KPK Tahan Fahd Arafiq hingga Bos Summarecon Usai OTT HGB Bogor
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.
Bupati Gunungkidul Sunaryanto meninjau Bribin II. Antara/ist-Humas Pemkab Gunungkidul
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Perbaikan bendungan sungai bawah tanah Bribin II atau Sindon di Kalurahan Dadapayu, Kapanewon Semanu yang rusak beberapa tahun lalu akibat Badai Cempaka dianggarkan Rp45 Miliar.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta di Gunungkidul, Rabu (29/11/2023) mengatakan memperbaiki Dam Bribin II bawah tanah perlu direviu desain dengan kebutuhan anggaran perbaikan sebesar Rp45 miliar.
"Kami sudah menyampaikan ke Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO). Untuk jangka pendek, yang masih bagus kita amankan dan yang rusak kita perbaiki, karena kalau untuk mengganti biayanya tinggi sekali," kata Sunaryanta, Rabu.
Seperti diketahui, Bribin II adalah sumber mata air bawah tanah yang diangkat untuk memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat di Gunungkidul, khususnya di tiga kapanewon/kecamatan.
Ia mengatakan dirinya dan tim dari DPUPKP dan Balai Besar Wilayah Sungai Serayu Opak (BBWSSO) telah meninjau bendungan bawah di Bribin II atau Sindon di Kalurahan Dadapayu. Kerusakan dam terletak 104 meter di bawah permukaan tanah. Dam tersebut rusak karena dampak dari Badai Cempaka 2017 lalu.
"Berdasarkan pengecekan di lapangan, kerusakannya luar biasa, sambungan pipanya patah dan air menghantam ruang mesin. Padahal debit Bribin cukup besar 500 liter per detik," katanya.
Selain itu, Sunaryanto mengatakan dirinya akan berkoordinasi dengan BBWSSO untuk perbaikan, dan nantinya diajukan ke Pemerintah Pusat.
"Saya akan ke Jakarta salah satunya untuk ini, mudah-mudahan nanti bisa dilakukan. Bisa berfungsi seperti semula. Nantinya jika berfungsi bisa untuk digunakan tiga Kapanewon yakni Girisubo, Rongkop, dan Semanu. Ini debitnya besar," kata Sunaryanta.
BACA JUGA: Merasa Tertipu, Konsumen Rumah Mafia Tanah Kas Desa Datangi Polda DIY
Anggota Satker BBWSSO Wardani mengatakan kerusakan bendungan ini saat banjir Badai Cempaka 2017 lalu. Kerusakan cukup banyak, salah satunya jalur utama sehingga tidak berfungsi.
Adapun pengangkatan air menggunakan sistem microhydro dengan cara membuat bendungan di aliran sungai bawah tanah. Adapun prosesnya harus dibor sedalam 104 meter. Sistem ini tidak memerlukan listrik untuk memompa air bersih sampai permukaan. Turbin digerakkan oleh air itu sendiri.
"Sejak Badai Cempaka sampai sekarang, Bribin II tidak dioperasionalkan. Jadi semua perlu di cek ulang. Waktu kita kajian kita dibantu oleh marinir," kata dia.
Sedangkan Direktur Utama PDAM Tirta Handayani Toto Sugiharto berharap Bribin II bisa segera diperbaiki. Bribin II digunakan untuk mengairi Tepus, Rongkop, dan Girisubo.
"Tiga Kapanewon ini awalnya menggunakan dua sumber yakni Bribin (I) dan Sindon (Bribin II), namun sejak Badai Cempaka 2017 hanya tinggal satu yakni Bribin. Sehingga tidak mampu mencukupi kebutuhan air masyarakat dengan maksimal," kata Toto.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sumber : Antara
KPK menahan Fahd Arafiq, bos Summarecon, hingga sejumlah pejabat ATR/BPN dalam kasus dugaan korupsi pengurusan HGB di Bogor.
Dekranasda Daerah Istimewa Yogyakarta mendorong industri kecil dan menengah (IKM) kerajinan terus berinovasi agar mampu memperluas pasar hingga mancanegara
Jadwal DAMRI dari YIA Rabu 16 September 2026 tersedia ke lima tujuan. Tarif promo YIA-Jogja Rp50.000 berlaku hingga September.
Jadwal KRL Solo-Jogja Rabu 16 September 2026 tersedia 12 perjalanan dari Palur. Simak jadwal tiap stasiun hingga Jogja.
Jadwal SIM Sleman Rabu 16 September 2026 tersedia di STP AMPTA. Simak jadwal Satpas, MPP, SIM Keliling Malam dan Simmade.
DPAD) DIY bersama DPRD DIY terus menggalakkan budaya literasi sekaligus memberikan edukasi sosial kepada masyarakat mengenai bahaya judi online (judol)