Rumah Tahfiz di Nitikan Dibangun untuk Alihkan Anak dari Gadget

Sunartono
Sunartono Sabtu, 18 November 2023 17:47 WIB
Rumah Tahfiz di Nitikan Dibangun untuk Alihkan Anak dari Gadget

Foto ilustrasi Masjid di Kota Jogja. /Istimewa.

Harianjogja.com, JOGJA—Sebuah program Rumah Tahfiz bagi penghafal Alquran dibangun di Kompleks Masjid An-Nashir Nitikan, Umbulharjo, Kota Jogja. Program ini digulirkan untuk memberikan ruang kepada anak-akan agar terhindar dari kebiasaan memegang gadget ketika di rumah.

Peletakan batu pertama pembangunan rumah tahfiz ini akan digelar sekaligus pengajian akbar dalam rangka Milad Muhammadiyah yang ke 111 pada Minggu (19/11/2023) pagi dengan dihadiri Busyro Muqoddas selaku ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah serta sejumlah pimpinan daerah dan pimpinan ranting Muhammadiyah.

BACA JUGA : Unik! di Pondok Pesantren ini, Santri Mengaji Pakai Bahasa Isyarat

“Kami tidak hanya fokus kepada spiritualitasnya saja, tetapi juga ingin membangun hafiz Alquran yang bisa mempraktikkan etos kerja yang produktif dan memberi kemanfaatan kepada semua Manusia,” kata  Ketua Takmir Masjid An-Nashir Nitikan Donny Donavan, Sabtu (18/11/2023).

Ia menambahkan rumah tahfiz dibangun salah satunya merespons era saat ini di mana anak dari usia balita bahkan saat ini telah terpapar dengan gadget dan gim online yang jelas tidak memberi edukasi yang baik. Bahkan jika orang tua tidak memberi perhatian, sudah banyak anak yang saat ini menjadi korban kecanduan terhadap gim online.

“Dampaknya jelas merusak kondisi psikologi dan juga psikis anak. Pondasi spiritual yang kuat menjadi satu kebutuhan yang mutlak bagi anak-anak dan juga  generasi muda menghadapi era perubahan saat ini. Berangkat dari kondisi tersebut, kami merasa terpanggil untuk membuat satu pola pendidikan yang komprehensif untuk pondasi spiritual yang kuat  khususnya bagi anak-anak dan generasi muda yang ada di wilayah Nitikan,” katanya.

BACA JUGA : Salah Satu Korban Laka Laut Bantul Seorang Guru Tahfiz

Rumah Tahfiz An-Nashir akan dibangun empat lantai yang terdiri dari ruang belajar dan asrama bagi santri. Pembangunan ini berdiri diatas tanah wakaf Muhammadiyah dengan yang luasnya mencapai 115 meter. “Insyaallah pada 2025 sudah bisa beroperasi,” katanya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.

Share

Sunartono
Sunartono Jurnalis Harian Jogja, bagian dari Bisnis Indonesia Group menulis untuk media cetak dan online