Dirut Telkom: Infrastruktur dan Keamanan Digital Jadi Fondasi Industri AI Masa Depan
Telkom menilai pembangunan infrastruktur, ekosistem mitra, dan investasi jangka panjang menjadi kunci pengembangan industri kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Suasana Upacara Ganti Bregada Pakualaman dimana saat para prajurit berganti dan mengitari benteng Pura Pakualman (25/11/2023).
JOGJA—Pura Pakualaman bersama Dinas Pariwisata (Dispar) DIY menggelar lagi Upacara Ganti Dwaja Bregada Pakualaman pada Sabtu (25/11/2023). Gelaran yang rutin dilakukan setiap selapan atau 35 hari pada tiap Sabtu kliwon itu jadi yang terakhir pada 2023 ini.
Gelaran Upacara Ganti Dwaja Bregada Pakualaman terakhir di 2023 ini berlangsung meriah dengan penampilan jathilan dan tari tradisional. Semua penampilan atraksi seni tradisi itu datang dari sanggar seni di Kota Jogja.
Selain atraksi seni tradisi, gelaran Upacara Ganti Dwaja Bregada Pakualaman juga meriah dengan bazar UKM. Dalam gelaran itu tampak berbagai wisatawan turut menikmati, di mana terlihat berbagai wisatawan mancanegara juga.
“Memang ini kami jadikan agenda rutin wisata DIY, bekerja sama dengan Pura Pakualaman kami bertujuan untuk mengadakan berbagai atraksi seni dari seluruh penjuru DIY di Alun-alun Pura Pakualaman ini,” jelas Plh Kepala Dispar DIY, Kurniawan pada Sabtu (25/11/2023).
Kurniawan menegaskan Upacara Ganti Dwaja Bregada Pakualaman akan dilanjutkan gelarannya pada 2024 mendatang dengan bantuan dari dinasnya. “Sudah kami koordinasikan akan terus dilanjutkan karena selama ini hasil evaluasi kami cukup terus meningkat antusiasme wisatawan mengunjungi acara ini,” katanya.
Selain karena diminati wisatawan, jelas Kurniawan, Upacara Ganti Dwaja Bregada Pakualaman juga telah berhasil jadi wadah untuk menampilkan atraksi seni tradisi di DIY. “Selama tahun ini kami mendengarkannya sekitar 10 kali, penampil atraksi seni dari seluruh DIY. Ada atraksi snei yang sudah lama tidak tampil bisa kembali ditampilkan lagi disini,” ujarnya.
Ruang unjuk gigi atraksi seni tradisi di seluruh penjuru DIY itu, lanjut Kurniawan, perlu terus diwadahi agar jadi kekayaan pariwisata Jogja. “Salah satu ruang yang sudah ada ini ada Upacara Ganti Bregada Pakualaman nanti akan terus kami kembangkan,” katanya.
Upacara Ganti Dwaja Bregada Pakualaman bagi Dispar DIY, menurut Kurniawan, juga bagian dari kekayaan budaya DIY yang mesti terus dilestarikan. “Catatan kami terhadap penyelenggaraan selama 2023 ini, ternyata saking banyak antusiasmenya ada keterbatasan kapasitas venue. Ini agar jadi catatan agar penyelenggaraan 2024 nanti lebih baik dan dapat menampung banyak wisatawan lagi,”ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Telkom menilai pembangunan infrastruktur, ekosistem mitra, dan investasi jangka panjang menjadi kunci pengembangan industri kecerdasan buatan (AI) di Indonesia.
Jadwal KRL Solo-Jogja Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal lengkap setiap stasiun.
Borneo FC bermodal kemenangan 2-1 atas PSS Sleman jelang menghadapi PSIM Jogja pada pekan kedelapan Super League di Bantul.
Jadwal KRL Jogja-Solo Sabtu 31 Oktober 2026 tersedia 15 perjalanan. Cek jam keberangkatan setiap stasiun dan tarif Rp8.000.
Kemenhut menetapkan PT MAP dan PT GAP sebagai tersangka karhutla. Salah satunya merupakan perusahaan PMA asal Singapura.
KPK merespons kode RAMA dalam kasus Silmy Karim. Dalam dakwaan, disebut ada dugaan setoran Rp40 juta setiap pekan untuk seorang menteri.