6 Langkah Kulonprogo Atasi Penyakit Hewan Menular

Andreas Yuda Pramono
Andreas Yuda Pramono Sabtu, 11 November 2023 18:47 WIB
6 Langkah Kulonprogo Atasi Penyakit Hewan Menular

Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati

Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo melalui Tim Teknis Kesehatan Hewan dan Tim Puskeswan melakukan pemantauan penyakit hewan menular strategis dan zoonosis secara intensif. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga kesehatan ternak dan masyarakat di wilayah Kulonprogo.

Plt Kepala DPP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan terdapat enam kegiatan utama dalam pemantauan tersebut seperti survei lapangan secara komprehensif. Survei tersebut melibatkan kunjungan ke peternakan, pasar hewan, dan wilayah rawan penularan penyakit; tujuannya adalah identifikasi potensi risiko dan pemetaan kondisi kesehatan hewan di berbagai lokasi.

BACA JUGA : Cegah Penyakit Hewan Menular, Kulonprogo Maksimalkan Pemantauan Ternak

Kedua, pengambilan sampel dilakukan secara teliti untuk mendeteksi potensi penyakit. Deteksi itu dengan pengambilan sampel dari hewan-hewan tertentu yang memiliki risiko tinggi.  Sampel-sampel itu lalu dianalisis secara laboratorium untuk mengidentifikasi adanya penyakit menular strategis dan zoonosis. Saat ini fokus pengambilan sampel adalah untuk investigasi parasit darah dan penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) atau penyakit sampar pada kambing dan domba.

Ketiga, pengambilan sampel tersebut ditindaklanjuti dengan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan penyakit PPR di Balai Besar Veteriner (BBVet).

Keempat, penyuluhan masyarakat dilakukan terkait cara pencegahan dan langkah-langkah keamanan terhadap penyakit hewan menular dan zoonosis.

"Sosialisasi ini dilakukan melalui bimbingan teknis [bimtek] pada peternak, sosialisasi saat petugas melakukan pelayanan kesehatan hewan dan penyebaran flyer melalui media sosial," kata Trenggono dihubungi, Sabtu (11/11/2023).

Trenggono menambahkan selama kegiatan pemantauan, tim berkolaborasi erat dengan pihak-pihak terkait seperti peternak, pedagang hewan, aparat kalurahan, dan Puskesmas atau Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan mendapatkan informasi yang lebih akurat.

BACA JUGA : Langkah Pemkot Jogja Cegah Masuknya Cacar Monyet

Terakhir, apabila ada temuan potensi risiko penyakit, kata Trenggono tim telah menyiapkan rencana respons cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Hal ini melibatkan isolasi hewan yang terinfeksi, pengobatan, dan tindakan pencegahan lainnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online