Puncak Kemarau Agustus, Warga Gunungkidul Diminta Hemat Air
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Prosesi pengiringan gunungan dalam tradisi rasulan yang berlangsung di Kalurahan Wonosari di Kapanewon WOnosari. Rabu (10/9/2025)./ Harian Jogja/David Kurniawan
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Kebudayaan atau Kundha Kabudayan Gunungkidul mencatat ada sekitar 1.400 tradisi rasulan atau bersih desa yang berkembang di Masyarakat. Pelaksanaan tidak hanya sebatas untuk pelestarian, namun juga dapat dikembangkan dalam pengembangan di sektor kepariwisataan.
Kepala Dinas Kebudayaan Gunungkidul, Choirul Agus Mantara mengatakan, rasulan merupakan keraifan lokal di Bumi Handayani sudah sudah berlangsung secara turun menurun. Hasil identifikasi yang dilakukan, ada sekitar 1.400 lokasi penyelenggaraan rasulan tersebar di Kabupaten Gunungkidul.
Meski demikian, kata dia, tidak semua kegiatan dilakukan saban tahun. Pasalnya, ada tradisi rasulan yang diselenggarakan dalam rentang waktu dua tahun sekali.
“Jadi tiap tahunnya ada yang hanya 800 lokasi rasulan. Tapi, di tahun berikutnya meningkat menjadi 1.200 titik penyelenggaraan karena ada yang dilaksanakan dua tahun sekali,” kata Mantara saat dihubungi, Rabu (10/9/2025).
BACA JUGA: Dinas Pariwata Gunungkidul Susun Masterplan Pantai Krakal, Ini Tujuannya
Menurut dia, pelaksanaan rasulan disesuaikan dengan kearifan lokal. Beberapa pelaksanaan yang sudah terkenal seperti Rasulan Mbah Jobeh di Kapanewon Rongkop, Cing Cing Goling di Kapanewon Karangmojo hingga Bukaan Cupu Panjala di Kapanewon Panggang.
“Untuk pelaksanaan, kami juga rutin memberikan bantuan didalam penyelenggaraan rasulan,” katanya.
Mantara menambahkan, tradisi rasulan tidak hanya menjadi kegiatan Masyarakat untuk pelestarian seni dan budaya yang berkembang. Namun, juga ada potensi lain karena keunikan dari pelaksanaan sehingga dapat dikembangkan untuk pengembangan sektor kepariwisataan.
Hal ini sejalan dengan program besar dari Dinas Kebudayaan untuk menjadikan Kabupaten Gunungkidul menuju industry kebudayaan. Adapun tujuannya didalam pelestarian terdapat perlindungan, pengembangan, pemanfaatan dan pembinaan.
“Sekarang sudah ada tahap pemanfaatan sehingga smeua potensi kebudayaan bisa saling terkait. Harapannya bisa menjadi sumber pendapatan sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan Masyarakat,” katanya.
Ketua DPRD Gunungkidul, Endang Sri Sumiyartini mengatakan, banyak tradisi rasulan yang berkembang di Masyarakat. Pelaksanaan tidak hanya sebagai sarana pelestarian terhadap seni tradisi dari nenek moyang, namun juga dapat berperan sebagai penggerak roda perkonomian Masyarakat.
“Pelaksanaan rasulan juga menunjukkan masih kentalnya kekerabatan dan gotong royong di Masyarakat,” katanya.
Menurut dia, dari sisi ekonomi juga ada potensi karena dalam kegiatan yang dilaksanakan terdapat keramaian sehingga memberikan peluang kepada warga. “Roda ekonomi berputar karena ada yang berjualan untuk mencukupi kebutuhan penonton yang datang. Di sisi lain, potensi ini juga dapat untuk pengembangan wisata berbasis seni dan budaya,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
BPBD Gunungkidul meminta warga menghemat air saat puncak kemarau Agustus 2026. Sebanyak 184 tangki air bersih telah disalurkan ke wilayah terdampak kekeringan.
Ramalan zodiak 13 Agustus 2026 untuk asmara, karier, dan keuangan. Ada 5 zodiak yang rentan bosan dengan pasangan. Simak prediksi lengkapnya di sini
Dengan cakupan rute yang menjangkau wilayah Sleman hingga kawasan barat Kota Jogja, operasional Bus DAMRI Jogja–YIA diharapkan dapat mendukung mobilitas penumpa
Jadwal lengkap KA Prameks Jogja–Kutoarjo dan berdasarkan data resmi KAI Access.
BMKG memprakirakan mayoritas wilayah di DIY cerah pada Kamis 13 Agustus 2026. Bantul berpotensi berawan, sementara Kota Jogja terpanas.
Kiper 16 tahun Athaullah Daib motoran dari Gunungkidul ke Jogja demi latihan PSIM setelah dipromosikan dari EPA U-16 ke tim senior.