Profil Perry Warjiyo, Arsitek QRIS yang Mundur dari BI
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Teno, salah satu petani Dusun Susukan, Sukorejo, Tegalrejo, Kabupaten Magelang menunjukkan tanaman cabai rawit yang tumbuh kurang maksimal di sawah, Sabtu (4/11/2023)./Harian Jogja-Nina Atmasari
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Pertanian Pangan dan Perikanan (DP3) Sleman memperkirakan produksi cabai di wilayahnya turun sebanyak 2.281,3 ton pada 2023. Penurunan produktivitas cabai ini disebabkan karena gangguan cuaca dan dampak dari el nino.
Kepala DP3 Sleman Suparmono mengatakan, adanya el nino dan gangguan cuaca telah berdampak kepada penurunan produktivitas cabai di wilayahnya. Jika pada 2022, Sleman mampu memproduksi 11.406,6 ton, maka pada 2023 produksi itu diperkirakan turun sekitar 20% atau 2.281,3 ton atau total produktivitas cabai pada 2023 adalah sebesar 9.125,3 ton. "Penurunan itu karena adanya dampak el nino dan perubahan cuaca," katanya, Kamis (16/11/2023).
BACA JUGA: Harga Cabai Rawit di Sleman Makin Pedas, Disperindag Tak Bisa Intervensi
Menurut dia, selama ini produksi cabai ada di 17 kapanewon di Bumi Sembada. Di mana, daerah yang selama ini jadi sentra produksi berada di Kapanewon Ngaglik, Pakem, Ngemplak, Turi, Sleman, dan Tempel. Sedangkan jenis cabai yang berkembang di Kabupaten Sleman adalah cabai rawit dan cabai keriting.
Sebelum adanya gangguan cuaca dan el nino, dinas mencatat produksi cabai di Sleman cenderung stabil. "Karena adanya penerapan pola tanam. Di mana rata-rata produksi per bulan ada lahan cabai 300 hektare," jelasnya.
Suparmono mengatakan, selama ini para petani telah mengoptimalkan keberadaan pasar lelang dan titik kumpul cabai berperan penting bagi petani dalam meningkatkan posisi tawar. Dimana, titik kumpul ini adalah tempat singgah sementara untuk cabai sebelum dikirim ke pembeli yang sudah memenangi lelang. Cabai hasil lelang rata-rata dikirim ke beberapa pasar induk di Jakarta.
Sedangkan dinas telah melakukan berbagai upaya agar produksi cabai di tahun ini tetap terjaga. Supramono menyebut dinas telah melaksanakan 30 kali Sekolah Lapang Budidaya Cabai dimana dalam setiap pelaksanaan dikembangkan 1,25 hektare lahan cabai dan memberikan penyuluhan terkait cara penanggulangan hama dan penyakit tanaman cabai. "Dan semua sudah dilakukan oleh teman-teman di lapangan," sambung Suparmono.
BACA JUGA: Harga Cabai Mahal, Warga Jogja Diminta Menanam di Rumah
Harga cabai naik
Sementara akibat penurunan produksi cabai di Sleman telah berdampak kepada peningkatan harga cabai di sejumlah pasar dalam beberapa waktu terakhir.
Harga cabai rawit merah di Sleman pada Kamis (16/11/2023) Rp77.350 per kilogram atau naik Rp3500 per kilogram dari harga sebelumnya. Harga cabai rawit hijau Rp67.750 per kilogram, cabai merah besar Rp59.857 per kilogram dan cabai merah keriting Rp67.375 per kilogram.
Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperindag) Kabupaten Sleman Mae Rusmi Suryaningsih mengatakan, kenaikan cabai utamanya rawit baik hijau maupun merah dipengaruhi oleh faktor musim. Di mana saat ini banyak tanaman cabai rusak karena kekeringan. Di samping itu kenaikan harga cabai juga dipengaruhi oleh tingginya permintaan dan sedikitnya stok cabai rawit di pasaran.
"Kami sendiri hanya melakukan pemantauan dan tidak melakukan operasi pasar," katanya.
Diakui oleh Mae, stok cabai rawit yang ada di sejumlah pasar di Bumi Sembada tidak sepenuhnya berasal dari DIY. Justru cabai yang ada banyak berasal dari Jawa Timur. "Cabai banyak dipasok dari Kediri, Jawa Timur. Kita juga ada lelang cabai yang peserta dari luar DIY. Kalau ketersediaan banyak, hanya saja banyak yang rusak, permintaan tidak turun," lanjutnya.
Kepala Bidang Usaha Perdagangan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Sleman, Kurnia Astuti mengatakan jika cabai rawit bukanlah kebutuhan bahan pokok. Saat ini sementara pihaknya mengamankan distribusi. "Yang penting dipastikan masih tersedia di pasar," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Profil Perry Warjiyo, ekonom asal UGM yang mengabdi sekitar 42 tahun di Bank Indonesia dan dikenal sebagai penggagas transformasi pembayaran digital melalui QRI
Kelurahan Tegalrejo menggelar Tedhak Siten untuk melestarikan budaya Jawa dan mengenalkan nilai luhur kepada generasi muda.
Bantuan air bersih sudah disalurkan ke delapan kapanewon di Gunungkidul. BPBD mengalokasikan 1.150 tangki untuk warga terdampak kekeringan.
Ratusan ikan gurame mati di Sleman akibat kualitas air kolam menurun selama musim kemarau. DP3 menyediakan vitamin gratis bagi pembudidaya.
KAI Bandara YIA membagikan merchandise kepada penumpang anak dalam peringatan Hari Anak Nasional 2026 di Stasiun Yogyakarta dan Stasiun YIA.
Sebanyak 113 SPPG di Bantul telah beroperasi untuk program MBG, sementara 22 unit lainnya masih belum berjalan karena berbagai kendala.