Gol Cepat Joel Vinicius Bawa Arema Unggul atas PSIM Jogja
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
Bupati Sleman Kustini Sri Purnomo saat memberikan traffic cone, Senin (11/12/2023)/ Bagian Protoko dan Komunikasi Pimpinan Setda Sleman
Harianjogja.com, SLEMAN— Cegah peningkatan angka kecelakaan lalu lintas, Pemerintah Kabupaten Sleman melalui Dinas Perhubungan, membagikan traffic cone untuk sekolah-sekolah di wilayah Kabupaten Sleman.
Prosesi ini dilakukan secara simbolis oleh Bupati Kustini Sri Purnomo kepada penerima perwakilan tingkat TK, SD, SMP, dan SMA, di Aula Bappeda, Senin (11/12/2023).
Kepala Dinas Perhubungan Sleman, Arip Pramana menyampaikan, langkah ini dilakukan sebagai upaya penurunan angka kecelakaan lalu lintas di Sleman. Hal ini mengingat, hingga akhir bulan Oktober 2023, dilaporkan Arip sebanyak 1.851 kecelakaan terjadi di Kabupaten Sleman. Menurut data yang diterima, kejadian ini menimpa korban dengan rata-rata usia 15-24 tahun.
“Rentang waktu kecelakaan ini sering terjadi pada pukul 06.00 – 09.00 dan 15.00 – 18.00. Waktu kejadian kecelakaan di Sleman ini saat anak-anak berangkat sekolah dan di waktu berangkat kerja. Ini menjadi perhatian kita bersama,” jelas Arip.
Dengan kondisi tersebut, Dinas Perhubungan Sleman membagikan traffic cone kepada 72 sekolah. Dengan pembagian traffic cone, diharapkan dapat menjadi isyarat bagi pengendara agar lebih berhati-hati, terutama ketika melintasi area sekolah.
Menangggapi kegiatan ini, Bupati Kustini menyatakan dukungannya dalam meningkatkan kewaspadaan pengguna jalan dengan penggunaan traffic cone. Penempatan perangkat lalu lintas ini diharapkan dapat menjadi perhatian pengguna jalan agar mengurangi kecepatan saat berada di lingkungan sekolah.
“Kita harus melindungi anak-anak kita. Maka dari itu harus kita upayakan bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan pada anak-anak di lingkungan sekolah,” jelas Bupati.
Pada kesempatan itu, Kustini mengimbau kepada perwakilan sekolah agar menempatkan traffic cone di dekat pintu masuk masing-masing sekolah. Selain itu upaya sosialisasi terkait tertib berlalu lintas juga perlu dilakukan pihak sekolah kepada seluruh siswa. Dengan begitu, anak-anak dapat memahami aturan dalam berlalu lintas, sekaligus dapat melindungi diri sendiri.
“Silakan bantuan ini dimanfaatkan secara tepat. Dan semoga traffic cone ini bisa mengurangi risiko kecelakaan pada anak-anak kita,” pesan Kustini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PSIM Jogja tertinggal 0-1 dari Arema FC di menit awal laga Liga Super 2025/2026 di Stadion Kanjuruhan.
UPNV Jogja menonaktifkan lima dosen terkait dugaan kekerasan seksual. Seluruh aktivitas Tridharma dihentikan selama proses investigasi.
BP BUMN dan Kemnaker memperkuat sinergi transformasi BUMN dengan memastikan perlindungan pegawai dan hubungan industrial tetap sehat.
Dinsos Kulonprogo mencoret 40 penerima KKS setelah validasi, termasuk ASN, warga mampu, hingga data tidak valid.
Aktivitas Gunung Sinabung meningkat ditandai tremor dan gempa vulkanik. PVMBG minta warga waspada potensi erupsi.
Ekonom UGM kritik rencana penutupan prodi tak relevan industri. Pendidikan tinggi dinilai harus tetap fokus pada ilmu dan masa depan.