Krisis Air Memburuk, Pemkab Sleman Siap Naikkan Status Kekeringan
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
Pemeriksaan PMK di tempat penampungan ternak. /Harian Jogja-Catur Dwi Janati
Harianjogja.com, KULONPROGO—Dinas Pertanian dan Pangan (DPP) Kabupaten Kulonprogo melalui Tim Teknis Kesehatan Hewan dan Tim Puskeswan melakukan pemantauan penyakit hewan menular strategis dan zoonosis secara intensif. Pemantauan tersebut menjadi bagian dari komitmen untuk menjaga kesehatan ternak dan masyarakat di wilayah Kulonprogo.
Plt Kepala DPP Kulonprogo, Trenggono Trimulyo, mengatakan terdapat enam kegiatan utama dalam pemantauan tersebut seperti survei lapangan secara komprehensif. Survei tersebut melibatkan kunjungan ke peternakan, pasar hewan, dan wilayah rawan penularan penyakit; tujuannya adalah identifikasi potensi risiko dan pemetaan kondisi kesehatan hewan di berbagai lokasi.
BACA JUGA : Cegah Penyakit Hewan Menular, Kulonprogo Maksimalkan Pemantauan Ternak
Kedua, pengambilan sampel dilakukan secara teliti untuk mendeteksi potensi penyakit. Deteksi itu dengan pengambilan sampel dari hewan-hewan tertentu yang memiliki risiko tinggi. Sampel-sampel itu lalu dianalisis secara laboratorium untuk mengidentifikasi adanya penyakit menular strategis dan zoonosis. Saat ini fokus pengambilan sampel adalah untuk investigasi parasit darah dan penyakit Peste des Petits Ruminants (PPR) atau penyakit sampar pada kambing dan domba.
Ketiga, pengambilan sampel tersebut ditindaklanjuti dengan uji Polymerase Chain Reaction (PCR) untuk pemeriksaan penyakit PPR di Balai Besar Veteriner (BBVet).
Keempat, penyuluhan masyarakat dilakukan terkait cara pencegahan dan langkah-langkah keamanan terhadap penyakit hewan menular dan zoonosis.
"Sosialisasi ini dilakukan melalui bimbingan teknis [bimtek] pada peternak, sosialisasi saat petugas melakukan pelayanan kesehatan hewan dan penyebaran flyer melalui media sosial," kata Trenggono dihubungi, Sabtu (11/11/2023).
Trenggono menambahkan selama kegiatan pemantauan, tim berkolaborasi erat dengan pihak-pihak terkait seperti peternak, pedagang hewan, aparat kalurahan, dan Puskesmas atau Dinas Kesehatan (Dinkes). Hal ini bertujuan untuk meningkatkan koordinasi dan mendapatkan informasi yang lebih akurat.
BACA JUGA : Langkah Pemkot Jogja Cegah Masuknya Cacar Monyet
Terakhir, apabila ada temuan potensi risiko penyakit, kata Trenggono tim telah menyiapkan rencana respons cepat untuk mencegah penyebaran lebih lanjut. Hal ini melibatkan isolasi hewan yang terinfeksi, pengobatan, dan tindakan pencegahan lainnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Sleman membuka peluang menaikkan status kekeringan menjadi Tanggap Darurat jika dampak meluas dan melebihi kapasitas penanganan daerah.
Pemerintah menghormati putusan MK soal pemisahan anggaran MBG dari dana pendidikan dan akan mengkaji dampaknya terhadap APBN.
Prabowo meminta gubernur dan bupati tidak mengerahkan warga untuk menyambut kunjungan kerjanya agar masyarakat tidak menunggu berjam-jam.
Dokter bedah onkologi mengingatkan pentingnya deteksi dini kanker payudara. Kasus terus meningkat dan banyak pasien datang saat stadium lanjut.
KPK menahan empat tersangka baru kasus dugaan korupsi komisi asuransi perkapalan PT Pelni dan PT Jasindo dengan kerugian negara Rp15,6 miliar.
Kejagung menetapkan Nurman Herin sebagai tersangka kasus dugaan TPPU eks Jampidsus Febrie Adriansyah dan menahannya selama 20 hari.