Puskesmas Wonosari 2 Bersiap Tempati Bekas Kantor Dinkes
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
Ilustrasi politik (Freepik)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Bawaslu Gunungkidul mengajak organisasi kepemudaan untuk berpartisipasi aktif dalam pengawasan pelaksanaan tahapan pemilu. Langkah ini sebagai upaya mewujudkan pesta demokrasi yang jujur adil dan berintegritas.
Anggota Bawaslu Gunungkidul, Deni Tri Utomo mengatakan, pihaknya terus berupaya mewujudkan pemilu yang jujur adil berkualitas dan berintegritas. Tolak kesuksesan tidak hanya mengacu pada partisipasi pemilih, namun proses pengawasan juga ikut memberikan andil yang besar.
Ia tidak menampik sesuai dengan ketugasan yang dimiliki bawaslu maupun jajaran di bawahnya seperti panwaslu maupun petugas pengawas kalurahan wajib mengawasi di setiap tahapan. Meski demikian, Deni mengakui personel yang dimiliki sangat-sangat terbatas.
Di satu sisi, ketugasan tidak hanya mengawasi penyelenggara pemilu, namun juga harus memeloti peserta pemilu mulai dari partai politik hingga calon legislatif maupun DPD. Menurut dia, tidak mungkin petugas pengawasan bisa mengawasi secara penuh sehingga membutuhkan partisipasi dari Masyarakat.
“Makanya dikembangkan program pengawasan paritisipatif yang melibatkan masyarkat,” katanya, Jumat (10/11/2023).
Deni mengungkapkan, salah satu sasaran didalam pengawasan partisipatif dengan mengajak organisasi kepemudaan mulai dari karang taruna, Komite Nasional Pemuda Indonesia maupun organisasi kepemudaan lainnya di Gunungkidul didalam program ini. Bentuk dari ajakan agar kelompok pemuda aktif dalam pengawasan, bawaslu telah menggelar sosialisasi tentang pengawasan.
“Kita undang kelompok-kelompok kepemudaan di Gunungkidul diberikan pemahanan bagaimana potensi pelanggaran yang mungkin terjadi,” katanya.
BACA JUGA: Pemkab Gunungkidul Gelontorkan Dana Hibah Pilkada 2024 Rp48,42 Miliar
Diharapkan dengan bertambahnya pengetahuan tetang pengawasan pemilu, maka kelompok pemuda dapat ikut dalam mencegah mapun mengawasi terhadap potensi pelanggaran di lingkungan sekitar. “Untuk mewujudkan pemilu berkualitas sangat dibutuhkan kolaborasi yang kuat antara bawaslu dan Masyarakat, salah satunya kelompok pemuda,” katanya.
Peneliti Senior Circle Indonesia, Retno Agustin mengatakan, Gerakan sosial partisipastif dalam pengawasan pemilu 2024 harus digalakkan. Tujuannya satu untuk mewujudkan pemilu yang jujur adil berkualitas dan berintegritas.
“Partisipasi Masyarakat sangat penting, termasuk pemilih pemula yang tergabung dalam Generasi Z,” kata Retno.
Menurut dia, potensi maupun dugaan pelanggaran pemilu sangat banyak mulai dari penyebaran hoaks, politik uang, sara, menghilangkan hak pemilih hingga netralitas ASN maupn TNI-Polri.
“Setiap kelompok memiliki ciri tersendiri. Misalnya untuk Generasi Z agar tergerak untuk peduli dan aktifdengan cara pemilu dibuat yang fun [gembira] serta penyampaian dalam bentuk video-video atau animasi sehingga lebih menarik,” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dinas Kesehatan Gunungkidul akan menempati gedung baru di kompleks kantor Pemkab terpadu sehingga gedung lama dipergunakan layanan Puskesmas Wonosari 2.
GoTo mencatat laba bersih Rp252 miliar pada kuartal II-2026. Bisnis Fintech menjadi kontributor utama dan melampaui ODS untuk pertama kalinya.
Istri Bupati Pemalang Noor Faizah Maenofie tiba di Gedung Merah Putih KPK usai OTT yang menjerat 21 orang terkait dugaan korupsi.
Mbah Rabikem, 80 tahun, masih setia membuat jenang upih khas Sleman. Kuliner tradisional ini diracik hingga 7 jam dan selalu ludes terjual.
Pendiri Telegram Pavel Durov masuk DPO internasional Rusia dan terancam hukuman seumur hidup atas dugaan memfasilitasi terorisme.
BYD akan meresmikan pabrik di Indonesia dalam 1-2 bulan. M6 EV, M6 DM, dan Atto 1 kini sudah diproduksi secara lokal.