Libur Lebaran Restoran di Kulonprogo Sempat Penuh, Tak Seramai Tahun Lalu
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Ilustrasi simulasi bencana gempa bumi di Lapangan RW 14, Klitren, Kecamatan Gondokusuman./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, JOGJA—Kampung Tangguh Bencana (KTB) di Kota Jogja mulai disiagakan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD). Penyiagaan yang dilakukan BPBD terhadap KTB dengan memfasilitasi latihan bersama.
Sebanyak 155 KTB lengkap dengan personilnya masing-masing mengikuti latihan bersama kebencanaan yang dilakukan BPBD Jogja. “Pelatihan sudah kami lakukan minggu kemarin di Samas, Bantul bekerja sama dengan BPBD DIY,” kata Sekretaris BPBD Jogja, Agus Maryanto, Selasa (7/11/2023).
Latihan kebencanaan yang diikuti 155 KTB di seluruh Jogja itu, jelas Agus, meliputi latihan fisik, penanggulangan cuaca ekstrem, hingga model reaksi cepat penanggulangan kedaruratan. “Semua peserta tampak kompak dan antusias mengikuti latihan bersama itu, ini menjaga kesolidan kami menghadapi bencana,” terangnya.
Agus menjelaskan KTB di Kota Jogja memiliki peran strategis dalam mitigasi hingga penanganan pasca bencana. “Personil KTB ini yang paling dekat dengan kondisi masyarakatnya masing-masing, mereka memiliki kemampuan mengidentifikasi potensi bencana di wilayahnya masing-masing sehingga perannya sangat strategis sekali,” jelasnya.
BACA JUGA: Cuaca Ekstrem Ancam Jogja, BPBD Pastikan Alat Pemantau Bekerja Maksimal
Peran KTB di Kota Jogja, lanjut Agus, akan terus dimaksimalkan BPBD. “Sebagian dari KTB di Jogja juga sudah melakukan antisipasi dengan memperindang pohon dan membersihkan saluran air di tiap wilayah, ini untuk mengantisipasi banjir dan angin puting beliung,” ungkapnya.
Kebutuhan-kebutuhan KTB di Jogja untuk penanggulangan bencana, sambung Agus, juga terus diupayakan untuk dipenuhi BPBD. “Sebagian sudah kami fasilitasi seperti mesin gergaji pohon [chainsaw] ada juga yang minta tenda sudah kami sediakan misalnya untuk jadi lokasi pengungsian,” tuturnya.
Sebagai petugas lapangan dan garda terdepan kebencanaan, menurut Agus, masyarakat luas perlu memperhatikan arahan-arahan KTB. “Personel KTB ini punya jiwa sosial yang tinggi, sehingga arahan yang mereka berikan ke masyarakat luas pasti tujuannya baik. Kami harap arahan itu dapat dipenuhi karena kami yakin mereka paham potensi dan cara mengantisipasi bencana di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sejumlah restoran di Kulonprogo sempat dipenuhi pengunjung saat libur lebaran ini.
Jadwal KRL Jogja–Solo terbaru 2026 lengkap dari Tugu ke Palur. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat, praktis, dan hemat.
DPRD Bantul dukung penataan guru honorer jadi PPPK. Pemkab setop rekrutmen honorer baru hingga 2026.
Jadwal KRL Solo–Jogja terbaru 2026 lengkap dari Palur ke Tugu. Tarif Rp8.000, perjalanan cepat dan efisien.
3 pelaku pembacokan pelajar di SMAN 3 Jogja ditangkap di Cilacap. Polisi masih memburu 3 pelaku lain terkait konflik geng.
Dua kakak beradik tewas dalam kecelakaan melibatkan dua truk di Ngawi. Polisi masih selidiki identitas kendaraan.