Modus Tukar Uang, 2 WNA Gasak Rp4,2 Juta di Gunungkidul
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan hingga sekarang ini belum indikasi anak yang terjangkit Japanese Ecephalitis (JE) atau radang otak. Meski demikian, sosialisasi pencegahan di Masyarakat akan terus dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga sekarang belum ada laporan terkait dengan penyebaran penyakit JE di wilayah Bumi Handayani. Pasca-adanya temuan suspek di Kulonprogo sudah dilakukan koordinasi internal.
“Gunungkidul belum ada kasusnya,” kata Dewi kepada Harianjogja.com, Minggu (19/11/2023).
BACA JUGA: Seorang Anak di Kulonprogo Meninggal Akibat Virus Peradangan Otak, Empat Lainnya Suspek
Menurut dia, ketiadaan kasus tidak membuat dinas Kesehatan terus berdiam diri. Upaya pencegahan terus digalakan guna menangkal penyakit yang disebabkan oleh nyamuk culex.
“Tentu sosialisasi pencegahan ke Masyarakat terus digencarkan,” katanya.
Dewi mengungkapkan, untuk sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain penyuluhan langsung ke Masyarakat bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan posyandu dan lain sebagainya, juga ada pemasangan flayer tentang bahaya dan pencegahan penyakit JE.
“Kita sudah menyasar ke teman-teman di fasilitas Kesehatan [Faskes] tentang aturan dan informas penyakit JE. Harapannya bisa diteruskan ke Masyarakat melalui berbagai penyuluhan Kesehatan,” katanya.
Ia mengungkapkan, upaya pencegahan juga membutuhkan partisipasi dari Masyarakat agar hasilnya bisa dioptimalkan. Penyebaran penyakit JE tidak jauh berbeda dengan DBD karena sama-sama disebarkan melalui nyamuk, meski jenisnya berbeda.
Oleh karenanya, sambung Dewi, Masyarakat bisa terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, juga makan-makanan bergizi dan rutin berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
“Kalau tubuh fit, maka potensi terserang penyakit akan berkurang,” katanya.
BACA JUGA: Ada 13 Kasus Suspek Virus Peradangan Otak di DIY, Dinkes Jogja Siapkan Vaksinasi
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap kepada pemkab untuk benar-benar mewaspadai penyebaran penyakit JE yang disebabkan oleh nyamuk culex. Meski belum ada laporan kasus, kesiapsiagaan dan upaya pencegahan terus disosialisasikan ke Masyarakat.
“Tidak ada kasus bukan berarti aman dari potensi penyebaran. Jadi, Masyarakat harus terus diedukasi untuk bersama-sama melakukan pencegahan sehingga bisa terhindar dari penyakit ini,” kata Ery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Dua WNA mencuri Rp4,2 juta di warung Gunungkidul dengan modus tukar uang. Polisi masih memburu pelaku dan imbau warga waspada.
JMS 2026 mempertemukan ratusan media lokal Jawa Tengah untuk menyusun strategi menghadapi disrupsi digital dan tantangan AI.
Aktivis Global Sumud Flotilla mengaku mengalami sengatan listrik dan kekerasan fisik saat ditahan Israel usai misi kemanusiaan menuju Gaza.
Tingkat pengangguran DIY turun menjadi 3,05% pada Februari 2026. Pariwisata, UMKM, dan ekonomi kreatif jadi penyerap tenaga kerja utama.
Harga cabai rawit merah nasional mencapai Rp57.650 per kg menurut data PIHPS Kamis pagi. Telur ayam ras dijual Rp32.500 per kg.
Revisi UU HAM disiapkan untuk melindungi aktivis dan pembela HAM dari kriminalisasi serta memperkuat hak digital dan lingkungan hidup.