Pemotor Tewas Terperosok Jurang 7 Meter di Jalur Jogja-Wonosari
Pemotor tewas setelah terperosok ke jurang sedalam 7 meter di Jalan Jogja-Wonosari, Putat, Patuk, Gunungkidul.
Pantai Krakal, Gunungkidul/JIBI-Harian Jogja
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Dinas Pariwisata Gunungkidul melakukan review terhadap detail engineering design (DED) dan menyusun masterplan penataan di kawasan Pantai Krakal di Kapanewon Tanjungsari. Pasalnya, hingga sekarang program yang dijalankan belum berjalan secara optimal.
Kepala Bidang Pengembangan Destinasi, Dinas Pariwisata Gunungkidul, Supriyanta mengatakan, ingin membuat masterplan tentang penataan Pantai Krakal secara menyeluruh. Namun, dikarenakan sudah ada DED yang terlebih dahulu di susun, maka dilakukan review ulang untuk penyesuaian.
BACA JUGA: Porda Gunungkidul Jadi Ajang Peningkatan Prestasi Olahraga Tingkat Nasional
“DED sudah ada lima tahun, jadi dilakukan kajian ulang. Apalagi sekarang juga ada rencana penyusunan masterplan kawasan Krakal,” kata Supriyanta, Rabu (10/9/2025).
Ia tidak menampik adanya DED Krakal belum berjalan sesuai dengan yang direncanakan. Diharapkan dengan adanya penyusunan masterplan tidak hanya melakukan review terhadap desain yang dimiliki, tapi juga menjadi dokumen perencanaan potensi pariwisata dan pengembangannya.
“Prosesnya masih di tahap penyusunan awal. Diharapkan Oktober nanti sudah selesai,” ungkapnya.
Menurut dia, dari sisi potensi memiliki banyak yang dikembangkan. Namun, Supriyanta tidak menampik belum optimal sehingga pengembangan urung sesuai dengan diharapkan.
Di sisi lain, lanjut dia, di kawasan Krakal juga tidak hanya menjadi kewenangan dinas pariwisata. Pasalnya, ada Organisasi Perangkat Daerah (OPD) lain yang terlibat seperti keberadaan kawasan parkir menjadi ranah dinas perhubungan.
Hal yang sama juga berlaku untuk sentra UMKM yang dikelola dinas perdagangan. Oleh karena itu, butuh koordinasi lanjutan agar bisa ada kesamaan visi dalam upaya pengembangan di Pantai Krakal.
“Makanya dengan masterplan yang disusun harapannya ada gambaran yang jelas tentang pengembangan maupun penataan kawasan Krakal,” katanya.
Hal tak jauh berbeda disuarakan oleh Kepala Dinas Pariwisata Gunungkidul, Oneng Windu Wardhana. Menurut dia, penyusunan master plan sebagai upaya mengoptimalkan potensi yang ada di Pantai Krakal.
Menurut dia, ada banyak potensi sehingga nantinya bisa salin terintegrasi agar dapat dimanfaatkan semua. “Ada tempat parkir, lokasi berjualan pedagang dan lainnya. Ini yang coba dikonsep untuk penataan yang lebih baik,” katanya.
Diharapkan proses review DED maupun penyusunan masterplan di Pantai Krakal bisa cepat selesai. Tujuannya agar bisa ditindaklanjuti untuk pelaksanaan program sesuai yang direncanakan.
“Mudah-mudahan berjalan dengan baik dan selesai tepat waktu,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemotor tewas setelah terperosok ke jurang sedalam 7 meter di Jalan Jogja-Wonosari, Putat, Patuk, Gunungkidul.
Bulog akan melelang 380.000 ton beras turun mutu untuk bahan baku tepung dengan harga minimum Rp11.000 per kilogram.
Erupsi Gunung Anak Krakatau berakhir setelah 25 jam. Warga Pulau Sebesi diminta tetap waspada dan menghindari informasi hoaks.
KPK memeriksa lima saksi baru dalam kasus dugaan gratifikasi eks Kakanwil DJP Jakarta Khusus Muhammad Haniv.
Sebanyak 49 penerima MBG di Turi Sleman mengalami gejala gangguan pencernaan. Operasional SPPG Turi Wonokerto dihentikan sementara.
Lima bandara kembali beroperasi usai terdampak abu Anak Krakatau. Keselamatan, pemeriksaan pesawat, dan penumpukan penumpang jadi perhatian.