Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Penutur menyampaikan cerita dongeng dalam Pagelaran Dongeng Jogja 2023, di Panggung Sekolah Hutan Pinus Mangunan, Minggu (19/11/2023)/Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL–Rumah Dongeng Mentari kembali menghelat Pagelaran Dongeng Jogja (PDJ) di Panggung Sekolah Hutan Pinus Mangunan, Minggu (19/11/2023). Ribuan pengunjung yang didominasi keluarga antusias menyaksikan para penutur dengan berbagai cerita di tengah keindahan alam hutan pinus.
Dibuka dengan permainan gamelan, kentungan dan macapat, PDJ tahun ini menghadirkan delapan penutur, dengan rincian lima dari Indonesia dan tiga dari manca negara. Para penutur yakni Kak Ojan, Rona Mentari, Kak Awe, Kak Kiki & Kak Ana, Taqarrabie, Priyanka Chaterjee (India), Roger Jenkins (Singapura), Alla Labedeva (Rusia).
BACA JUGA: Anggaran Terbatas, Car Free Day di Sleman Digelar Sampai Awal Desember
Ketua Pelaksana PDJ 2023, Ara Adisti, menjelaskan pada pelaksanaan kali ini, PDJ mengusung tema ‘Cerita Agawe Santoso’ yang artinya cerita membuat sentosa. “Kami percaya, cerita yang dituturkan hari ini memiliki kekuatan membangun masyarakat yang sentosa,” katanya.
Kegiatan ini sengaja diselenggarakan di alam terbuka supaya penontonnya dapat mendengarkan dongeng dengan pengalaman yang berbeda. “Biasanya kita mendengarkan dongeng ketika akan tidur, di kelas saat bersekolah, atau membacanya sendiri di rumah,” ungkapnya.
Dengan pengalaman yang berbeda ini, penonton dapat lebih teringat dan menjadikannya memori baik untuk disampaikan pada teman-teman lainnya. Selain itu, kegiatan di alam akan mengenalkan anak-anak pada lingkungan agar mereka semakin mencintai alam.
“Hutan pinus untuk bercerita itu memiliki daya magis. Alam sebenarnya bercerita. Jadi kita bercerita di alam, alam juga bercerita ke kita. Makanya kami pilih di sini sebagai venue. Setiap tahun juga di sini sejak 2016,” kata dia.
Untuk memperkuat pengalaman yang didapat para pengunjung, setiap pendongeng juga diiringi oleh musikalisasi dari home band. Para penutur juga sangat interaktif, sehingga para pengunjung pun turut menjadi bagian dari dongeng yang diceritakan.
Konsep ini ternyata diminati oleh masyarakat luas. Antusiasme pengunjung dari tahun ke tahun selalu meningkat. Pada penyelenggaraan tahun ini, terjual habis sebanyak 1.200 tiket. Bangku yang disediakan di Panggung Sekolah Hutan Pinus pun tidak mencukupi untuk para pengunjung.
Mereka banyak yang menggelar alas di belakang area bangku penonton untuk menyaksikan dongeng sembari menikmati suasana hutan pinus bersama keluarga. “Dari tahun ke tahun ada peningkatan. Tahun sebelumnya orang-orang tidak sampai membawa terpal,” paparnya.
Salah satu pengunjung, Rara, warga Sleman, mengatakan datang bersama suami dan anaknya untuk menyaksikan dongeng sambil berekreasi. “Karena lokasinya juga asyik di tengah hutan pinus. Anak saya juga suka melihat dongeng,” katanya.
Dengan kegiatan ini, diharapkan dapat mengembalikan tradisi lisan masyarakat yang belakangan semakin berkurang seiring masifnya penggunaan gadget dalam kehidupan sehari-hari, termasuk oleh anak-anak.
“Dulu orang kalau ga ada handphone mainnya keluar, bersosialisasi, berinteraksi, meningkatkan rasa empati. Itu cukup membantu dengan adanya dongeng. Jadi harapannya bisa menumbuhkan lagi tradisi yang tersaingi oleh teknologi,” pungkas Ara.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Tarif tambahan US$100 bagi turis asing di Grand Canyon digugat perusahaan tur Arizona. Simak alasan gugatan dan aturan NPS.
Turis asing bisa mendapatkan tiket Shinkansen gratis ke Kagoshima. Simak syarat, cara klaim, negara peserta, dan periode promonya.
Klasemen Asian Games 2026 berubah setelah Nurisa Dian meraih emas. Indonesia kini mengoleksi 5 emas, 7 perak, dan 20 perunggu.
Gejala influenza A meliputi demam, batuk, lelah, nyeri tubuh hingga sakit tenggorokan. Kenali tanda bahaya dan kapan perlu ke dokter.
Indonesia menghadapi Bangladesh pada laga penentu. Simak syarat Garuda lolos final dan proyeksi poin ranking FIFA jika menang.