Otonomi Daerah DIY Didorong Berbasis Keadilan dan Kearifan Lokal
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Ilustrasi Simpang empat Tembi, jalan Parangtritis, Sewon, Bantul Kamis (7/9/2023)./Harian Jogja-Lugas Subarkah
Harianjogja.com, BANTUL—Musim liburan Natal dan Tahun Baru (Nataru) diprediksi akan banyak wisatawan yang berkunjung ke DIY termasuk Bantul. Untuk menjadi panduan bagi para wisatawan, Pemkab Bantul menyediakan beberapa platform.
Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bantul, Bobot Ariffi`Aidin, menjelaskan beberapa fasilitasi mengenai update informasi wisata yag disediakan Pemkab Bantul di antaranya website bantulkab.go.id pada menu event untuk informasi event. Kemudian bantulpedia.bantulkab.go.id atau bantulpedia mobile yang menyediakan informasi seputar wisata Bantul.
“Kami juga melakukan peliputan dan pemberitaan melalui beberapa media sosial pemkab Bantul, di antaranya Facebook, Instagram, Twitter, Tiktok, Podcast, Bantul TV, juga koordinasi dengan teman-teman media masa untuk publikasi dan pemberitaan terkait dengan pariwisata Bantul,” ujarnya, Minggu (3/12/2023).
Adapun untuk pantauan CCTV, Pemkab Bantul juga menyediakan di website bantulkab.go.id/cctv.html yang bisa digunakan pengunjung untuk mengakses beberapa CCTV walau jumlahnya masih terbatas.
BACA JUGA: Lalu Lintas Gunungkidul Bisa Dipantau Secara Online, Ini Caranya
Beberapa lokasi pemasangan CCTV diantaranya makam Kotagede, Masjid Pajimatan Imogiri, simpang empat Pelemsewu, Sewon, Pasar Bantul, simpang tiga Sorowajan, simpang empat Druwo Ringroad selatan, simpang empat Paseban, TPR Parangtritis dan beberapa lainnya. Selain jumlah yang masih terbatas, beberapa CCTV juga terpantau mati.
Kepala Seksi Promosi dan Pelayanan Informasi Dinas Pariwisata Bantul, Markus Purnomo Adi, mengatakan untuk mendapat informasi tentang pariwisata Bantul, para pengunjung bisa mengunduh aplikasi Jelajah Bantul. Aplikasi ini terintegrasi dengan Google Maps sehingga wisatawan bisa mendapat informasi rute yang harus dilalui versi Google Maps.
Dinas Pariwisata Bantul juga menggunakan kode bar yang dicetak dalam bentuk brosur dan baliho, untuk memberikan informasi wisata Bantul. “Lewat Instagram dan Youtube, kami membuat program SOWAN, sambang obyek wisata andalan Bantul,” katanya.
Kepala Dinas Perhubungan Bantul, Singgih Riyadi, mengatakan untuk musim liburan Nataru tidak ada program khusus dalam bentuk konten media sosial. Meski demikian pihaknya akan menerapkan rekayasa lalu lintas untuk mengantisipasi kemacetan di sepanjang jalur wisata.
“Kami sudah siapkan rencana rekayasa lalu lintas. Namun demikian kami masih menunggu koordinasi menyeluruh dengan Dishub DIY dan kepolisian. Mudah-mudahan pekan depan sudah ada koordinasi dan segera kami sosialisasikan kepada masyarakat,” katanya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Otonomi daerah DIY diarahkan berbasis keadilan dan kearifan lokal untuk wujudkan pembangunan berdampak langsung bagi masyarakat.
Bali United vs Bhayangkara FC sore ini. Simak prediksi skor, susunan pemain, dan peluang kemenangan di laga kandang terakhir musim ini.
Wali Kota Solo Respati Ardi tanggapi kritik lomba seragam jukir. Seragam baru akan dilengkapi QRIS untuk dorong parkir cashless.
Satpol PP Gunungkidul menertibkan pemasangan tikar-tikar di bibir Pantai Sepanjang di Kalurahan Kemadang, Tanjungsari untuk memberikan rasa nyaman ke pengunjung
Festival balon udara di Solo diserbu ribuan warga. Sebanyak 18 balon diterbangkan, namun durasi dipersingkat akibat angin kencang.
302 personel gabungan amankan laga PSIM vs Madura United di Bantul. Polisi siapkan pengamanan ketat dan rekayasa lalu lintas.