8 SPPG di Gunungkidul Belum Beroperasi, Ribuan Siswa Tunggu MBG
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Ilustrasi KDRT (Freepik)
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Warga di Perdukuhan Grogol 2, Bejiharjo, Karangmojo dihebohkan adanya cekcok pasangan suami istri yang berujung terjadinya kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), Selasa (21/11/2023). Kasus ini sekarang ditangani oleh tim dari Polres Gunungkidul.
Dukuh Grogol 2, Tugiyanto mengatakan, mengaku tidak tahu pasti penyebab terjadinya KDRT. Pasalnya, meski sering bolak balik ke Bejiharjo, namun pasutri ini menetap tinggal di Kota Jogja.
“Kejadiannya Selasa sore, tapi detailnya kurang tahu. Kemungkinan penyebab cekcok karena masalah keluarga,” kata Tugiyanto kepada wartawan, Rabu (22/11/2023).
Dia menjelaskan, didalam peristiwa ini, sang istri berinsial TS mengalami luka tusuk di bagian tangan kanan dan perut. Pelaku penusukan tak lain adalah suaminya sendiri berinsial R.
“Peristiwa penusukan ini membuat heboh warga. Sebab, korban berteriak minta tolong hingga akhirnya warga berdatangan untuk kemudian membawa ke rumah sakit,” katanya.
Peristiwa tidak berhenti pada penusukan. Pasalnya, R juga dilarikan ke rumah sakit karena kedapatan menenggak obat pembasmi serangga, Dencis.
“Kemungkinan panik dan takut hingga akhirnya melakukan aksi nekat ini,” katanya.
BACA JUGA: Suami Korban Ditetapkan Sebagai Tersangka KDRT Maut di Gunungkidul
Meski demikian, Tugiyanto mengakui belum mengetahui kondisi terkini pasutri ini. “Yang jelas sudah mendapatkan perawatan di rumah sakit. Untuk perkembangan belum mendapatkan informasi terbaru,” katanya.
Menurut dia, pasca-kejadian ada petugas dari Polsek Karangmojo yang mendatangi lokasi kejadian. “Pak Polisi sudah ke lokasi kejadian untuk pemeriksaan,” katanya.
Terpisah, Kapolsek Karangmojo, Komisaris Polisi Agus Sunarno membenarkan adanya peristiwa KDRT serta upaya bunuh diri di Padukuhan Grogol 2, Bejiharjo, Karangmojo. Meski demikian, untuk penanganan kasus ditangani langsung oleh petugas dari Polres Gunungkidul.
“Ditangani oleh Polres dan perkembangan informasi terkini bisa dicek ke sana [Polres Gunungkidul],” katanya. (David Kurniawan)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak delapan SPPG di Gunungkidul belum beroperasi sehingga ribuan siswa masih menunggu penyaluran Program Makan Bergizi Gratis.
Jembatan Dodogan-Pokoh di Bantul mulai diperbaiki setelah putus akibat banjir bandang. Proyek senilai Rp1,9 miliar ditargetkan selesai Desember 2026.
DJP mencatat piutang pajak tak tertagih Rp47,4 triliun pada 2025. Sebanyak Rp35 triliun berstatus macet dan mayoritas berusia di atas lima tahun.
Simak rekomendasi AI terbaik untuk bisnis, mulai ChatGPT, Claude, Copilot, Perplexity AI hingga Jasper AI sesuai kebutuhan kerja.
Pemkab Gunungkidul menyiapkan strategi bertahap mengatasi monyet ekor panjang yang merusak lahan pertanian, termasuk menggandeng UGM.
Presiden Prabowo Subianto menyebut Indonesia berpeluang menjadi ekonomi terbesar keempat dunia dalam 25 tahun mendatang.