PHRI DIY Soroti Penginapan Diduga Tak Berizin di Gumaton
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Pengendara roda dua melewati Jembatan Glagah pada Selasa (12/12/2023)./Harian Jogja-Andreas Yuda Pramono
Harianjogja.com, KULONPROGO—Perbaikan Jembatan Glagah kini memasuki tahap finishing. Jembatan yang statusnya telah menjadi Jalan Nasional tersebut akan dibuka pada Jumat (15/12/2023). Meski begitu, saat ini khusus kendaraan roda dua sudah dapat melintas.
Inspektor Lapangan Konsultan Supervisi Proyek Jembatan Glagah, Nur Sugiyanto mengatakan Jembatan Glagah telah dibuka sejak Kamis (7/12/2023) setelah selesai diaspal. Pasalnya, Kamis siang lantai jembatan masih berupa cor.
Sugiyanto mengatakan kendati telah dibuka terbatas tetapi jembatan tersebut masih belum sepenuhnya selesai. Saat ini, masih ada beberapa pekerja yang melakukan proses pengecatan.
Dia menambahkan jembatan bambu yang sebelumnya menjadi jalur alternatif roda dua di sisi Selatan Jembatan Glagah telah dicopoti warga di beberapa bagian.
Sementara itu, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Satker PJN 1.1 Provinsi DIY, Ersy Perdhana mengatakan Jembatan Glagah memang telah dibuka. Hanya saja dia masih menunggu rekomendasi dari Dishub terkait dan kepolisian mengenai pemasangan dan penambahan rambu-rambu.
Menurut dia, jembatan tersebut akan dibuka pada Jumat atau tiga hari lagi. Meski demikan tidak semua kendaraan dapat melintas. Kendaraan dengan muatan di atas 8 ton akan dialihkan ke jalan lain. “Beban yang diperbolehkan lewat maksima 8 ton,” katanya.
BACA JUGA: Sambut Libur Akhir Tahun, Begini Skema Rekayasa Lalu Lintas di Simpang Empat Pasar Glagah
Dia mengimbau agar kendaraan bermuatan lebih dari 8 ton untuk tidak melewati Jembatan Glagah. Pasalnya, apabila tetap nekat lewat, umur rencana struktur jembatan tidak bisa terpenuhi, atau lebih cepat rusak. “Pembatasan beban muatan kendaraan ini kami berlakukan seterusnya. Permanen,” ucapnya.
Sebelumnya, Staf Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Kelas III Yogyakarta, Galant Puruhita mengatakan kendaraan dengan beban di atas 8 ton akan dialihkan. Apabila kendaraan tersebut datang dari arah timur maka akan diarahkan ke arah Simpang Sogan.
"Atau bisa juga yang dari Brosot itu lurus lewat Nagung dan tembus ke Toyan. Sementara yang dari arah Barat setelah masuk DIY itu dari Congot belok kiri masuk jalan nasional," kata Galant
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
PHRI DIY menyoroti penginapan yang diduga belum berizin di Gumaton dan Jeron Beteng serta potensi kebocoran PAD Kota Jogja.
Tim penilai pusat mengevaluasi pengelolaan sanitasi di TPST Donokerto dan Madurejo, Sleman, untuk menilai layanan, regulasi, dan keberlanjutan.
DEN menilai skema impor BBM, minyak mentah, dan LPG melalui BLU Lemigas berpeluang menekan harga, dengan syarat biaya dan risiko terkendali.
Gempa magnitudo 5,4 mengguncang 136 km barat daya Gunungkidul pada Selasa malam, 27 Oktober 2026. BMKG menyatakan gempa tidak berpotensi tsunami.
Microsoft membuka program keluar sukarela bagi sekitar 60.000 karyawan di AS, Inggris, Kanada, dan India hingga 31 Desember 2026.
Pemkab Bantul menyiapkan satu KK berisi empat jiwa untuk transmigrasi ke Polewali Mandar, Sulbar. Sebanyak 25 KK masih masuk daftar tunggu.