Ribuan Pohon Ditanam di Kawasan Rawan Longsor Lereng Jono
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Ketua KPU Kulonprogo, Budi Priyana
Harianjogja.com, KULONPROGO—Pemilihan Umum (Pemilu) 2024 akan menjadi salah satu ujian bagi Bangsa Indonesia untuk membuktikan diri sebagai negara demokrasi. Bagi Ketua KPU Kulonprogo, Budi Priyana, pemilu menjadi momentum untuk mengembalikan hakikat demokrasi yaitu pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat. "Pada akhirnya, penyelenggaraan pemilu dan jabatan pemimpin negara itu untuk rakyat," kata Budi saat ditemui di Novotel YIA, Selasa (5/12).
Pria lulusan Fakultas Peternakan Universitas Gajah Mada (UGM) angkatan 1987 ini mengawali kariernya sebagai Komisioner KPU Kulonprogo, yakni menjabat sebagai Ketua Divisi Keuangan, Umum, dan Logistik KPU Kulonprogo periode 2013-2018. Menurut dia, menjadi penyelenggara pemilu merupakan pilihan yang mulia karena dia terlibat langsung dalam proses penyelenggaraan pemilihan wakil rakyat dan kepala negara.
Budi mengatakan, demokrasi merupakan sistem pemerintahan yang membuka ruang bagi masyarakat untuk ambil bagian dalam penyelenggaraan negara, termasuk menentukan pemimpin. Oleh karena itu, pemilu perlu digelar secara mandiri, jujur, adil, terbuka, dan akuntabel.
Setelah ada keterbukaan ruang tersebut, tantangan selanjutnya adalah bagaimana mendorong masyarakat untuk ikut mengambil keputusan dengan memberikan suara kepada calon pemimpin bangsa. "Golput [golongan putih] alias tidak memilih memang hak warga. Tapi menurut saya, masyarakat perlu memberikan suaranya. Mereka dapat melihat rekam jejak calon pemimpin lewat ponsel. Jadi tidak ada alasan untuk tidak memberikan suara," katanya.
BACA JUGA: KPU Kulonprogo Butuh 9.114 Petugas KPPS untuk Pemilu 2024
Tahta untuk Rakyat
Mantan Lurah Depok, Kapanewon Panjatan periode 2007-2013 mengaku mengidolakan Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Bahkan, tokoh pejuang kemerdekaan tersebut menginspirasi Budi sampai saat ini. Satu hal yang selalu Budi ingat bahwa tahta itu untuk rakyat. "Beliau memiliki prinsip bahwa Tahta untuk Rakyat. Beliau sangat peduli dalam memperjuangkan nasib rakyatnya," katanya.
Bapak dari dua orang anak ini memiliki harapan agar masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kulonprogo pada khususnya memanfaatkan pesta demokrasi lima tahunan dengan riang gembira untuk memilih pemimpin bangsa. "Masyarakat perlu melihat rekam jejak para calon. Jangan tergiur dengan politik transaksional seperti money politic [politik uang]," katanya.
Menurut Budi, politik uang sangat berbahaya karena merusak sendi-sendi demokrasi. Apabila tiap sendi tersebut rusak, maka upaya untuk mengembalikan hakikat demokrasi tidak akan tercapai. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 3.000 pohon ditanam di lereng rawan longsor di Padukuhan Jono, Kalurahan Tancep, Kapanewon Ngawen, Senin (18/5).
Israel kembali menyerang armada bantuan Gaza di laut internasional. Puluhan kapal disita dan ratusan aktivis ditahan.
Jadwal KRL Solo–Jogja 20 Mei 2026 lengkap semua stasiun dari Palur ke Tugu. Cek jam berangkat terbaru dan tarif Rp8.000.
Pengurusan SKKH di Sleman masih sepi jelang Iduladha 2026. DP3 tingkatkan pengawasan karena ancaman PMK masih ada.
Lima WNI ditahan Israel saat misi kemanusiaan ke Gaza. Pemerintah RI mendesak pembebasan dan perlindungan.
UMKM di RTP Bulak Tabak Kulonprogo mengeluh sepi pembeli saat musim haji 2026, dampak ekonomi dari embarkasi belum terasa.