turut serta pada gelaran ini. Kampungnya menjadi salah satu bagian dari KCB Kraton Jogja. Bagi Susana, ini merupakan kali kedua dia meramaikan Festival Jogja Kota.
Susana bersama anggota Kampung Menari lainnya berkali-kali melakukan latihan hingga matang. Dia berharap, agenda semacam ini bisa terus digelar, sehingga keberadaan KCB ke depannya bisa terus lestari. "Hari ini hanya perwakilan Kampung Menari saja yang ikut. Membawakan Tari Jampi dan Tari Sigrak," ujarnya. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkab Kulon Progo berkomitmen selalu proaktif dalam penyelesaian terkait kepentingan masyarakat tersebut dengan tetap mengedepankan prinsip kehati-kehatian
Polresta Sleman bentuk tim khusus untuk selidiki kasus 11 bayi di Pakem, termasuk dugaan adopsi ilegal dan TPPO.
Grand Rohan Jogja kembali menghadirkan ruang apresiasi seni melalui pameran seni lukis bertajuk “The Beauty of Color”. Pameran ini resmi dibuka Senin (18/5)
Dua wakil Indonesia lolos ke babak utama Malaysia Masters 2026, drama kualifikasi warnai hasil di Axiata Arena Kuala Lumpur.
Samsung Messages resmi dihentikan Juli 2026. Pengguna Galaxy wajib pindah ke Google Messages. Simak cara backup data dan jadwalnya.
Gerbang Tol Trihanggo Sleman usung siluet Ratu Boko dan aksara Jawa, jadi ikon budaya baru di Tol Jogja–Solo.