Pilihan Lurah Gunungkidul, 11 Petahana Tersungkur
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Ilustrasi. /Freepik
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kesehatan Gunungkidul memastikan hingga sekarang ini belum indikasi anak yang terjangkit Japanese Ecephalitis (JE) atau radang otak. Meski demikian, sosialisasi pencegahan di Masyarakat akan terus dilakukan.
Kepala Dinas Kesehatan Gunungkidul, Dewi Irawaty mengatakan, hingga sekarang belum ada laporan terkait dengan penyebaran penyakit JE di wilayah Bumi Handayani. Pasca-adanya temuan suspek di Kulonprogo sudah dilakukan koordinasi internal.
“Gunungkidul belum ada kasusnya,” kata Dewi kepada Harianjogja.com, Minggu (19/11/2023).
BACA JUGA: Seorang Anak di Kulonprogo Meninggal Akibat Virus Peradangan Otak, Empat Lainnya Suspek
Menurut dia, ketiadaan kasus tidak membuat dinas Kesehatan terus berdiam diri. Upaya pencegahan terus digalakan guna menangkal penyakit yang disebabkan oleh nyamuk culex.
“Tentu sosialisasi pencegahan ke Masyarakat terus digencarkan,” katanya.
Dewi mengungkapkan, untuk sosialisasi dapat dilakukan dengan berbagai cara. Selain penyuluhan langsung ke Masyarakat bersamaan dengan pelaksanaan kegiatan posyandu dan lain sebagainya, juga ada pemasangan flayer tentang bahaya dan pencegahan penyakit JE.
“Kita sudah menyasar ke teman-teman di fasilitas Kesehatan [Faskes] tentang aturan dan informas penyakit JE. Harapannya bisa diteruskan ke Masyarakat melalui berbagai penyuluhan Kesehatan,” katanya.
Ia mengungkapkan, upaya pencegahan juga membutuhkan partisipasi dari Masyarakat agar hasilnya bisa dioptimalkan. Penyebaran penyakit JE tidak jauh berbeda dengan DBD karena sama-sama disebarkan melalui nyamuk, meski jenisnya berbeda.
Oleh karenanya, sambung Dewi, Masyarakat bisa terus menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Selain itu, juga makan-makanan bergizi dan rutin berolahraga untuk meningkatkan daya tahan tubuh sehingga tidak mudah terserang penyakit.
“Kalau tubuh fit, maka potensi terserang penyakit akan berkurang,” katanya.
BACA JUGA: Ada 13 Kasus Suspek Virus Peradangan Otak di DIY, Dinkes Jogja Siapkan Vaksinasi
Anggota Komisi D DPRD Gunungkidul, Ery Agustin S berharap kepada pemkab untuk benar-benar mewaspadai penyebaran penyakit JE yang disebabkan oleh nyamuk culex. Meski belum ada laporan kasus, kesiapsiagaan dan upaya pencegahan terus disosialisasikan ke Masyarakat.
“Tidak ada kasus bukan berarti aman dari potensi penyebaran. Jadi, Masyarakat harus terus diedukasi untuk bersama-sama melakukan pencegahan sehingga bisa terhindar dari penyakit ini,” kata Ery.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pilur serentak Gunungkidul diikuti 91 calon dari 31 kalurahan. Sebanyak 11 lurah petahana gagal mempertahankan jabatannya.
Lelang cabai digital di Bantul membantu petani mendapat harga lebih tinggi dibanding pengepul, dengan total 1,7 ton sudah dilelang.
Empat EWS tsunami di pantai Gunungkidul mengalami kerusakan. BPBD menyiapkan Rp165 juta dan perbaikan dimulai Oktober 2026.
Bupati Gowa Sitti Husniah menjalani pemeriksaan perdana sebagai tersangka dugaan korupsi pemerasan dan TPPU senilai Rp1,1 miliar.
BPS mencatat inflasi Indonesia September 2026 sebesar 0,3% secara bulanan dan 3,28% secara tahunan, dengan cabai jadi pemicu utama.
BPJS Kesehatan mengeluarkan lebih dari Rp100 triliun untuk 172,3 juta kasus penyakit jantung sepanjang 2015-2025.