Meutya Kecam Israel Tahan Jurnalis RI di Misi Gaza
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Ilustrasi penanganan stunting. - Freepik
Harianjogja.com, BANTUL—Bupati Bantul Abdul Halim Muslih menyatakan peran pos pelayanan terpadu (posyandu) yang ada di setiap perdukuhan harus dioptimalkan untuk penanganan dan penurunan angka stunting atau anak dengan kondisi gagal tumbuh karena kurang asupan gizi.
"Penanganan stunting harus lebih fokus kepada kelompok-kelompok yang rentan melahirkan anak stunting. Dalam hal ini pengoptimalan peran posyandu sangat diperlukan," kata Halim di sela Rapat Koordinasi Tim Percepatan Penurunan Stunting di Bantul, Kamis (9/11/2023)
Bupati mengatakan, seluruh pihak juga harus dapat saling bekerja sama melakukan langkah-langkah untuk menurunkan angka stunting, misalnya melalui pemberian makanan tambahan kepada ibu hamil dan anak yang ada di wilayah jangkauannya.
"Saya juga berpesan agar program pemberdayaan berbasis masyarakat pedukuhan (PPBMP) yang masing-masing pedukuhan mendapat Rp50 juta itu dapat dioptimalkan, salah satunya untuk Posyandu guna menurunkan angka stunting," katanya.
Lebih lanjut Bupati mengatakan, permasalahan stunting masih menjadi salah satu fokus Pemkab Bantul, karena itu sebagai komitmen dalam penanggulangan permasalahan stunting, dilakukan rapat koordinasi agar semua pihak saling sinergi dalam menekan angka stunting.
Berdasarkan survei status gizi Indonesia (SSGI), angka prevalensi stunting Kabupaten Bantul tahun 2021 mencapai 19,1. Kemudian pada tahun 2022 mengalami penurunan menjadi 14,9.
BACA JUGA: Tekan Stunting di Bawah 14 Persen, Program BAAS Digulirkan OPD di Bantul
Menurut dia, angka ini hampir memenuhi target prevalensi stunting nasional tahun 2024 yakni 14 persen. Meski begitu, Bupati Bantul berharap angka prevalensi stunting di Bantul dapat mencapai angka di bawah dua digit.
"Stunting itu merupakan musuh negara paling berat. Angka stunting masih cukup tinggi di Kabupaten Bantul. Tahun 2024-2025 angka stunting harus di bawah dua digit, sehingga kita akan memperbaiki kinerja penurunan stunting," katanya.
Sementara itu, Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) DIY Sodiqin mengatakan pentingnya pola asuh kepada anak untuk mencegah stunting, karena itu keluarga dengan tingkat ekonomi mampu juga berpotensi memiliki anak dengan kondisi stunting.
"Hal ini disebabkan karena kesalahan pola asuh. Misalnya, anak dari keluarga mampu yang lebih sering dirawat asisten rumah tangga atau kakek dan neneknya yang tidak memiliki pemahaman gizi yang baik, sehingga menyebabkan asupan gizi tidak maksimal, dan terjadilah stunting," katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Menkomdigi Meutya Hafid mengecam Israel usai menahan jurnalis Indonesia dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Jadwal KRL Jogja–Solo 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Yogyakarta hingga Palur. Cek jam berangkat terbaru di sini.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.