Rezza Kalah dari Pemanah Korea Selatan, Indonesia Gagal Raih Medali Asian Games
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Muhammadiyah meluncurkan Muhammadiyah Climate Center dalam Global Forum for Climate Movement: Promoting Green Culture, Innovation and Cooperation yang diadakan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja, pada 17-18 November 2023. /Istimewa.
Harianjogja.com, JOGJA--Muhammadiyah meluncurkan Muhammadiyah Climate Center dalam Global Forum for Climate Movement: Promoting Green Culture, Innovation and Cooperation yang diadakan di Universitas Ahmad Dahlan (UAD) Jogja, pada 17-18 November 2023.
Selain meluncurkan Muhammadiyah Climate Center yang merupakan sumbangsih Muhammadiyah dalam upaya penanganan perubahan iklim, forum tersebut juga menghasilkan Seruan Aksi (Call to Action) dalam mengatasi tantangan perubahan iklim.
Direktur Jenderal Amerika dan Eropa Kementerian Luar Negeri Umar Hadi menekankan pentingnya aksi nyata yang berkelanjutan untuk mengatasi tantangan iklim, seperti pembentukan Muhammadiyah Climate Center dan kontribusi Indonesia mengurangi laju deforestasi.
BACA JUGA : Antisipasi Krisis Pangan, BMKG Dorong Kolaborasi Negara ASEAN
“Kami di Kemlu melihat Muhammadiyah punya sumber daya intelektual yang sangat besar. Kalau sebagian mau mencurahkan perhatiannya untuk mengatasi persoalan ini, kita bisa beradaptasi untuk mengatasi problem yang diakibatkan perubahan iklim,” kata Umar.
Umar juga menekankan pentingnya setiap negara berperan sesuai kapasitas dalam semangat kemitraan agar dapat menyiasati keterbatasan sumber daya yang ada, dan keperluan akan pendekatan multi-pihak dari seluruh lapisan, pemerintah, organisasi internasional, lembaga swadaya masyarakat, swasta dan lembaga keagamaan serta komunitas lokal.
“Setelah acara ini Muhammadiyah akan melanjutkan dan memperkuat inisiatif untuk membangun Gerakan yang kaitannya pelestarian lingkungan dan perubahan iklim, melalui Green Campus, Green Hospital, dan mengembangkan berbagai Gerakan maupun program berbasis masyarakat,” kata Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah Abdul Mu’ti.
Seruan Aksi yang dihasilkan dalam forum global tersebut menyatukan seluruh pandangan ke dalam komitmen kerja sama nyata dalam empat area, yaitu membangun budaya hijau; inovasi dalam ketahanan iklim; strategi, inisiatif, kerangka hukum dan pendanaan untuk adaptasi; serta pendekatan kolaboratif untuk masa depan yang hijau.
Seruan Aksi tersebut menjalankan praktik ramah lingkungan berbasis ajaran keyakinan, menerapkan teknologi hemat energi dan berkelanjutan di sekolah, kampus, rumah sakit dan pelayanan kesehatan.
BACA JUGA : Belum Punya Perda soal Dampak Perubahan Iklim, Ini yang Diandalkan Pemkab Gunungkidul
Selain itu, Seruan Aksi tersebut juga mengintegrasikan mekanisme pendanaan berkelanjutan, dan penguatan kemitraan, kolaborasi, saling tukar praktik dengan seluruh pihak, termasuk akademisi, pada berbagai inisiatif perubahan iklim.
Selama dua hari penyelenggaraan, forum tersebut dihadiri oleh pembicara dan peserta dari Australia, Jepang, Kenya, Malaysia, Maroko, Belanda, Norwegia, Papua Nugini, Filipina, Singapura, Inggris, Amerika Serikat, dan Vatikan, serta perwakilan organisasi internasional seperti UNDP, UNESCAP dan Uni Eropa.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
Rezza Octavia tersingkir di 16 besar Asian Games Aichi-Nagoya 2026. Indonesia kembali tanpa medali recurve individu putri.
Dokter Yoga Yuniadi meluruskan anggapan obat hipertensi menyebabkan ginjal rusak dan menjelaskan pentingnya menjaga tekanan darah tetap terkendali.
Kuota LPG 3 kg 2027 dipangkas menjadi 8 juta ton. Pemerintah menyiapkan CNG, jargas, dan kompor listrik sebagai energi alternatif.
DPRD Kota Jogja mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem, tata kelola transparan, akuntabel, dan budaya integritas.
Polri menetapkan 196 tersangka dari 245 laporan karhutla hingga 28 September 2026. Kasus yang melibatkan korporasi juga terus didalami.
Bulog memastikan Beras Kita Premium dapat digunakan untuk kebutuhan MBG sesuai arahan pemerintah, sementara beras fortifikasi bukan pengganti beras premium.