Dua Wakil Sleman Jadi Juara Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo melalui Tim Teknis Kesehatan Hewan dan Tim Puskeswan melakukan pemantauan penyakit hewan menular strategis dan zoonosis secara intensif. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga kesehatan ternak dan masyarakat di wilayah Kulonprogo.
Plt Kepala DPP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan terdapat enam kegiatan utama dalam pemantauan tersebut seperti survei lapangan secara komprehensif. Survei tersebut melibatkan kunjungan ke peternakan, pasar hewan, dan wilayah rawan penularan penyakit; tujuannya adalah identifikasi potensi risiko dan pemetaan kondisi kesehatan hewan di berbagai lokasi.
BACA JUGA : Cegah Penyakit Hewan Menular, Kulonprogo Maksimalkan Pemantauan Ternak
Kedua, pengambilan sampel dilakukan secara teliti untuk mendeteksi potensi penyakit. Deteksi itu dengan pengambilan sampel dari hewan-hewan tertentu yang memiliki risiko tinggi. Sampel-sampel itu lalu dianalisis secara laboratorium untuk mengidentifikasi adanya penyakit menular strategis dan zoonosis. Saat ini fokus pengambilan sampel adalah untuk investigasi parasit darah dan penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) atau penyakit sampar pada kambing dan domba.
Ketiga, pengambilan sampel tersebut ditindaklanjuti dengan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan penyakit PPR di Balai Besar Veteriner (BBVet).
Keempat, penyuluhan masyarakat dilakukan terkait cara pencegahan dan langkah-langkah keamanan terhadap penyakit hewan menular dan zoonosis.
"Sosialisasi ini dilakukan melalui bimbingan teknis [bimtek] pada peternak, sosialisasi saat petugas melakukan pelayanan kesehatan hewan dan penyebaran flyer melalui media sosial," kata Trenggono dihubungi, Sabtu (11/11/2023).
Trenggono menambahkan selama kegiatan pemantauan, tim berkolaborasi erat dengan pihak-pihak terkait seperti peternak, pedagang hewan, aparat kalurahan, dan Puskesmas atau Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan mendapatkan informasi yang lebih akurat.
BACA JUGA : Langkah Pemkot Jogja Cegah Masuknya Cacar Monyet
Terakhir, apabila ada temuan potensi risiko penyakit, kata Trenggono tim telah menyiapkan rencana respons cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Hal ini melibatkan isolasi hewan yang terinfeksi, pengobatan, dan tindakan pencegahan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sleman memborong dua juara pertama Gebyar Inovasi Lumbung Mataraman 2026 lewat KWT Teratai Mekar dan Kelompok Tani Manunggal Makmur.
BMKG memperingatkan gelombang 2,5-4 meter dan potensi banjir rob di sejumlah wilayah Indonesia pada Selasa (6/10/2026).
Italia mengalahkan Turki 3-1 pada UEFA Nations League dan naik ke posisi kedua Grup A1 dengan tujuh poin dari empat laga.
Jadwal KSPN Jogja ke Gunungkidul Selasa 6 2026 tersedia untuk rute Obelix Sea View dan Pantai Drini. Cek tarif dan jamnya.
John Herdman bangga membawa Timnas Indonesia menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026 dan meraih trofi pertama dalam sejarah.
Itjen Imipas menemukan 21 bangunan di luar Lapas Cibinong, 13 di antaranya tidak tercatat dalam sistem Barang Milik Negara.