Pemkot Jogja Kejar Lahan Fasum, 161 Usulan Belum Terpenuhi
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
Bupati Bantul Abdul Halim Muslih (Ketiga dari kiri) berfoto bersama lurah dari tiga Kalurahan Pamor Budaya tahun 2023, yakni Kalurahan Srimulyo, Sendangsari, dan Sitimulyo di Pendopo Manggala Parasamya II, Senin (27/11/2023)./ Istimewa - dok.Pemkab Bantul
Harianjogja.com, BANTUL—Pemkab Bantul menetapkan tiga kalurahan sebagai Desa/Kalurahan Pamor Budaya tahun 2023. Tiga kalurahan tersebut yaitu Kalurahan Srimulyo, Kapanewon Piyungan, Kalurahan Sendangsari Kapanewon Pajangan, dan Kalurahan Sitimulyo Kapanewon Piyungan.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Kabupaten Bantul, Nugroho Eko Setyanto menuturkan penetapan tersebut dilakukan setelah tiga kalurahan tersebut mendapat predikat desa budaya, desa wisata, desa prima dan desa preneur.
“Hasil verifikasi dilaporkan kepada Bupati Bantul dan telah ditetapkan dengan Surat Keputusan [SK] Bupati No.451/2023 tentang Penetapan Desa/Kalurahan Pamor Budaya tahun 2023,” katanya melaui rilis pada Senin (27/11/2023).
BACA JUGA: 15 Bangunan di Bantul Ditetapkan sebagai Cagar Budaya
Nugroho mengatakan ketiga kalurahan itu juga mendapat tombak berdapur “cekel” dengan pamor “Wos Wutah”. Selain itu mendapat dukungan anggaran bagi Desa/Kalurahan Pamor Budaya yang belum ditetapkan sebagai Desa/Kalurahan yang mandiri Budaya melalui kegiatan di perangkat daerah pengampu. Kemudian juga mendapat rekomendasi Bupati kepada Gubernur DIY bagi yang belum ditetapkan sebagai Desa/Kalurahan Mandiri Budaya menjadi Rintisan Desa/Kalurahan Mandiri Budaya.
Sementara Bupati Bantul, Abdul Halim Muslih menyampaikan tiga Kalurahan Pamor Budaya tersebut diharapkan dapat terus mengembangkan kebudayaan setempat dan meningkatkan kesejahteraan dan kebersihan lingkungan.
“Bicara soal kebudayaan tidak hanya urusan seni pertunjukan belaka, untuk itu perlu diperhatikan aspek kebudayaan lain untuk kesejahteraan masyarakat, untuk kebersihan lingkungan, harus juga diperhatikan,” katanya.
Halim meminta kalurahan tidak hanya mengejar penghargaan namun tetap konsisten mengembangkan budaya di kalurahan masing-masing. "Nanti kita lihat kalurahan mandiri budaya tapi sampah masih bertebaran dimana-mana dan masih ada masyarakat yang tidak mau gotong royong, ini akan dikoreksi lagi. Oleh karnanya jangan hanya mengejar penghargaan tapi ada konsekuensi agar bisa konsisten dan mengembangkan kebudayaan di kalurahan masing-masing,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Pemkot Jogja terus mengupayakan pengadaan lahan fasum dan RTHP meski terkendala tingginya harga tanah serta keterbatasan APBD.
BNNP DIY mengungkap modus sabu disembunyikan dalam speaker di Bantul. Seorang mahasiswa ditangkap bersama sabu dan tembakau sintetis
Puan Maharani menyebut kehadiran Prabowo di DPR untuk menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 menjadi momentum strategis nasional
BPA Fair Kejaksaan Agung menjual Harley Davidson, BMW, hingga Mercedes hasil rampasan korupsi dengan kenaikan lelang Rp1,65 miliar.
Kemhan siapkan Bandara Kertajati menjadi pusat MRO pesawat Hercules Asia untuk memperkuat industri pertahanan Indonesia
Prabowo ungkap alasan turun langsung menyampaikan KEM-PPKF RAPBN 2027 di DPR di tengah tantangan geopolitik dan ekonomi global.