YOT VI Diikuti 5.200 Karateka, Pembinaan Atlet Jadi Fokus
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
PDI Perjuangan./Harian Jogja
Harianjogja.com, JOGJA—DPD PDIP DIY mengaku tak mempermasalahkan dengan ditetapkannya Gibran Rakabuming Raka yang merupakan Cawapres pasangan Prabowo Subianto sebagai panglima pemenangan Koalisi Indonesia Maju (KIM) untuk wilayah Jawa Tengah-DIY.
Sekretaris DPD PDI Perjuangan DIY, Totok Hedi Santosa menyampaikan partainya yang mengusung Ganjar-Mahfud sebagai Capres-Cawapres sudah cukup solid, sehingga tidak mempermasalahkan Gibran ditunjuk sebagai panglima pemenangan atau apapun bersama koalisinya. "Gibran atau siapa mau jadi panglima, kami ini mengusung Ganjar-Mahfud dan sudah memiliki tim yang sangat solid," kata Totok, Kamis (23/11/2023).
Totok pun mengingatkan bahwa Jawa Tengah-DIY sudah lama dikenal sebagai kandang banteng atau salah satu basis terbesar suara dari partainya.
Dengan demikian penunjukan Gibran sebagai panglima pemenangan tentu tidak mudah untuk merebut suara di kawasan tersebut. "Jateng mau digoncang enggak mudah lah. Itu kan ilusi saja mau goncang. Itu ilusi kelompok sana saja bahwa dia ingin merebut suara Jateng. Dipersilakan, mari kita berkompetisi secara fair," jelasnya.
Penunjukan Gibran sebagai panglima pemenangan KIM tidak lepas dari sosoknya yang dinilai sebagai representasi generasi muda.
BACA JUGA: Ribut-Ribut Iklan Prabowo-Gibran Melibatkan Anak-Anak, Ini Penjelasan Komandan Tim Kampanye
Pencalonan dan penunjukan putera sulung Presiden Jokowi itu diharapkan bisa mengamankan suara generasi milenial di wilayah Jateng-DIY.
Totok juga memastikan apa yang dilakukan partainya dengan generasi milenial membuat kelompok itu cukup banyak yang bergabung dengan tim sukarelawan dan pemenangan. Dengan begitu PDIP DIY optimistis suara di Jateng-DIY tetap bulat untuk Ganjar-Mahfud.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
YOT VI di GOR UNY diikuti 5.200 karateka. Ajang ini menjadi wadah pembinaan atlet usia dini hingga kompetisi tingkat internasional.
Eksplorasi panas bumi Gunung Ungaran menuai kekhawatiran. Pemerintah memastikan kajian lingkungan dan Candi Gedong Songo menjadi perhatian.
Komdigi memberi batas 28 September 2026 bagi operator untuk menyediakan perlindungan sisa kuota internet sesuai putusan MK.
TPA Putri Cempo Solo terbakar pada Rabu malam. Petugas pemadam dikerahkan dari sisi utara dan barat untuk menangani kebakaran.
KY merespons desakan moratorium seleksi hakim agung dan hakim ad hoc MA 2026 serta menegaskan mandat konstitusional tetap dijalankan.
Kunjungan wisatawan ke Kaliurang mencapai 417.291 orang hingga Agustus 2026, dengan jumlah tertinggi tercatat pada Mei.