Tiket Ludes 15 Menit, MJM 2026 Siap Dongkrak Wisata Jogja
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Ilustrasi aktivasi identitas kependudukan digital - Antara
Harianjogja.com, BANTUL—Kepemilikan Identitas Kependudukan Digital (IKD) di Bantul saat ini baru sekitar 4% dari yang ditargetkan sebanyak 180.000 penduduk. Pemkab Bantul pun terus menggencarkan sosialisasi dan perekaman data untuk IKD.
Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Bantul, Bambang Purwadi Nugroho, menjelaskan saat ini ada sekitar 30.000 warga Bantul yang sudah memiliki IKD. “Karena format baru, kami juga sudah bergerak, hari ini sudah mencapai empat persen,” ujarnya, Kamis (14/12/2023).
Dari penduduk yang telah memiliki IKD tersebut, menurutnya sebagian besar masih di lingkungan Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemkab Bantul. “ASN sudah 100 persen, karena kebijakan Pusat bertahap dimulai uji coba dari ASN dulu,” katanya.
Adapun target kepemilikan IKD di Bantul sebanyak 183.000, atau 25% dari total penduduk Bantul, sesuai yang ditargetkan oleh Pemerintah Pusat. Target IKD tidak 100% penduduk karena tidak semua penduduk memiliki handphone khususnya yang bersistem android atau IOS.
BACA JUGA: Pengin Balik Lagi ke Area Pedestrian, Pedagang Teras Malioboro Gelar Demo di Kepatihan
Ia berharap target tersebut dapat tercapai pada 2024 mendatang, sehingga sosialisasi dan perekaman data terus digencarkan. Disdukcapil Bantul telah bergerak ke sekolah, kalurahan dan di beberapa event Pemkab Bantul dalam meningkatkan kepemilikan IKD ini. “Kemaren di Laguna Depok, sosialisasi dan langsung instal,” ungkapnya.
Prosedur pembuatan IKD dimulai dengan pengunduhan aplikasi melalui android atau IOS, menginput NIK, nomor handphone dan email. “Foto selfie untuk pindai wajah harus ketemu petugas. Tetap harus dengan petugas Disdukcapil yang sudah ditugasi,” kata dia.
IKD sudah bisa digunakan untuk keperluan perjalanan seperti pesawat dan kereta, menggantikan fungsi e-KTP. Meski demikian, belum semua lembaga memerlukan syarat e-KTP, bisa diganti syaratnya menggunakan IKD.
“Kami arahnya ke sana, ke lembaga pengguna. Karena keuntungannya IKD tidak perlu repot fotokopi. Tinggal di-share lewat barcode. Lebih aman juga, beberapa case data hilang bukan dari IKD. IKD tidak bisa dikopi atau screenshot, jadi lebih aman,” kata dia. (***)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Harian Jogja, dan edisi cetak versi elektronik kami hadir di Epaper Harian Jogja.
Sebanyak 10.000 tiket Mandiri Jogja Marathon 2026 habis dalam 15 menit. Event lari internasional ini siap mempromosikan wisata DIY dan UMKM lokal.
Jadwal SIM Keliling Bantul September 2026 lengkap dengan lokasi, tanggal, jam pelayanan pagi dan malam, serta syarat perpanjangan SIM.
Jadwal SIM Kulonprogo hari ini 25 September 2026 di MPP, lengkap dengan jadwal SIMMADE, SIMENOR, Satpas dan syarat perpanjangan.
Bedah buku Di Balik Layar Judi Online di Kulonprogo membahas bahaya judi online dan pentingnya literasi masyarakat untuk mencegah jeratan judol.
Jadwal SIM Gunungkidul September 2026 tersedia di Satpas, SIMMADE, SIMPITU hingga layanan malam. Cek lokasi dan syaratnya.
Jadwal SIM Sleman Jumat 25 September 2026 tersedia di MPP Sleman. Cek lokasi, jam layanan, jenis SIM, dan syarat perpanjangan.