Wabup Gunungkidul Joko Parwoto Absen di Hari Jadi, Ini Alasannya
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Pantai Krakal, Gunungkidul/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul melakukan review terhadap detail engineering design (DED) dan menyusun masterplan penataan di kawasan Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari. Pasalnya, hingga sekarang program yang dijalankan belum berjalan secara optimal.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, ingin membuat masterplan tentang penataan Pantai Krakal secara menyeluruh. Namun, dikarenakan sudah ada DED yang terlebih dahulu di susun, maka dilakukan review ulang untuk penyesuaian.
BACA JUGA: Porda Gunungkidul Jadi Ajang Peningkatan Prestasi Olahraga Tingkat Nasional
“DED sudah ada lima tahun, jadi dilakukan kajian ulang. Apalagi sekarang juga ada rencana penyusunan masterplan kawasan Krakal,” kata Supriyanta, Rabu (10/9/2025).
Ia tidak menampik adanya DED Krakal belum berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Diharapkan dengan adanya penyusunan masterplan tidak hanya melakukan review terhadap desain yang dimiliki, tapi juga menjadi dokumen perencanaan potensi pariwisata dan pengembangannya.
“Prosesnya masih di tahap penyusunan awal. Diharapkan Oktober nanti sudah selesai,” ungkapnya.
Menurut dia, dari sisi potensi memiliki banyak yang dikembangkan. Namun, Supriyanta tidak menampik belum optimal sehingga pengembangan urung sesuai dengan diharapkan.
Di sisi lain, lanjut dia, di kawasan Krakal juga tidak hanya menjadi kewenangan dinas pariwisata. Pasalnya, ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang terlibat seperti keberadaan kawasan parkir menjadi ranah dinas perhubungan.
Hal yang sama juga berlaku untuk sentra UMKM yang dikelola dinas perdagangan. Oleh karena itu, butuh koordinasi lanjutan agar bisa ada kesamaan visi dalam upaya pengembangan di Pantai Krakal.
“Makanya dengan masterplan yang disusun harapannya ada gambaran yang jelas tentang pengembangan maupun penataan kawasan Krakal,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana. Menurut dia, penyusunan master plan sebagai upaya mengoptimalkan potensi yang ada di Pantai Krakal.
Menurut dia, ada banyak potensi sehingga nantinya bisa salin terintegrasi agar dapat dimanfaatkan semua. “Ada tempat parkir, lokasi berjualan pedagang dan lainnya. Ini yang coba dikonsep untuk penataan yang lebih baik,” katanya.
Diharapkan proses review DED maupun penyusunan masterplan di Pantai Krakal bisa cepat selesai. Tujuannya agar bisa ditindaklanjuti untuk pelaksanaan program sesuai yang direncanakan.
“Mudah-mudahan berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Wabup Gunungkidul Joko Parwoto menjelaskan ketidakhadirannya dalam sejumlah agenda Hari Jadi ke-196 karena sakit gigi dan perlu penanganan dokter.
Dinhub Banyumas menertibkan parkir berbayar di minimarket berjaringan setelah menerima aduan warga. Kebijakan parkir gratis berlaku sejak 1 Oktober 2026.
Prancis menyiagakan lebih dari 60.000 personel keamanan menjelang demo nasional, termasuk peserta pelatihan akademi polisi untuk menjaga fasilitas publik.
Hindari risiko LK21 dan IndoXXI. Simak 7 layanan streaming film legal, daftar harga langganan 2026, serta bahaya situs ilegal.
Dian Sastrowardoyo mendalami karakter Kinan di Laut Bercerita melalui riset sosok aktivis perempuan era 1990-an dan kisah perjuangan keadilan.
Karang Taruna Kulonprogo mendorong pemberdayaan pemuda hingga tingkat RT/RW melalui pelatihan, akses usaha, pendampingan UMKM, dan kolaborasi pemerintah.