Agnez Mo Punya Memorabilia Permanen di Hard Rock Hollywood
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.
Virus - Ilustrasi/Freepik
Harianjogja.com, SLEMAN—Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman terus mewaspadai penularan virus Japanese Encephalitis (JE) di Bumi Sembada. Sejauh ini Dinkes melakukan upaya pengendalian vektor baik secara kimiawi maupun non kimiawi.
Kepala Dinkes Sleman Cahya Purnama mengatakan, pada 2023 ada 11 suspek JE di Sleman. Dari hasil observasi dan pemeriksaan lanjutan didapatkan hasil negatif.
"Jadi belum ada penderita JE di Sleman. Kami sendiri melakukan intevensi untuk mencegah dan pengendalian JE," katanya, Senin (11/12/2023).
BACA JUGA : Seorang Anak di Kulonprogo Meninggal Akibat Virus Peradangan Otak, Empat Lainnya Suspek
Adapun upaya pencegahan dan pengendalian yang dilakukan Dinkes Sleman adalah pengendalian vektor baik secara kimiawi maupun non kimiawi. Selain itu menjaga kebersihan lingkungan permukiman dan peternakan bebas dari habitat perkembangbiakan nyamuk penular JE.
"Lalu penguatan surveilans, dan imunisasi JE pada manusia di samping vaksinasi hewan (babi, kuda dan unggas). Dan, Imunisasi merupakan cara yang paling efektif untuk mencegah JE pada manusia," lanjut Cahya.
Menurut Cahya, sampai saat ini belum ada obat khusus untuk menyembuhkan penyakit JE. Penderita JE hanya dapat mengurangi gejala untuk mencegah perburukan kasus. Oleh karena itu, upaya pencegahan sangat penting.
"Dan, JE dapat dicegah dengan pemberian imunisasi dan menghindari gigitan nyamuk yang merupakan vektor penular JE," jelasnya.
Penyakit JE bersumber dari binatang (zoonosis) dan disebar lewat hewan perantara, di antaranya nyamuk yang biasa ditemukan di sekitar rumah, persawahan, kolam atau selokan. Reservoar virus adalah sapi, kerbau, kera hingga beberapa spesies burung.
Sebagaimana diketahui, penyakit JE disebabkan virus JE. Penyakit ini biasanya ditemukan pada anak di bawah 15 tahun.
Penyakit JE mudah dicegah dengan cara menerapkan polanperilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Perilaku bersih dan sehat menghindarkan orang dari penyakit.
Mereka yang terinfeksi akan mengalami sejumlah gejala, seperti gejala demam tinggi di hari-hari awal hingga kejang ketika tidak segera ditangani. Penyakit itu dinilai sangat berbahaya karena daya rusak pada otak. Penanganan terlambat bisa mengakibatkan kematian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Memorabilia Agnez Mo berupa dua wardrobe dari musik dan akting kini dipajang permanen di Hard Rock Hollywood, Los Angeles.
Riset McKinsey memproyeksikan 41 juta permintaan pekerjaan hingga 2035, meski otomatisasi dapat menekan 36 juta posisi di AS.
V BTS resmi menjadi Global Brand Ambassador Nothing. Ia membintangi kampanye Headphone (1) Pro yang hadir dengan triple-driver dan ANC.
Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) mempertahankan Tingkat Bunga Penjaminan (TBP) untuk simpanan rupiah dan valuta asing (valas) di perbankan
Sering cas motor listrik semalaman? Kenali pengaruhnya terhadap baterai, charger, sistem listrik, dan keamanan pengisian.
Spanyol menyepakati larangan penggusuran hingga 2030 setelah kasus Maricarmen Abascal memicu protes terkait krisis perumahan.