Deretan Mobil Baru Siap Debut di GIIAS 2026, dari Hybrid hingga EV
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Petani mencabut benih untuk ditanam. - ilustrasi/Antara
Harianjogja.com, GUNUNGKIDUL—Masa tanam padi tiba pada Desember 2023. Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Gunungkidul, mengupayakan 48.000 hektare lahan pertanian di wilayah ini ditanami padi.
Sekretaris Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Raharjo Yuwono, di Gunungkidul, Rabu, mengatakan lahan pertanian yang memasuki masa tanam pertama Desember 2023 seluas 48 ribu hektare yang terdiri dari 41.000 hektare untuk lahan kering dan 7.863 hektare untuk lahan sawah.
"Kami berharap petani segera mengolah lahannya, sehingga masa tanam pertama tidak mundur," kata Raharjo, Rabu (29/11/2023).
Ia mengatakan musim tanam pertama di Gunungkidul didominasi tanaman padi. Petani ada yang menanam padi dengan sistem tumpangsari dengan tanaman jagung dan ketela.
Selanjutnya, target luas tanaman jagung ditargetkan pada musim pertama sekitar 26.000 hektare dan pada musim kedua sekitar 20 ribuan hektare. Kemudian, tanaman kedelai ditargetkan sekitar 5.000 hektare.
"Jadi, untuk jagung itu imbang kalau satu tahun itu targetnya ditotal sekitar 50 ribu hektare, sedangkan kedelai targetnya lima ribu hektare," katanya pula.
Raharjo mengatakan selama ini Kabupaten Gunungkidul selalu mencapai target untuk produksi pertaniannya. Dimulai dari padi setiap tahunnya tercapai hampir 300.000 ton gabah kering giling (GKG). Begitupun, produksi jagung juga selalu surplus.
"Namun, memang yang sulit mencapai target yakni produksi kedelai. Karena memang sedikit petani yang menanamnya," katanya lagi.
Dia optimistis 2024 untuk nilai produksi pertanian tetap akan mencapai target. Di wilayah Kabupaten Gunungkidul pada dasarian kedua (November) sudah diguyur hujan, dengan curah hujan mencapai 70 mm sampai 100 mm.
"Jadi, ini masih aman. Pada Desember curah hujan bisa sampai 150 mm sampai 300 mm. Dan, tentunya akan lebih merata," katanya pula.
Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Gunungkidul Rismiyadi mengatakan persiapan masa tanam ini, pihaknya sudah mendistribusikan sebanyak 5,5 ton padi Segreng Handayani dari APBD.
Kemudian, dari pusat sebanyak 50 ton padi varietas Cakrabuana, Inpari 32 , dan Ciherang, dengan sebanyak 12 ton padi varietas Cakrabuana, Inpari 32, dan Ciherang. "Kami berharap bantuan tersebut meningkatkan produktivitas tanaman padi di Gunungkidul," katanya lagi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
GIIAS 2026 menghadirkan deretan mobil baru dari Mazda, Toyota, Lexus, Suzuki, hingga Hino dengan teknologi hybrid dan EV.
Bank Sampah Berlian 08 di Jogja memanfaatkan minyak jelantah sebagai bahan bakar pirolisis sampah plastik residu sehingga proses lebih cepat dan hemat.
Jadwal imsak, Subuh, dan Maghrib di DIY pada Kamis 30 Juli 2026 untuk puasa sunnah Kamis. Cek waktu sahur dan berbuka di sini.
Jadwal KRL Solo-Jogja Kamis 30 Juli 2026 lengkap dari Palur hingga Jogja. Simak 12 perjalanan dan tarif Commuter Line Rp8.000.
KPK mendalami penukaran 46.500 dolar Singapura yang diduga disiapkan Suhardiman Amby untuk Raja Juli Antoni dalam penyidikan kasus Kuansing.
PSEL Legok Nangka senilai Rp7,2 triliun mulai dibangun di Kabupaten Bandung. Proyek ini akan mengolah 2.131 ton sampah per hari dan menghasilkan listrik 40,79 M